Pengalaman ke UGD RBWH Brisbane

Hari Ahad kemaren, tgl 27 Oktober kami sekeluarga main ke Mount Coot-tha Botanic Gardens. Tidak jauh sih dari rumah, sebelah Milton kira2 hanya 15 menitan driving. Disana kami ke Planetarium ngajak fatiha untuk mengenal space, kata dia “Ibu Bapak, look look, space!” hahaa, padahal anak ini belum masuk kindy tapi ngomongnya udah campur raduk, maklum efek “ABC kids” di TV yg tiap pagi dia udah bisa nyalain sendiri.

Sehabis dari planetarium, biasalah main ke garden, keliling-keliling, dari Japanese Garden, kemudian ke taman bambu, sampai lihat buaya! Seneng banget deh. Yang pasti tak lupa adalah nggelar tiker sambil makan. Intinya sih pindah tempat makan wkwkw ūüėÄ

Kamipun pulang dan sampai rumah jam 3 sore! Saya bersiap2 untuk pergi karena ada urusan penting di coronation #wasyahh sok sibuk. Sekitar jam 4 sore, Istri saya telp, “Mas, fatiha hidungnya kemasukan blue berry”. Sontak saya berpikir, perasaan blue berry gede deh masak bisa masuk hidung anak-anak? Saya inget hari Jumat lalu, istri dan fatiha belanja ke Coles dan fatiha beli blueberry.

Saya bilang ke istri, “coba check dia habis main apa. Seingetku waktu di Garden dia metik bijian tumbuhan warna hitam, mas takutnya itu yg masuk ke hidung”. Sayapun bilang ke istri untuk mandiin fatiha, ya sapa tau pas mandi bisa keluar bijinya. Kata istri sih, dia sampai udah nyoba nusuk2 buahnya pakai jarum pentul “bahaya banget bukan? wkwkw”. Dan keluar cairan hitam-hitam, makanya istri saya ngiranya blue berry.

Saya pulang sampai rumah jam 6 dan Fatihapun sudah tidur. Saya tanya ke istri, kata istri masih kesumbat itu hidung fatiha, napasnya juga gak lancar. Dia tadi juga nangis2 katanya sakit, terus akhirnya ketiduran. Saya coba check, pakai center lihat hidungnya. Eh ternyata bener, kelihatan! dan saya yakin itu bukan blueberry. Saya ambil blueberry dan nunjukin ke istri, “Blueberry gak ada bijinya, ini mas pencet langsung hancur”. Akhirnya Istri nunjukin biji2an yg ternyata dibawa fatiha dari Taman, pas saya check saya cukup kaget krn bijinya ternyata keras! “Wah gimana ini ngeluarinnya”, batin sy.

Kami pun bingung, saya coba pegang2 hidung dia, dia berontak soalnya pas tidur. Sayapun berpikir sptnya bukan ide bagus untuk ngeluarin pas dia tidur apalagi klo pakai benda yg tajam takut malah nanti luka. Saya bilang ke istri, “coba deh kamu tanya di group ibu2 Indonesia BNE, ada yg punya pinset tidak? nanti mas coba keluarin klo dia bangun, tp skrn pinjem pinset dulu aja”.

Namanya juga ibu2, langsung fast response lah ehehe, sampai dikirimi foto2 pinset punya ibu2 yg sptnya serem-serem dan terlalu gede. Banyak yg nyaranin untuk telp home doctor atau langsung dibawa ke emergency/UGD saja!

Sebagai insan IT, tentu yg saya lakukan adalah googling. Jadi inget presentasinya om Jimmy kemaren ttg “Consumer Health Search” haha, Saya coba Googling dg keyword “Something stuck in my kid’s nose” dan beberapa informasi keluar! Salah satunya cara ngeluarinnya adalah dg “Mother kiss!”. Tanpa baca isinya, saya langsung kepikiran dulu Ibu saya pas adik saya pilek gak bisa napas hidungnya di sedot pakai mulut ibu. “huft, malah jadi baper keinget emak, sungguh pengorbanan emak memang luar biasa”!

Saya sama istri langsung sepakat ingin mencobanya, akhirnya dicobalah beberapa kali pas fatiha tidur sampai akhirnya dia kebangun dan hasilnya “FAILED”. Dari berbagai tulisan yang kami baca memang tidak disarankan untuk mengeluarkan sendiri dengan alat2 tajam takutnya malah melukai. Sayapun sebenernya berpikir, apakah ini terhitung emergency tidak ya? cuman saya ya takut aja kalau kenapa-napa. Ya sudah akhirnya saya putuskan, yowis yuk, ke emergency/ UGD aja. Rumah sakit terdekat dan yg public yg saya tau ya RBWH. Karena dulu pernah nganterin temen ke sana.

