Pendaftaran Beasiswa LPDP 2018

Pagi ini ketika buka HP, beberapa orang di Grub Whatsapp yang saya ikuti sudah mengeshare informasi mengenai pendaftaran beasiswa LPDP 2018. Saya coba buka linknya eh-timeout kemungkinan sih karena banyak yang akses. Tapi tadi sempat saya reload bisa dibuka di HP. Sekarang tidak bisa lagi.

Jadi bagi adek-adek yang sudah menanti informasi kapan pendaftaran beasiswa LPDP 2018 dibuka akhirnya datang juga. Bahkan saya sering sekali dapat email ataupun via sosial media atau di blog ini yang bertanya perihal tersebut. Oleh karena itu, saya post saja di sini. Berikut ada beberapa informasi penting yang tadi sudah saya screenshoot sebelumnya mengenai pendaftaran beasiswa LPDP 2018.

Berikut adalah informasi penting tersebut:

  1. Quota beasiswa LPDP 2018 adalah 4000, jadi hanya 4000 awardee yang diterima nantinya.
  2. Pendaftar di tahun 2018, dapat memulai perkuliahan tahun 2019 dan sudah tidak ada proses pindah kampus, jadi harus melanjutkan dikampus yang sudah dipilih pas pendaftaran.
  3. Ada schema baru yaitu co-funding (jadi model shared cost), sebagaian dibiayai LPDP sebagian biaya sendiri.
  4. Berikut adalah timeline pendaftaran beasiswa LPDP 2018 dalam negeri, luar negeri, dan disertasi terlampir
  5. Daftar kampus tujuan Luar Negeri untuk kampus regular semakin ketat: Daftar kampus tujuan Luar Negeri buka di sini dan daftar kampus tujuan dalam negeri lihat di sini.

 

 

 

 

 

Jadi yang perlu diingat bagi yang mau daftar beasiswa LPDP 2018 untuk dalam negeri, Senin tgl 7 Mei sudah dibuka pendaftarannya dan pendaftaran ditutup tanggal 8 Juni 2018. Bagi yang mau daftar beasiswa untuk luar negeri, pendaftaran dilakukan mulai 2 Juli 2018 – 21 September 2018.

Semangat ya..

Oya berikut ada beberapa tulisan saya mengenai pengalaman seleksi LPDP dan tips nya. Jadi bisa jadi bahan bacaan dan referensi.

Kumpulan tulisan-tulisan saya tentang beasiswa LPDP bisa dibuka di sini 

Bagi yang sukanya nonton Vlog, ini ada Vlog lengkap tentang Tips lolos beasiswa LPDP.  (Ini playlist isinya ada 7 videos)

 

Sukses ya..

Info official pengumuman pendaftaran beasiswa LPDP bisa dibuka di sini PENDAFTARAN LPDP 2018

Salam dari Pinggir kali Brisbane

Rischan Mafrur

Lolos Wawancara LPDP

Seperti yang sudah saya tulis di postingan sebelumnya mengenai hasil dari seleksi administrasi LPDP. Ketika teman-teman sudah mendapatkan hasil dari seleksi administrasi LPDP dan dinyatakan lolos, maka teman-teman akan mendapatkan informasi berupa lokasi seleksi (ini dipilih teman-teman sendiri pas ngisi form pertama kali), kemudian jadwal verifikasi dokumen, WAWANCARA atau SELEKSI SUBSTANSI, LGD, dan essay on the spot.

Tentu untuk verifikasi dokumen saya tidak akan membahasnya karena kalau memang teman-teman lolos seleksi administrasi dan semua dokumen yang diupload bisa di tunjukkan ketika verifikasi dokumen tentu tidak akan bermasalah. Tapi ketika saya sedang menunggu antrean verifikasi dokumen saya melihat ada beberapa orang yang harus bolak-balik karena dokumen tidak lengkap atau salah, misalnya surat pernyataan formatnya salah, dsb. Jadi silahkan benar-benar dibaca booklet LPDPnya.