Kamipun siap2 dan akhirnya kami pergi ke RBWH (Royal Brisbane & Women Hospital), kurang lebih 20 menitan kami sampai ke emergency. Kurang lebih jam setengah 8 malam kami sampai RS. Seperti yang kami duga, fatiha nangis meraung-raung gak ketulungan karena dia tau dia di Rumah sakit dan ngelihat suster. Maklum trauma vaksin, dia takut disuntik hehee. Cukup ngasih kartu Alianz (asuransi kesehatan) fatiha, dan student card saya. Semua beres, langsung dilayani!

Dokter nanya kronologinya dan sayapun mencoba menceritakannya. Saya juga bawa sample pant seed yg diduga sebagai pelakunya. Wadeh kaya kriminal saja. Ini gambar sample yg saya tunjukin ke dokter.

Plant seed – yg kami duga masuk ke hidung fatiha

Dokterpun bertanya, apa yg sudah dilakukan. Kami juga cerita, dari mulai nusuk2 pakai jarum pentul pas dia tidak tidur, kemudian mencoba agar fatiha bersin, dan kata istri fatiha juga udah bersin beberapa kali tapi ttp tidak keluar biji di hidungnya. Kamipun juga bilang kalau kami sudah melakukan “Mother kiss” method. Dokterpun bilang, wah ternyata kamu tahu method itu, gimana kamu melakukannya? Dan ternyata teng ting tong….. wkwkw, karena saya gak baca cuman baca judul dan inget emak waktu itu! ternyata yg kami lakukan salah haha. Mother kiss itu “Blow” bukan “Suck”. Jadi Mother kiss itu, meniupkan udara ke mulut anak sehingga nanti udara akan keluar dari hidung. Bukan “sucking the nose wkwkwk” Tapi juga harus hati2 apalagi buat anak, nanti takutnya kenapa2 dengan paru-parunya! Jadi saran dokter gimana klo kita coba mother kiss disini. Tapi saya coba ceheck dulu deh hidung dia, kata dokternya.

Ketika dokter mau check, spt biasa, fatiha nangis gak ketulungan, sampai2 dokter ngeluarin mainan aquarium dan sebagainya. Intinya fatiha gak bisa diajak kerjasama! ya sudah pilihan terakhir, fatiha di balut badanya dg kain dan dokter berusaha ngelihat biji di hidungnya. Dan ternyata….. bijinya makin masuk ke dalam. Ya feeling saya sih karena dia nangis! Jadi makin masuk deh. Ya sudah akhirnya atas petunjuk dokter kami melakukan mother kiss dg kondisi badan fatiha dibalut kain jadi dia gak bisa gerak gerak. Istri saya cobain 3X hasilnya “FAILED”. Akhirnya giliran saya, tetp ndak bisa dan kasihan fatihanya, sptnya saya menipunya terlalu kencang, dia sampai batuk2 hehe. Akhirnya dokterpun menyerah.

Dokter disini memang sangat hati-hati, dia bilang, “kami sebenernya menangani emergency untuk adult bukan anak-anak”. Jadi jalan terbaiknya sepertinya begini.., kami dikasih surat rujukan ke Queensland Childern Hospital (QCH) di South Bribsane, tapi rujukannya ini bukan ke emergency, langsung ke klinik special dokter ahli masalah sumbat hidung. Hmm.. makin gedeg-gedeg saya, ternyata ada ya ahli sumbat hidung pikir saya. Kata dokternya ditunggu saja senin pagi, nanti kamu akan ditelphone dan kamu bisa bawa fatiha ke klinik. Kalau malam ini misal ada kondisi darurat misal bleeding atau kesulitan bernapas atau apa, bisa langsung telp ambulan atau dibawa ke emergency QCH, kata dia. Dia juga ngasih semacam alat plastik, kata dia siapa tau nanti bisa dicoba pakai ini kalau anaknya mau.

Kami pun akhirnya berpamitan dari RBWH, dan ketika kami mau pulang, sontak fatiha senangnya bukan main, langsung bilang ke dockternya “Thank you”, terus cium tangan wkwkw, nduk,… nduk wkkww.

Kami pulang sampai rumah jam setengah 11. Istri udah ngantuk banget, tapi fatiha masih melek, ya iyalah dia tidur sore tadi! Fatiha minta melon dan pisang, akhirnya makan deh dia.. Saya coba googling lagi laptopan di depan, karena Ibunya udah tidur, dia pangil2 saya, “Bapak-bapak, fatiha mau cuci tangan”. Sayapun nyalain lampu kamar mandi, dan mau nganter dia cuci tangan. Eh, tiba-tiba dibersin keras banget dan keluar ingusnya dan terlihat dilantai Biji hitam plus ingus-ingus fatiha. Alhamdulillah, seru saya! istripun langsung kaget dan bangun. Alhamdulillah, biji di hidung fatiha keluar! Saya langsung coba nyalain senter HP dan lampu, saya lihat hidung fatiha, dan sptnya bener memang sudah keluar….

Inilah penampakan dari biji yg ada di hidung fatiha..

Seed plant yg ada di hidung Fatiha

Pagi hari ini sekitar jam 8 saya mendapatkan telphon dari QCH mananyakan tentang surat rujukan dan appointment ke kinik siang ini. Sayapun bilang “case solved” biji sudah keluar, jadi kami spertinya tidak perlu ke QCH. Pihak rumah sakit bilang baik, tapi klo misal kamu pingin memastikan kondisi fatiha, kamu bisa datang hari ini atau bisa telp. Saya bilang “Oke terima kasih”.

Kamipun sarapan soto, dan saya bilang ke fatiha, “Nduk bapak mau makan mie ini lewat hidung, boleh gak? “, “Gak boleh gak boleh, bapak”. Terus saya ambil biji yg tadi, saya lihatin ke fatiha, “Nduk bapak mau masukin biji ini ke hidung bapak ya?”, Kata dia “gak boleh bapak, nanti sakit dan gak bisa bernapas, nanti harus ketemu dokter”. Oke nduk, besok gak main-main biji sama hidung ya?.. Oke bapak kata fatiha.

End.

Salam dari pinggir kali Brisbane

Belanja di Supermarket di AUSTRALIA

Saya sering mendapatkan request baik di komen blog ini maupun di IG atau di FB. Banyak yang request minta info dong kak biaya hidup di Australia gimana, atau harga barang di aussie gimana dan sebagainya.

Kalau Biaya Hidup di Australia sih sudah sy tulis disini ya dari perspektif student ya dan itu untuk kasus di Brisbane tepatnya di St Lucia, suburb kampus saya The University of Queensland.

Tapi untuk sharing semacam harga bahan pokok itu kok ya gimana gitu, soalnya saya juga jarang masak, bisanya masak hanya nyeplok telur dan indomie wkwkw, jadinya kan sering belanja sih tapi belanjanya ya yang instan-instan.

Alhamdulillah sejak akhir Mei istri sudah datang ke sini, ya yang pasti namanya cewe kan suka eksperimen terutama masalah masakan, jadi ya kami akhirnya belanja layaknya seperti di Indonesia.

Saya cukup males mau nulis, jadi kemaren pas belanja di Coles di Toowong, salah satu supermarket besar yang terdekat dari rumah kami. Karena kami dari kampung ya kadang cukup kaget, misalnya dengan harga Kunyit di sini, 1 kg 300 rebu rupiah, atau harga Kemangi lalapan sak uprit 30 ribu rupiah dan sebagainya.

Penasaran?
Langsung saja ya saksikan di video kami dibawah ini hehe. Jangan lupa subscribe Channel Youtube kami ya! InsyaAllah kami update dg beberapa vlog yg akan kami buat ke depan!

Belanja Kebutuhan Sehari Hari di Australia

Udah yahh.. sampai jumpa di postingan selanjutnya

Festival Bunga di Toowoomba QLD Australia

Hi sahabat semua, entah kenapa minggu ini saya lagi cukup bersemangat untuk posting tulisan di blog ini. Kemarin saya sudah posting ttg Keindahan Alam di Stanthorpe dan Pendaftaran Beasiswa LPDP 2019.

Kali ini juga latepost sih sebenernya, ini juga tahun lalu sekitar akhir bulan September 2018 yakni ketika di Australia spring atau musim semi. Jadi bagi sahabat semua yang mau jalan-jalan ke Australia, khususnya ke Brisbane di akhir bulan September jangan lupa untuk mampir ke Toowoomba melihat festival bunga atau flower festival.

Begini ceritanya:…

Saya bersama 4 orang teman, kita rental satu mobil kemudian sepakat untuk ke Toowoomba, sebenernya agak aneh sih, ini cowo semua eh datang ke festival bunga hahaa. Ya klo bapak2 ada anak sama istri mah okey, tapi ini cowo semua lhoo. Yah walaupun begitu kami cowo tapi penyuka buka kok heheee.

Okey kembali ke topik.

Queens Park Gardens, Toowoomba, Queensland

Kurang lebih perjalanannya 1,5 jam jaraknya 120 km. Kami berangkat pagi dari kelurahan kami di St. Lucia. Seperti yang sudah kami duga, yah parkiran penuh! Karena memang festival bunga ini di tanggal tertentu yakni 20 ‚Äď 29 September 2018, hanya 10 hari. Untuk tahun ini juga sepertinya ditanggal yang sama.

Langsung saja, ini oleh2 atau kenang2annya..