Pengumuman tanggal 27 Juli dan kebetulan untuk Yogyakarta mendapatkan tanggal yang pertama yaitu tanggal 10-12 Agustus 2016. Jadi saya benar-benar kurang persiapan baik untuk wawancara, LGD, dan essay on the spot. Saya hanya pernah dengar untuk program LN, interviewnya, LGD, dan essay on the spotnya full bahasa inggris, tapi insyaAllah disini saya tidak ada masalah. Hanya saja setelah saya membaca beberapa pengalaman seleksi wawancara LPDP dari internet saya benar-benar melihat bahwa pertanyaan reviewersnya benar-benar random. Misal saya pernah membaca reviewer minta agar yang di interview menyanyikan lagu daerah, kemudian ditanya tentang visi-misi LPDP, nama mentri, UUD, pancasila, dan sebagainya.

Oleh karena itu, di minggu-minggu menunggu WAWANCARA atau SELEKSI SUBSTANSI di sela-sela waktu saya membaca semua tentang LPDP, dari visi-misinya, orang-orangnya, kemudian juga ngulang pelajaran PPKN/PKN :). Disamping itu saya juga selalu membaca berita di thejakartapost dan juga detik. Seperti sebelumnya yang sudah saya sampaikan juga, dari informasi yang saya pelajari sepertinya intinya adalah jadilah diri sendiri.

Sesuai dengan jadwal yang saya dapatkan, tanggal 10 Agustus sore saya hanya datang untuk verifikasi dokumen, saya antre cukup lama, entah kenapa bisa molor, di jadwal jam 15:50 tapi saya dapatnya hampir jam 6 sore. Saya melihat ada beberapa orang yang bermasalah ketika verifikasi di depan sehingga mereka membutuhkan waktu yang cukup lama. Ketika nama saya dipanggil untuk verifikasi, kemudian saya tunjukkan semua dokumennya dan langsung ok, tidak sampai 5 menit sekitar 3 menitan. Alhamdulillah, verifikasi lancar.

Oya, jangan lupa ya formulir LPDP dan kartunya di cetak kemudian dibawa, sebenarnya informasi-informasi yang diberikan LPDP sangat jelas kok.

Hari ke dua, tanggal 11 Agustus 2016, saya mendapatkan jadwal wawancara alhamdulillah pagi jadi masih fresh. Saya mendapatkan jadwal jam 08:45 dan benar, kalau untuk interview pas banget waktunya sebelum jam itu saya sudah dipanggil untuk datang ke ruangan yang dipakai untuk wawancara, dan disitu masih ngantre sebentar.

Nah…. detik detik… deg-deg an pun terjadi….

Saya masuk, sebelumnya ada petugas yang meminta saya untuk mematikan HP sebelum masuk ruangan. Disitu ruangannya besar dan dibagi menjadi beberapa meja yang isinya ada 3 interviewer dan yang di interview duduk di depannya. Saya mendapatkan nomor meja 10.

Selamat pagi Bapak, Ibu, saya sambil menyalami interviewer.

Ibu yang ditengah, membuka pembicaraan. Baik, sebelum wawancara dimulai saya perkenalkan dulu, saya dari UI kemudian bapak sebelah kiri saya dari UGM, dan sebelah kanan saya dari UNY. (Ibunya menyebutkan semua nama, tapi saya lupa hehee 😀 tapi disitu beliau tidak menyebut siapa yang psikolog, siapa yang ahli dan sebagainya). Kemudian Ibu tadi bilang, nanti wawancaranya akan direkam, tidak keberatan kan?. Tentu saya jawab “Tidak bu”. Baik wawancara saya mulai.

Ibu tadi mengeklik tombol rekorder, kemudian Bapak yang samping Kiri langsung bertanya ke saya.

Mr. Rischan, did you study in Chonnam?

Yes Sir.

Do you have any publication?

Yes Sir, I have 7 international publications. 4 International Journals, 3 international conferences. 5 papers as first author and 2 papers as second author. All of them are indexed by Scopus.

Saya sambil ngasih segempok papers yang sudah saya print ke beliau.

From all of your publications, is there any SCI or SCIE papers?

Unfortunately, no Sir. The scopus journals are enough for a master but for PhD, PhD students have to publish SCI/E paper if they want to graduate. As I know Scopus journals are not too bad.

Berikut adalah daftar dari publikasi ilmiah saya yang terindex oleh Scopus: Google scholars saya bisa diakses di sini

Yes, I know it. Thats good not bad. Sambil buka-buka paper saya, dan memberikan kode ke ibu sampingnya untuk ambil alih. Bapak ini terus membuka-buka paper saya dan menulis sesuatu di catatannya.

Ibu: Do you want to continue your study in SNU (Seoul National University)?