Toowoomba Carnival of Flowers
Laki laki pecinta Bunga hahahaha

Eehhh, setelah kita lihat festival bunga, kemudian beberapa acara di Queens Park Gardens kami juga tak lupa untuk mampir ke Japanese Garden di Toowoomba.

Padahal saya ya udah hidup 2 tahun di Korea, pernah ke Jepang juga tapi tetap penasaran juga, kaya apa sih Japanese Garden di Toowoomba, apa iya sakura bisa hidup di Australia? pikirku

Dan ternyata….

Pohon sakura di Japanese Garden di Toowoomba

Hahaha, sempet kaget sih aku, ternyata sakura bisa tumbuh di bumi Queensland dan itu penampakannya!

Japanese Garden di Toowoomba

Bagus juga pemandangannnya, worth it lah, hanya saja danaunya sedikit keruh, tapi ttp ramai pengunjung dan wildlifenya jg wild life khas australia hehe.

Setelah puas main dan jalan-jalan di Toowoomba akhirnya sore kita pulang dan namannya orang Indonesia ya, tingkahnya aneh2. Kami juga foto di icon kota Toowoomba, ini sebenernya lokasinya dipinggir jalan. Walaupun kami susah cari parkirnya tapi kalau gak foto kayaknya rugi deh. Ini hasilnya…

Toowoomba, The Garden City

Hahaha, gayanya kok kayak orang jadul sih padahal aku kan masih milenial wkwk.

Oke, sudah sampe disini dulu ya postingan kali ini, sampai ketemu di postingan berikutnya. Untuk membaca tulisan saya yang lain, baik yg serius atau yg ttg jalan-jalan di Australia bisa dibaca di sini https://mafrur.com/kuliah-di-australia/

Salam dari tepian sunga Brisbane

Rischan Mafrur

Belajar dari Guru Sejati

BELAJAR DARI GURU SEJATI

Menjadi #guru bukanlah perkara mudah, guru dalam konteks umum ya, baik itu guru sekolah, madrasah, guru agama, bahkan dosen pun sejatinya adalah seorang guru.

Dalam falsafah¬†#jawa¬†guru sering diartikan “digugu lan ditiru”, “digugu” berarti segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa bisa dipercaya dan “ditiru” bermakma seorang guru harus menjadi suri tauladan (panutan).

Beruntung rasanya sabtu lalu di acara halal bi halal IISB saya bisa duduk cukup lama di samping beliau Bapak Iman Partoredjo (sesepuh di Queensland yang sudah sejak tahun 1965 tinggal di Australia). Saya benar-benar mendengarkan cerita beliau dan belajar dari beliau, seorang Guru sejati yang patut untuk digugu dan ditiru.

Beliau bercerita tentang lika-liku jalan hidupnya selama di #Brisbane #Australiayang kurang lebih sudah lebih dari 50 tahun berada di sini dari mulai mengajar di Monash University di #Melbourne sampai kemudian mengajar bahasa #Indonesia di #Brisbane pun dilakoni oleh beliau yang merupakan lulusan dari Exeter University Inggris ini.

Beliau adalah orang pertama yang secara resmi mengajarkan #bahasa#Indonesia di Queensland bahkan mungkin di Australia karena pada akhirnya buku beliau dan kurikulum yang beliau susun dijadikan sebagai modul untuk pengajaran bahasa Indonesia di seluruh sekolah-sekolah di Australia.

Salah satu yang membuat saya sedih adalah jawabannya atas pertanyaan saya mengenai apakah semakin kesini bahasa Indonesia semakin diminati di sini atau sebaliknya.

Kata beliau, dulu masyarakat Australia sangat antusias belajar bahasa Indonesia karena mereka tau #Indonesia adalah bangsa yang besar dan merupakan negara tetangga, kemudian dulu Indonesia juga disebut-sebut akan menjadi macan #Asia . Sayang thn 98 Indonesia terkena krisis ditambah lagi ada konflik dg timor timur sehingga hubungan Australia dan Indonesia tdk sebaik sebelumnya. Hal tersebut jg sangat berdampak pada masa depan bahasa Indonesia di sini.

Tapi hal itu tidak memutuskan semangat Pak Iman utk tetap mengajarkan bahasa #Indonesia dan mencari jalan keluar agar semakin banyak masyarakat Australia yang mau belajar bahasa Indonesia.

Tidak hanya itu Pak Iman adalah generasi awal dan pendiri #IISB (Indonesian Islamic Society of Brisbane) dan sudah tidak menjadi rahasia lagi karena hampir seluruh masyarakat Indonesia di Brisbane tahu bagaimana pengorbanan beliau baik jiwa, raga, harta, dan waktunya demi tegaknya #islamdi sini dan demi Indonesia negara yang ia cintai.

“Walaupun saya sudah lama tinggal di sini tapi darah saya masih merah putih” kata beliau.

Entah kenapa tak sadar mata saya berkaca-kaca mendengar ucapan itu.

Semoga Allah selalu memberikan kesehatan, perlindungan, dan keberkahan pada Pak Iman dan keluarga

Salam dari Brisbane
Rischan Mafrur

Cara Mendaftar Universitas di Australia

Cara daftar kampus di Australia

Saya nulis ini karena kemaren ada email yang masuk dan selain itu juga baik di FB dan IG ada yang bertanya tentang langkah-langkah untuk mendaftar di kampus Australia.

Saya sebenarnya sudah menulis tulisan cukup lengkap tentang kuliah di Australia di sini . Tapi sepertinya beberapa informasi masih tersirat misal kemaren bertanya gimana sih cara enroll, terus ngurus visanya setelah enroll, syarat untuk enroll di kampus itu gmn, kapan bayar OSHC (Oversease Student Health Cover)/ Insurance dan sebagainya. Nah tulisan ini ingin menjawab pertanyaan tersebut sehingga nanti kalau ada yang tanya ke saya lagi tinggal kasih tulisan ini.

Baik, dalam tulisan ini, saya ingin membahasnya point to point dengan singkat dan jelas, jadi langkah-langkah mendaftar di kampus Australia adalah sebagai berikut:

    1. Bagi yang mau melanjutkan S2 by Courses itu cukup mudah karena kita tidak perlu mencari supervisor/advisor terlebih dahulu, bagi yang mau daftar S2 by research/ MPhil atau S3, step pertamanya adalah browsing supervisors dulu, nyari pembimbing riset yang cocok dengan penelitian/topik kita.
    2. Hampir semua kampus di Aussie sepertinya cukup enak dalam hal submit aplikasi, misalnya jika saya bandingan dengan di Korea, Jepang yang mana saya harus mengirim dokumen via post, dulu saya sempat apply juga di kampus saudi dan itu cukup enak karena semua online tapi application systemnya tidak sebagus di sini, yang paling enak pas kemarin apply UQ.
    3. Buka website kampus, dalam hal ini contohnya kampus saya, jadi buka website The University of Queensland UQ, tinggal saja apply as international student. Buat akun pakai email dan password. Di portal itu nanti kita bisa isi data diri, kualifiakasi pendidikan kita, dan informasi lainnya. Setelah itu tinggal apply deh, upload dokumen-dokumen yang diperlukan, semuanya bisa dibaca di guideline/ required documents.
    4. Catatan: di UQ untuk S2 ada application fee yaitu 100 AUD, sedang untuk S3 tidak ada application fee. Bagi kalian yang mau apply S2 kalian juga bisa datang ke pameran pendidikan, biasanya dipameran pendidikan mereka bisa ngasih application fee waiver, jadi kalian tak perlu bayar application fee.
    5. Bagi yang S3 biasanya di portal ada isian nama advisornya, atau bisa juga S3 tidak cari advisor dulu, nanti kampus yang nyariin.
    6. Setelah semua form diisi, semua dokumen lengkap, tinggal submit saja. Nah, nanti kampus akan menilai berkas aplikasi kita, waktu assessment nya tergantung ada yang cepet ada yang lama, tergantung sikon juga, tapi kita kasih waktu saja 4 weeks alias 4 minggu.
    7. Kalau semua persyaratan terpenuhi dan kualifikasi kita layak, maka kita nanti akan dapat offer letter atau istilahnya Unconditional Letter of Aceptance (LoA). Bagi yang masih ada kekurangan persyaratan misal skor IELTS kurang biasanya bisa dapat Conditional LoA, nanti akan jadi Unconditional jika syarat bahasanya sudah terpenuhi. (Contoh Unconditional LoA seperti di bawah ini)
    8. Sudah itu saja! Setelah kita dapat LoA, kita bisa cari scholarship. Ada beberapa scholarship yang mewajibkan pendaftarnya mempunyai Unconditional LoA seperti Endavour kalau tidak salah. Di sinilah kegunaan LoA, jadi LoA itu semacam dokumen yang menyatakan bahwa anda sudah diterima di kampus. Untuk beasiswa seperti LPDP tidak mempersyaratkan harus punya LoA kok, tapi biasanya klo udah punya lebih meyakinkan lah, gitu.
    9. Ketika kalian diterima beasiswanya, nanti dari scholarship provider akan menerbitkan letter of scholarship/letter of financial guarantee. Surat itulah nantinya yang kalian upload di portal pendaftaran tadi. Bagi yang mau kuliah dengan biaya sendiri, nanti bisa upload financial support statement dan bank statement punya orang tua. Setelah itu nanti pihak kampus akan menerbitkan CoE (Confirmation of Enrollment), dengan modal CoE inilah nanti kita bisa apply student visa. (Contoh CoE seperti di bawah ini)
    10. Setelah dapat CoE kita bisa apply visa, tapi masih ada yang harus diurus yaitu bayar OSHC, untuk yang dapat scholarship biasanya sudah langsung dibayarkan oleh pihak pemberi beasiswa jadi jangan khawatir, bagi yang mau biaya sendiri yang harus bayar sendiri, caranya tinggal kontak saja OSHC provider, atau langsung kontak pihak kampus untuk meminta tolong menguruskannya.
    11. Bila sudah ada CoE, pihak scholarship provider sudah membayar OSHC, maka kita bisa apply visa. Saya apply visa menggunakan jasa agen dan kurang dari 5 hari visa langsung terbit. Silahkan bisa baca detilnya di sini .
    12. Oya kalian juga bisa mengajukan defer maksimal 3 kai, jadi klo misal tadinya udah accept untuk offer commencement February (mulai kuliah February), kemudian mungkin karena dari scholarship provider belum mengijinkan berangkat atau ada satu lain hal, kalian bisa mengajukan defer/mengundurkan keberangkatan. Enak kan? tak perlu apply ulang lagi. Klo misal di Korea, ini tidak bisa, kita harus apply ulang dan kirim dokumen via post lagi.