Hmm.. Ok, I wanna explain this because I think it’s important. Since last year, I made a list of professors in Korea who has similar research/activity to me. I ranked them based on the number of international students, the quality of publication, what kind of their projects and etc. You can see the list here (saya menunjukan list lab-lab yang sudah saya searching sebelumnya). I selected SNU because this campus is the best one in Korea. I contacted Prof XX but til the deadline of LPDP form submission, he did not reply me. So, I was positive thinking and pretty confidence. When I submitted the LPDP form, I selected SNU as my future campus. A week after LPDP submission, he replied me that he will not accept a PhD student this year. Unfortunately, he is the only one professor in SNU who has research topic that I am interested to. Now, seems little bit hard for me to continue my PhD in SNU.

Couple weeks ago, I contacted a professor in Kyung Hee university. His research is quite similar to mine. He agreed to accept me as his PhD student. This is the statement letter from him. (kemudian saya memberikan statement letter dari Prof di Kyung Hee ke Ibunya). Jadi sebelum interview saya minta ke Prof untuk membuatkan saya letter statement karena memang kan saya belum punya LoA karena belum apply ke kampus mana pun.

Ibu : is this campus on LPDP list?

Me : Absolutely, yes.

Ibu: Ok, your research proposal is related to mining human behaviour, is that right? As I understand this research has been there for a long time ago. Do you think your topic is up to date?

Nah disini kita diskusi panjang lebar, saya lupa lengkapnya seperti apa, dan tentunya juga tidak penting untuk teman-teman karena ini menyangkut topik riset saya. Intinya disini saya benar-benar berusaha untuk meyakinkan bahwa riset saya itu keren. Jujur saja saya suka, karena ibunya terlihat tertarik dengan apa yang saya utarakan, bahkan beliau ngasih masukan-masukan. I am not sure, apakah beliau ini bidangnya sama dengan saya atau tidak hehee.

Habis itu giliran bapak yang dari UNY. Pertanyaannya sepertinya ngetest.

Could you explain to me what is computer science?

Me : jawab blabla bla..

Then what is data mining?

Me : jawab blablabla..

My last question, what is the biggest problem that you ever have and then how did you overcome?

Me : My biggest problem life is I was born in the society which does not care to education. Kemudian saya jelaskan panjang lebar, seperti yang sudah saya tulis di essay sukses terbesar dalam hidupku

Then bapaknya mantuk mantuk, dan menyerahkan ke Ibu yang dari UI.

Bapak yang dari UGM: Did you got any scholarship for your master in south korea, if yes, what kind of scholarship you got ?

Me: Research scholarship, sir from BK21 South Korea. Terus saya jelaskan skema scholarship tersebut

Hmm,, mantuk-mantuk, Whats your plan for your future?

Me: My passion is teaching and research. I always stay foolish for knowledge and in the same time I like sharing as well, especially knowledge sharing. Terus sy jelaskan bla bla bla..

Ibu yang dari UI: Hold a seconds, when you graduate from master? 2016?

Me : No, 2015.

Ibu: So, what did you do after graduate?

Me: I worked at Kartoza Pty Ltd, one of multinational company which based in cape town, south africa but I worked remotely from Indonesia.

Ibu: Why did you work at that company? is there any relation to your research?

Me: (sebenarnya sudah saya tebak sih, kalau pertanyaan ini memang agak susah, katanya pingin banyak kontribusi untuk negeri tp habis lulus malah kerja di perusahaan luar hehee). Disini saya jawab begini.

That was my plan. I want to work for a while like one or two years after I got master degree. I need new experience especially professional experiment in overseas, I wanna see how they work, hows the standard, and many more. Terus sy menjelaskan panjang lebar…

Ibu: OK, you said, you wanna contribute and work in Indonesia after you finish your PhD, you have been in SKorea for two years then you worked in overseas company. Are you sure, are you going to work here after you finish your degree?

Me: saya sebenarnya sudah memprediksi akan mengarah ke sini. Saya hanya menjawab. Yes, sure!

Ibu: Oke. my last question, after you finish your PhD, could you explain what kind of your real contribution for Indonesia especially related to your research topic.

Me: Ini pertanyaan paling susah. muter-muter pokoknya hehe. Jadi teman-teman bisa mempersiapkan dengan baik kalau ada pertanyaan seperti ini. Intinya beliau bilang. You will do research in developing country alias indonesia with advanced topic, so what kind of real contributions that will you give to Indonesia. As we understand, now, we do not have those kind of industries. We are only customer in smartphone industry.