Dan sebagai catatan, semua hal di atas, kita bisa menggunakan jasa agen. Gila!!! apa nggak gampang banget. Misal kita tinggal minta tolong agen, nyerahin transkrip S1 kita yang terlegalisir, IELTS, dan dokumen pendukung lainnya. Setelah itu udah tinggal nunggu Unconditional LoA aja dari agen. Habis itu appy scholarship, klo beruntung dapat scholarshipnya, habis itu serahin letter of sponsor ke agen beserta dokumen pendukung lainnya, udah tinggal terima jadi sampai ke pengurusan visa pun kita tinggal terima jadi.

Oya tapi kalau S3 dan harus nyari supervisor sepertinya lucu ya kalau pakai agen? hehe.

Tapi tentu kurang greget ketika semua dilakukan oleh agen hehe. Saya hampir tidak pernah mengurus apapun menggunakan agen, hanya satu itu yaitu mengurus visa kemaren, karena saya tidak punya credit card, jadi nanti report di payment nya. Akhirnya saya minta tolong agen heheh.

 

Okey mungkin ini saja ya, semoga bermanfaat, bagi yang mau apply sekarang sudah tidak bingung lagi kan?

Sampai ketemu lagi di postingan berikutnya.

Salam dari Pinggir Kali Brisbane

Rischan Mafrur

Brisbane Festival 2017

Tanggal 30 September di Indonesia adalah tanggal bersejarah dimana pengibaran bendera setengah tiang dilakukan untuk memperingati kejadian G30S/PKI. Beda negara tentu beda adanya. Di Brisbane tanggal 30 September 2017 kemaren termasuk tanggal yang ditunggu banyak orang yaitu karena ada Sunsuper Riverfire. Apa itu Sunsuper Riverfire?

Di sini sejak tanggal 9 September sampai tgl 30 September 2017 ada Brisbane Festival. Di Brisbane festival 2017 ini banyak sekali eventsnya, bisa lihat schedule event-eventnya di website resminya. Puncak acaranya adalah tanggal 30 September 2017 yaitu Sunsuper Riverfire (peluncuran kembang api) di sepanjang sungai Brisbane di South Bank.

Inget kembang api saya jadi inget dulu pas S2 di Korea, dulu saya sama teman saya pergi mau lihat kembang api di sana, eh ternyata teman-teman Indonesia juga banyak yang mau lihat. Jadi kita bareng-bareng ke downtown (ke city), terus kita pesan makanan. Ternyata makannya datangnya lama banget, yang pada akhirnya kita semua kelewat untuk lihat kembang api karena nunggu pesanan makanan hehe. Temen saya ini luc, sesampainya di dorm, dia buka laptop terus buka youtube kemudian buka video kembang api. :V  Katanya kan tadi failed mau lihat kembang api jadi sekarang lihat di Youtube.

Kalau kemaren tanggal 30 September, saya tidak failed untuk melihat Kembang api di acara Brisbane festival.

Jadi ceritanya begini, saya baru ke Brisbane sini jadi masih belum hafal jalan kemana, ke kota dan sebagainya. Di Brisbane transportasi publik ada 4 macam lah (taksi, bus, kereta, dan citycat). Citycat ini yang menarik karena bagi saya ini baru. Brisbane ditengahnya dibelah sama Brisbane river (Sungai Brisbane) jadi karena adanya sungai ini akhirnya dimanfaatkan untuk transportasi juga.