Intinya terakhir saya bilang gini, Indonesia has a lot software developers, a lot programmers, how about computer scientist? Terus bla bla bla .. Intinya memang riset saya kan terkait dg mining human behavior dari data sensing smartphone. Memang cukup tricky menjelaskan ini.

Ibu: Oke, Thank you, this interview we are done with this interview, I’ll stop the recorder.

Habis itu Ibunya bilang dengan bahasa Indonesia. Baik sudah selesai ya, tinggal berdoa saja ya semoga bisa lolos.

Me: Baik, terimakasih bu pak, saya boleh meninggalkan kursi ini?

Ibu: Iya silahkan..

Kemudian saya menyalami interviewer dan pergi meninggalkan kursi.

Note: 

* Tentu isi interviewnya tidak saklek seperti diatas, saya menulis ini dengan keterbatasan ingatan saya. hehe, semoga bermanfaat.

Kesimpulannya bagi yang mau ke LN ya benar harus dipersiapkan, kalau based on this experience. semuanya FULL ENGLISH. 

Yang jelas, habis interview perasaan saya so-so karena memang disamping saya kurang persiapan, yang dipersiapkan malah tidak ada yang keluar, semuanya menanyakan mengenai riset saya yang saya malah tidak memprediksinya. Untung saja saya print semua papers saya. Dan yang jelas ada dua pertanyaan yang sudah saya bahas diatas yang menurut saya benar-benar susah. Jadi ya saya pasrah saja, berdoa minta yang terbaik pada Allah.

Dan tara….. Alhamdulillah, jam 4 sore tanggal 9 September 2016 saya dapat SMS dan email yang intinya saya lolos. Untuk test LGD dan Essay on the spot silahkan klik linknya ya.

lpdp_lolos_wawancara

Tips WAWANCARA atau SELEKSI SUBSTANSI LPDP menurut saya ya:

  1. Tetap selalu jadi diri sendiri
  2. Katakan apa adanya, tidak usah ditutup tutupi apalagi berbohong, karena disitu juga ada psikolog yang mengamati bagaimana kita berbicara.
  3. Bagi yang mau S3 mungkin ini bisa jadi referensi, benar-benar harus dimatengin masalah proposal riset dan penelitian sebelumnya.
  4. Menurut saya, berdasarkan interview ini nilai positif yang ada di saya adalah publikasi. Oleh karena itu hampir semua pertanyaan mengenai riset dan publikasi saya, sedikit sekali yang menyinggung persoalan pribadi atau bahkan organisasi.
  5. Santai saja, tidak usah grogi, tetap jaga eye contact, diksi dan intonasi jelas, berbicara secara meyakinkan, mempertahankan argumen kita, dan tetap menjaga sopan santun.

Mungkin itu saja dulu ya, semoga bermanfaat buat teman-teman semuanya. Sukses selalu

* – Update : Pada akhirnya saya melanjutkan S3 saya tidak di Korea, saya akhirnya memilih The University of Queensland, Australia sebagai kampus S3 saya.

Berikut tulisan-tulisan lainya mengenai seleksi LPDP saya:

  1. Page Khusus semua tentang LPDP.
  2. S3 ku mau kemana? 
  3. Akhirnya The University of Queensland, Australia adalah kampus S3 saya.
  4. Essay sukses terbesar dalam hidupku LPDP
  5. Essay kontribusi bagi Indonesia LPDP
  6. Seleksi administrasi LPDP
  7. LGD dan Essay on the spot LPDP
  8. Pengalaman dan Tips lolos seleksi wawancara LPDP
  9. FAQ Beasiswa (Pertanyaan seputar beasiswa)

Mau mengundang kak Rischan jadi pembicara/pengisi acara? silahkan buka link ini.



=============================

Bagi yg tertarik dengan tulisan saya mengenai

  1. Study di Australia [Silahkan akses ke halaman ini]
  2. Traveling alias jalan2 di Australia termasuk tempat-tempat yg harus dikunjungi [Silahkan akses ke halaman ini]
  3. Vlog tentang Kuliah/Beasiswa di Australia dan di Korea, ttg jalan-jalan kami baik di Australia dan Korea [Silahkan akses ke channel Youtube kami: Alkwangju]

Dua halaman diatas adalah kumpulan tulisan-tulisan saya ttg study dan traveling di Australia. Semoga bermanfaat!