Untuk melihat kembang api, saya berangkat jam setengah 5 sore dari rumah, saya jalan kaki ke St Lucia Ferry terminal (Terminal citycat di kampus saya), habis itu naik ferry menuju ke south bank, tidak jauh, tidak ada setengah jam saya sudah sampai (kurang lebih 4 atau 5 stops). Foto di ata ketika saya naik ferry dari UQ ke South bank. Foto dibawah ini kalau mau lihat jalur ferry dari UQ ke South Bank.

Sesampainya di terminal ferry di south bank eh ternyata dipinggiran sungai di south bank sudah penuh sama lautan manusia yang nunggu kembang api. Mereka pada piknik, pada gelar tiker, dan sebagainya.

Gambar dibawah ini foto kembang api kemaren yang saya ambil dari Google, harusnya sih saya cari posisi di dekat jembatan ini, tapi sudah tidak kebagian tempat jadi ya sedapatnya.

 

Kalau dapat di spot yang bagus ya dapat fotonya mesti bagus, cuman sayang karena penuh ya saya akhirnya cari tempat yang agak luang, bagaimana detilnya?

Bagi yang penasaran silahkan bisa nikmati vlog saya di bawah ini. (maap vlognya jelek karena masih amatiran heheh)

 

Semoga bermanfaat, salam dari Brisbane.

Biaya hidup di Australia

Hallo sahabat semua…

Di postingan kali ini saya akan membahas mengenai biaya hidup di Australia khususnya di tempat saya tinggal yaitu di Brisbane. Australia mirip dg US, jadi modelnya negara bagian, tiap negara bagian tentu akan berbeda biaya hidupnya. Jadi tulisan ini hanya berlaku untuk teman-teman yang mau tinggal atau berencana kuliah di Brisbane, mungkin juga masih relevan untuk negara bagian Queensland dan bisa nambah  info juga.

Baiklah, di sini saya juga memandang dari perspektif pelajar bukan pekerja. Tentunya kalau pekerja profesional di Australia pasti cara pandangnya beda karena dapat penghasilan yang lumayan dari sini.

Oke ayo kita mulai…

Yang pertama, saya shock ketika ternyata untuk membawa keluarga bayar asuransinya mahal banget. Pengalaman yang sangat berbeda dengan di Korea, saya di Korea untuk biaya asuransi itu kita bayar per semester untuk mahasiswa, dan saya juga sudah sering nanya-nanya teman yang bawa keluarga, intinya di sana asuransi terhitung masih murah banget. Sebenarnya di sini mungkin kalau asuransi itu dibayar tiap bulan jadi tidak terasa tapi sistem di sini adalah ketika mau bawa orang untuk tinggal di sini (family) maka bayar asuransi itu di awal sebagai syarat pembuatan visa. Jadi, saya sudah bayar asuransi untuk 4 tahun kedepan dan dibayar diawal sebagai persyaratan visa. Untuk asuransi (OSHC) pelajar single itu lumayan, tidak begitu mahal yaitu sekitar 3,000 AUD dan itu dicover oleh beasiswa. Bagi yang mau bawa keuarga yang repot, mungkin pembaca bisa membaca tulisan saya sebelumnya tentang berpisah dengan keluarga demi S3. Intinya, saya sudah tanya teman saya yang baru membawa keluarga semester lalu ke Brisbane (ybs bawa istri dan satu anak), itu dibutuhkan dana lebih dari 13,000 AUD, yah siapkan 140 juta rupiah.

Yang kedua, sistem tempat tinggal di sini. Kalau dulu ketika saya kuliah S2 di Korea, dormitori itu adalah tempat yang paling nyaman untuk tinggal yaitu dekat dengan kampus, harga murah dan terjangkau, dan bisa memilih dormitory yang ada shared kitchen nya, jadi bisa masak. (*note: tidak semua kampus seperti ini). Ketika saya di UQ saya cukup kaget, ketika lihat harga tempat tinggal di sini.

Kalau dulu di Korea, sistem pembayaran dormitory per semester, saya dulu bayar sekitar  650,000 won (kampus saya di Chonnam National University, di Gwangju, tentu kalau di Seoul beda). Di sini sistemnya adalah per week, dan tagian dibayar per dua minggu. Saya kaget dulu pas tahu gini hehe. Coba teman-teman lihat gambar di atas. Kalau mau di dormitory kampus itu harganya selangit!!! paling mahal diantara yang lain.

Coba bayangin saja, tinggal di dormitori kampus $500 per week, 1 bulan 2,000 aud atau 21 juta rupiah. Itu baru tinggal belum keperluan yang lain.

Jadi pilihan yang mungkin masih bisa sesuai kantong adalah kolom ke dua yaitu shared house.

Mungkin ini perlu saya sampaikan juga, pas di Korea, dormitory saya murah banget itu juga karena satu kamar dua bed, dan isinya dua orang. Jadi ya kalau dari sisi privacy kurang nyaman. Kalau sistem di sini yaitu shared house. Jadi saya sekarang tinggal di Rumah yang cukup dekat dengan kampus (5 menit jalan kaki).

 

Yaitu di Hawken Drive no 263, ini satu rumah ada tiga kamar. Oya di sini rumah fasilitasnya pasti standard (dapur, kulkas, microwave, mesin cuci, pengering, dsb pasti ada, jangan khawatir). Harga kamar di rumah ini juga beda-beda (180,160, dan 140) dan saya kebagian yang paling murah (kamar paling kecil) yaitu 140 AUD per week. Apakah itu sudah include all bills? Tidak.

Perbulan saya masih harus bayar internet 20 AUD, dan per tiga bulan bayar listrik dan air (ini fluktuatif). Jadi biaya internet per bulan, listrik dan air per tiga bulan (jadi nanti jumlah tagihannya berapa kemudian dibagi 3- karena tiga orang yg tinggal).

Menurut saya, saya cukup beruntung dapat tempat di sini karena dekat dengan kampus, yang jelas tidak perlu pakai bis atau transportasi lain untuk ke kampus, ya konsekuensinya mungkin harga jelas lebih mahal, kalau penasaran bisa di check di sini  (semakin deket dengan kampus pasti semakin mahal). Oya di awal juga ada bond nya, jadi saya harus bayar bond di awal sebanyak 4 minggu (560  AUD). -> Jelas bond ini bisa diambil besok pas keluar.

Besok juga tantangan tersendiri kalau membawa keluarga, karena pasti nyari tempatnya lebih susah dan lebih mahal.

Yang ke tiga, Untuk keperluan makan, transportasi, dan lain-lain sepertinya tidak begitu kaget, ya standard, dulu pas saya awal kuliah master (karena waktu itu pertama kali ke luar negeri) memang sempat shock, istilahnya price shock. Kalau sekarang sudah tidak, dibawah ini mungkin bisa menjadi gambaran harga-harga kebutuhan di sini.

Di kafetaria kampus untuk makanan harganya ya lumayan lah, misal Nasi biryani (daging ayam, nasi pakistan) itu $5, kalau mau yang lebih enak ya range $5 ~ $10. Untuk makanan, australia juga tidak punya makahan khas, jadi di sini bisa mencoba makanan dari semua negara, di kantin kampus ada makanan korea, india, pakistan, china, thai, brazil dan sebagainya. Untuk Pulsa, saya pakai prepadi, $30 per bulan, 3 GB data dan unlimited call & SMS ke nomor sesama australia. Untuk telp international saya pakai VoiP.

Jadi kalau mau dihitung misalnya seperti ini:

  1. Kamar: anggap saja $170pw (include listrik, air dan internet) jadi ($680 per month) * hanya february lho yg punya 28 hari selebihnya pasti lebih.
  2. Makan: sekali makan anggap aja paling murah $5 kali 3 untuk sehari = $15 di kali 30 untuk sebulan = $450 (tentu akan lebih ngirit kalau masak sendiri)
  3. Pulsa = $30 per bulan
  4. Transport = ini tergantung, kemana saja jadi tidak bisa ditentukan.
  5. Lain-lain (jajan cemilan dan sebagainya), juga tergantung masing-masing.

Oya bagi yang punya anak kecil dan berencana untuk menitipkannya (child care) itu juga lumayan mahal, 1 harinya $95 hehe (* jangan dirupiahin = 1juta) nitipin anak kecil sehari sejuta hehe. makin kecil makin mahal sepertinya

Jadi total semua tanpa point no 4 dan 5 (misalnya tinggalnya deket kampus dan jarang pergi-pergi, jarang nyemil), tidak masak sendiri, makan diluar nyari yang paling murah, itu total per bulan 1160 ya mungkin digenapkan 1200 AUD per month.

Jadi segitu lah bisa hidup dengan pas-pasan di sekitar kampus The University of Queensland (UQ), Brisbane.

Tulisan ini semoga bisa memberikan gambaran teman-teman yang mau studi di sini. Untuk tulisan saya yang lain mengenai studi di Australia bisa dibuka di sini.

semoga bermanfaat, salam dari Brisbane

 

Brisbane, 27 September 2017

 

UPDATE:

Saat ini saya tinggal bersama keluarga, menyewa satu unit kecil di deket kampus dg harga sewa 270 AUD/week belum termasuk bayar listrik dan gas ya. Kalau mau lihat unitnya seperti apa silahkan saksikan di video berikut ini:

Tambahan, video belanja saya di supermarket deket rumah, semoga bisa membantu teman2 yg membutuhkan info ini: