Belanja di Supermarket di AUSTRALIA

Saya sering mendapatkan request baik di komen blog ini maupun di IG atau di FB. Banyak yang request minta info dong kak biaya hidup di Australia gimana, atau harga barang di aussie gimana dan sebagainya.

Kalau Biaya Hidup di Australia sih sudah sy tulis disini ya dari perspektif student ya dan itu untuk kasus di Brisbane tepatnya di St Lucia, suburb kampus saya The University of Queensland.

Tapi untuk sharing semacam harga bahan pokok itu kok ya gimana gitu, soalnya saya juga jarang masak, bisanya masak hanya nyeplok telur dan indomie wkwkw, jadinya kan sering belanja sih tapi belanjanya ya yang instan-instan.

Alhamdulillah sejak akhir Mei istri sudah datang ke sini, ya yang pasti namanya cewe kan suka eksperimen terutama masalah masakan, jadi ya kami akhirnya belanja layaknya seperti di Indonesia.

Saya cukup males mau nulis, jadi kemaren pas belanja di Coles di Toowong, salah satu supermarket besar yang terdekat dari rumah kami. Karena kami dari kampung ya kadang cukup kaget, misalnya dengan harga Kunyit di sini, 1 kg 300 rebu rupiah, atau harga Kemangi lalapan sak uprit 30 ribu rupiah dan sebagainya.

Penasaran?
Langsung saja ya saksikan di video kami dibawah ini hehe. Jangan lupa subscribe Channel Youtube kami ya! InsyaAllah kami update dg beberapa vlog yg akan kami buat ke depan!

Belanja Kebutuhan Sehari Hari di Australia

Udah yahh.. sampai jumpa di postingan selanjutnya

Nyetir dari Brisbane ke Gold Coast

Sebagai pengemudi pemula hehe dan dengan kemampuan dompet mahasiswa sehingga mobil yang saya punyai pun ala kadarnya. Dengan kondisi itu tentu saya cukup berpikir panjang jika ingin pakai mobil untuk perjalanan jauh.

Beberapa weekend yang lalu, saya berencana untuk mengajak istri dan anak jalan2 ke Gold Coast sekaligus main di pantai, karena saya tau Fatiha sangat suka sekali air dan main di pantai. Lha wong kemaren saja di ajak ke South Bank padahal lagi winter, lihat air di pantai buatan South Bank tetap mau nyemplung padahal lagi winter lho hehehe.

Tadinya kami sudah benar2 berencana berangkt sabtu pagi dengan menggunakan Kereta dari Roma Street ke Nerang Station Gold Coast, kemudian menyambing Tram di Gold Coast untuk ke Surfer Paradise (Pantai yang sangat terkenal di Aussie ini).

Istri sudah masak bekal, semua sudah ready, pagi2 kita check di Google Map saya kaget. Lha kenapa perjalanan dari brisbane ke Gold coast dengan kereta bisa 2 jam 45 menit? padahal biasanya tidak sampai segitu! Soalnya saya sering ke Gold coast pakai kereta. Ternyata eh ternyata, rel kereta nya lagi maintenance jadi smua perjalanan kereta dialihkan menggunakan Bus sehingga waktu tempuhnya jadi lama.

Akhirnya tak pikir panjang, yuk bismillah, kami pun sepakat pakai mobil driving. Saya coba check google map ya kurang lebih perjalanan 1 jam-an lah.

Brisbane to Gold Coast Driving

Ini perjalanan pertama saya nyetir ke Gold Coast, ya bismillah saja lah. Alhamdulillah perjalanan lancar tanpa terkendala halangan satupun.

Sebenernya ya rada2 nyasar dikit sih, misal pas nyari pantainya itu juga nyasar2 hehe. Terus kekhawatiran saya takut kalau tidak dapat tempat parkir yang deket dengan pantai alhamdulillah rejeki anak sholeh, walaupun parkir penuh pas kita datang, eh ada yg pergi jadinya dapat parkir bener2 di samping pantai hehe.

Al hasil fatiha seneng baget main di pantai, bahkan mau nyelup pingin renang dan pingin ke lautnya hehee.

Mungkin ada beberapa temen2 disini yang belum tau Gold Coast? Coba deh di googling. Jadi, Gold coast ini sebenernya malah lebih popular dari Brisbane sih. Soalnya memang surganya surfing. Jadi bagi pencinta surfing dan pantai pasti tahu dengan kota yang satu ini.

Pemandangannya luar biasa bagus, garis pantainya lurus panjang, sampingnya langsung kota Gold coast dengan bangunan pencakar langit. Udah gitu pasirnya putih lagi. Dan yang tak kalah penting seperti biasanya, 1 bungkus permen pun tak ada di pantai, ya begitulah. Kita harus belajar ya untuk peduli lingkungan, tidak boleh buang sampah sembarangan!

Nah, ini nih foto2nya …

Foto Keluarga di Surfer Paradise Gold Coast

Eh Fatiha malah merem hehehe
Saking senengnya dan saking bersihnya pantainya. Fatiha nyari2 kerang.
Silahkan saksikan VLOG kami di Surfers Paradise Gold Coast

Udah gitu aja ya, catatan minggu ini, sampai ketemu besok!

Salam dari Pinggir kali Brisbane
Rischan Mafrur

Festival Bunga di Toowoomba QLD Australia

Hi sahabat semua, entah kenapa minggu ini saya lagi cukup bersemangat untuk posting tulisan di blog ini. Kemarin saya sudah posting ttg Keindahan Alam di Stanthorpe dan Pendaftaran Beasiswa LPDP 2019.

Kali ini juga latepost sih sebenernya, ini juga tahun lalu sekitar akhir bulan September 2018 yakni ketika di Australia spring atau musim semi. Jadi bagi sahabat semua yang mau jalan-jalan ke Australia, khususnya ke Brisbane di akhir bulan September jangan lupa untuk mampir ke Toowoomba melihat festival bunga atau flower festival.

Begini ceritanya:…

Saya bersama 4 orang teman, kita rental satu mobil kemudian sepakat untuk ke Toowoomba, sebenernya agak aneh sih, ini cowo semua eh datang ke festival bunga hahaa. Ya klo bapak2 ada anak sama istri mah okey, tapi ini cowo semua lhoo. Yah walaupun begitu kami cowo tapi penyuka buka kok heheee.

Okey kembali ke topik.

Queens Park Gardens, Toowoomba, Queensland

Kurang lebih perjalanannya 1,5 jam jaraknya 120 km. Kami berangkat pagi dari kelurahan kami di St. Lucia. Seperti yang sudah kami duga, yah parkiran penuh! Karena memang festival bunga ini di tanggal tertentu yakni 20 – 29 September 2018, hanya 10 hari. Untuk tahun ini juga sepertinya ditanggal yang sama.

Langsung saja, ini oleh2 atau kenang2annya..

Toowoomba Carnival of Flowers
Laki laki pecinta Bunga hahahaha

Eehhh, setelah kita lihat festival bunga, kemudian beberapa acara di Queens Park Gardens kami juga tak lupa untuk mampir ke Japanese Garden di Toowoomba.

Padahal saya ya udah hidup 2 tahun di Korea, pernah ke Jepang juga tapi tetap penasaran juga, kaya apa sih Japanese Garden di Toowoomba, apa iya sakura bisa hidup di Australia? pikirku

Dan ternyata….

Pohon sakura di Japanese Garden di Toowoomba

Hahaha, sempet kaget sih aku, ternyata sakura bisa tumbuh di bumi Queensland dan itu penampakannya!

Japanese Garden di Toowoomba

Bagus juga pemandangannnya, worth it lah, hanya saja danaunya sedikit keruh, tapi ttp ramai pengunjung dan wildlifenya jg wild life khas australia hehe.

Setelah puas main dan jalan-jalan di Toowoomba akhirnya sore kita pulang dan namannya orang Indonesia ya, tingkahnya aneh2. Kami juga foto di icon kota Toowoomba, ini sebenernya lokasinya dipinggir jalan. Walaupun kami susah cari parkirnya tapi kalau gak foto kayaknya rugi deh. Ini hasilnya…

Toowoomba, The Garden City

Hahaha, gayanya kok kayak orang jadul sih padahal aku kan masih milenial wkwk.

Oke, sudah sampe disini dulu ya postingan kali ini, sampai ketemu di postingan berikutnya. Untuk membaca tulisan saya yang lain, baik yg serius atau yg ttg jalan-jalan di Australia bisa dibaca di sini https://mafrur.com/kuliah-di-australia/

Salam dari tepian sunga Brisbane

Rischan Mafrur

Keindahan Alam di Stanthorpe Australia

Sebenarnya ini postingan yang sangat terlambat, tapi bagaimana lagi memang kondisinya seperti ini. Menjadi mahasiswa S3 yang cukup sibuk dengan load risetnya 😦 kadang sedih sih hehee. Saya cukup sedih karena sering tidak bisa menyempatkan waktu untuk nulis blog, padahal rencananya dulu saya mau nulis novel, ini benar-benar novel ya hehe, kalau buku sebelumnya saya “24 Purnama di Negeri Ginseng” kan genrenya ndak jelas, tapi banyak banget sih testinya yg bilang sangat bermanfaat. Haduh malah promo buku hahaha.

Oke deh kembali ke Stanthorpe….

Tahun lalu tepatnya bulan Agustus saya bersama teman-teman indonesia (rata-rata mereka sudah berkeluarga bahkan anaknya sudah 2 dan 3 udah gede2), saya sendiri yang jomblo hehe, jomblo local sih karena istri dan anak belum sy ajak ke Brisbane, kita bareng-bareng piknik dan camping sekitar 5 mobil ke Stanthorpe tepatnya ke Sommerville Valley.

Sommerville Valley, Stanthrope Queensland

Kalau sahabat lihat peta diatas, tempat saya di Brisbane yang biru itu sedang tujuannya di point merah, perjalanan kurang lebih 3 jam. Ya 3 jam kalau di Indonesia gak tau baru nyampe mana hehe, kalau disini karena tidak macet jadi ya hanya perlu 3 jam kurang lebih 270 KM an lah.

Rencana kita memang mau camping, kita gak bawa tenda tapi mau nyewa cabin di sana yang katanya sangat bagus. Kemudian malamnya mau melihat milky way, kalau ada yang belum tau tinggak clik aja.

Yuk simak perjalannya,…

Ini dia rombongannya

Rombongan tim piknik Indonesia Brisbane hehe (*tidak lengkap)

Ketika di perjalanan sampai sekitaran Warwick, kita lihat ada gereja bagus, akhirnya foto deh


St Mary’s Catholic Parish Warwick

Sebelum kita ke Cabin untuk nginap, kita piknik dulu di Girraween National Park, Stanthorpe Queensland Australia, kabarnya disitu ada batu besar menggantung, dan ternyata begini penampakannya.

Girraween National Park, Stanthorpe Queensland Australia 

Pas foto, eh ternyata saya dilihatin sama Kanguru liar…

Girraween National Park, Stanthorpe Queensland Australia 

Setelah puas piknik, makan-makan, bus walking di Girraween, kita akhirnya menuju ke Sommerville Valley untuk nginep di cabin disana.


Sommerville Valley Cabin

Satu Cabin atau rumah kecil itu muat berapa ya? lupa saya wkwkw. Intinya asik deh, karena fasilitas lengkap disitu ada wifi, microwave, dapur dkk, lengkap pokoknya.

Nah saat malam hari saatnya melihat milkiway, hanya saja tak ada kamera dari kita yang bisa menangkap keindahan langit dan bintang2 waktu itu. Entah karena kameranya atau yg motret yang gak bisa? hehee. Indah banget, tidak bisa diceritakan dg kata2 deh.

Al hasil selain lihat indahnya bintang, kita juga bikin perapian, baka2 berbeque dan tidak lupa bakar ubi ahhahaa.

Sommerville Valley, perapian sampai pagi

Foto bersama dulu buat kenang2an masa tua hehee

Ini dia formasi lengkap, foto sebelum pulang

Sommerville Valley Cabin

Ceritanya bagus sih kalau buat novel, semoga nanti waktuku cukup yah ahaha. Besok tinggal giliran ngajak anak istri pergi ke tempat2 yang lebih asik.

Untuk membaca tulisan saya yang lain, baik yg serius atau yg ttg jalan-jalan di Australia bisa dibaca di sini https://mafrur.com/kuliah-di-australia/

Selamat berpetualang di Australia…
Salam dingin dari Brisbane.

Mengurus SKCK atau Police Clearance di Australia

Hallo sahabat semuanya, saya mau nilis lagi nih. Jadi kebetulan kemaren saya baru saja mengurus police clearance atau kalau di Indonesia biasa disebut SKCK atau Surat Keterangan Catatan Kepolisian.

Di tulisan ini saya ingin berbagi tentang pengalaman mengurus SKCK di sini ya, dan tentu sebelumnya pembaca bisa membaca disclaimer saya di sini hehe. Tentu tak bisa apple to apple ya sama Indonesia tapi kita bisa belajar banyak dari hal ini. Atau pembaca juga bisa membaca tulisan sebelumnya tentang service perpustakaan di kampus saya The University of Queensland.

Minggu lalu saya ada satu lain hal yang akhirnya memerlukan SKCK atau kalau di sini biasa disebut police clearance. Saya kira ya seperti di Indonesia namanya saja police clearance pasti saya harus datang ke kantor polisi untuk mengurusnya atau minimal online lah. Tapi ternyata saya cukup kaget hehehe.

Saya coba Googling police clearance Queensland karena saya tinggal di state Queensland. Bagi teman-teman yang tinggal di Australia saya yakin hampir sama sistemnya hanya nanti apply nya ke state masing-masing. Hasil Googlingan saya tertuju pada website resmi Police Queensland di sini.

Di website tersebut sudah sangat jelas bagaimana cara untuk mengurus police clearance. Saya sih optimise pasti simple karena data di sini pasti sudah terintegrasi. Lha visa saya saja e-visa kok, jadi tidak ditempel di paspor kayak visa-visa jadul gitu. Dan ketika masuk ke Aussie juga sudah tidak ada cap-cap di paspor. Jadi pasti data nasional sudah terintegrasi. Dan ternyata benar, simple banget! tapi ada beberapa hal yang cukup mengagetkan saya hehe.

Untuk mengurusnya tinggal ikuti petunjuk di website saja yaitu submit application online, setelah itu nanti ada onlie digital verify. Kita tinggal masukin saja nomor paspor, udah langsung bisa. Benar kan terintegrasi. Habis itu langsung mengisi alamat email dan alamat rumah, udah deh langsung tergenerate document application summary dan bisa diprint. Tampilannya seperti di bawah ini.

Saya cukup kaget kalau ternyata untuk mengurus police clearance itu saya harus ke kantor post hehe. Jadi kita tidak ke kantor polisi karena alasannya mungkin efficiency ya, kantor polisi ya hanya fokus untuk urusan kiriminal bukan administrasi. Yang teman-teman perlu tau adalah kantor post disini sangat optimal dan menjamur dimana-mana karena memang apa-apa disini kan kulturnya langsung kirim ke rumah, post, surat, online shopping itu sangat luar biasa disini. Jadi mungkin ini juga salah satu alasannya karena sangat mudah menjumpai kantor post jadi akan lebih effisien jika orang datang ke kantor post saja daripada ke kantor polisi.

Pertanyaanya masa sih ngurus police clearance dikantor post? jadi gini, dokumen application summary yang diatas itu, kita bawa ke kantor post. Di sana petugas postnya akan melakukan verifikasi identitas ke kita sebagai applicant. Kita harus bawa paspor asli kita, dan dokumen tambahan sehingga pointnya bisa 100. Saat itu saya sama petugas post diminta Debit card dan student card, harus original ya bukan copy. Jadi disini petugas post berfungsi untuk verifikasi ID saja, melihat foto dipaspor sama orangnya apa tidak dan sebagainya.

Baru deh, aplikasi itu akan dikirimkan oleh petugas post ke kantor polisi setelah dilakukan verifikasi! Begitu broohh.

Selang hanya satu hari saya mendapatkan email dari Police Queensland, dan taraa sudah jadi.

Simple banget kan? beginilah kalau data sudah terintegrasi. Polisi pasti tinggal check aja online pakai nomor paspor kita, ada track record kejahatan tidak? kalau tidak ya langsung bisa diterbitin SKCKnya. Hal ini tentu sangat berbeda dengan pengalaman saya waktu ngurus SKCK di Indonesia, tapi saya kurang tau ya sekarang hehe, semoga saja sudah lebih baik. Intinya kelemahan utama kita itu pada integrasi data. Orang punya record kejahatan kriminal di Jakarta misalnya, tinggal pulang saja ke Semarang (rumahnya, * ini hanya contoh yaaa), kemudian buat SKCK di Semarang itu pasti akan sangat mudah karena data kita belum terintegrasi. Ya kecuali kalau orang tersebut punya catatan kriminal yang luar biasa tentu akan terendus oleh polisi.

Sebenarnya konsep e-KTP itu ya mau ngikut negara-negara maju seperti ini yaitu integrasi data, tapi ehhh ya Allah. Proyeknya malah buat bancakan koruptor. Sekarang juga saya tidak tahu apakah e-KTP Indonesia bakal berguna sebagai mestinya, seingat saya waktu sebelum ke sini kita tetap diminta fotocopy KTP untuk mengurus surat surat lain hahaha. Padahal tujuannya e-KTP itu adalah single data, jadi ketika mau urus BPJS, KK, akte anak itu tak perlu lagi kita foto-copy wong tinggal masukin aja nomor KTPnya udah keluar datanya.

Satu lagi concern saya, ya karena saya orang IT, yaitu tentang dimana ini penyimpanan data e-KTP? bagaimana keamanannya? itu personal data lengkap lho. Jangan sampai data seperti itu bisa diintip oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Yah mungkin ini saja dulu sekelumit cerita saya ngurus SKCK di Queensland Australia. Sampai jumpa ditulisan berikutnya

Beginilah Perpustakaan di Kampus Luar Negeri

Halo sahabat semua.

Saya cukup lama tidak menulis blog. Di tulisan kali ini saya ingin berbagi tentang bagaimana fasilitas perpustakaan di kampus luar negeri khususnya di kampus saya yang sekarang yaitu UQ . Sebelum sahabat semua membaca tulisan ini mungkin kalian bisa baca tulisan saya sebelumnya tentang “Perlukah membandingkan Indonesia dengan Negara Lain?“, agar nanti tidak salah paham dengan tujuan saya menulis tulisan ini.

Jadi begini, salah satu tujuan saya kuliah di luar adalah untuk melilhat bagaimana sistem pendidikan di kampus tersebut, bagaimana profesional nya para staff, management, service dan sebagainya. Yang semoga nanti setelah saya balik ke Indonesia, saya mungkin bisa mencontohnya atau menularkan ke yang lain.

Pada kesempatan kali ini saya ingin sharing tentang pengalaman saya menggunakan fasilitas library di UQ. Sejujurnya saya dulu 2 tahun di Chonnam National University, Korea untuk menyelesaikan master, saya sekalipun belum pernah pergi ke perpus hehehe. Ya namanya saja orang IT, semua referensi sudah bisa diakses via online (buku, paper, journal, documentasi dsb). Hal itu ternyata juga terulang di sini hehe.

Saya sudah hampir 1 tahun di UQ dan jujur saja saya belum pernah menggunakan fasilitas perpus, lha klo nyari referensi baik itu jurnal atau prociding kan langsung online dan kampus UQ sudah subsribe ke smua jurnal2 bagus jadi tinggal download deh.

Nah, tapi kenapa saya ingin sharing tentang service di UQ library? padahal saya tidak pernah menggunakans service itu? Ya karena itulah saya pingin share, karena ini pengalaman pertama saya menggunakan service library UQ.

Jadi ceritanya begini sahabat semua. Suatu hari saya dihubungi oleh teman lama yang sekarang dia bekerja di start-up di Bandung. Dia bilang untuk keperluan pekerjaannya dia perlu membaca “Railtrack material standard” dan harganya 112 USD. Dia meminta tolong pada saya, siapa tau di UQ library dokumen ini ada, jadi intinya dia tak perlu untuk membelinya hehe.

Sebenarnya apa yang saya lakukan untuk menolongnya dari sisi policy dan ethic di kampus mungkin tidak boleh kali ya? hehe. Tapi di sini saya hanya ingin sharing bagaimana service kampus di sini! Akhirnya saya coba buka UQ online library untuk pertama kalinya.

Eh ternyata, UQ library punya chat service. Tampilannya seperti gambar di  bawah ini:

 

Di gambar tersebut juga terlihat percakapan saya dengan CS nya di UQ library dan ternyata simple banget untuk mendapatkan dokumen yang sebenarnya itu berbayar. Saya juga baru tahu bahkan di UQ, kita (student) juga bisa request sekiranya ada buku yang bagus tapi di library tidak ada, kita bisa request untuk dibelikan baik itu soft file maupun hard copy. Gileee ya.

Ya tentu kembali ke awal paragraf tadi, tak bisa kita bandingkan apple to apple dengan kampus di Indonesia. Lha di sini mayoritas students jg dari International students yang mana tuition feenya muahalnya minta ampun. Ini beasiswa saya (LPDP) mbayarin tuition fee buat saya 32.000 AUD per tahun. Ya pantes kan klo servicenya spt ini. Semua dokumen, buku, paper, dan sebagainya yang berbayar dan mahal bisa dengan mudah diakses. Ya ini lah UQ.

Setelah dapat pengalaman ini, akhirnya saya memutuskan untuk coba jalan-jalan ke Library di UQ. Istilahnya sekali-kali lah belajar di library, tidak melulu di office saja, dan memang luar biasa hehee! Library di sini di design senyaman mungkin, kalau butuh PC ada buanyak, bagi yang hanya butuh space buat belajar jg banyak banget, bahkan ada capsule (ini space buat tidur bagi yang kecapean). Bagi mahasiswa postgraduate spt saya juga bisa booking space (satu ruangan) buat belajar dan kedap suara hahaha. Dan itu smua buka 24 jam. Finally, akhirnya sekarang kadang-kadang klo saya lagi bosen belajar di office akhirnya saya pergi ke perpus!

Begitulah pengalaman seorang mahasiswa PhD yang kerjaannya hanya di office saja hahaa, udah hampir setahun di sini baru pertama kali jalan-jalan dan nyobain service di perpus 🙂

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat, atau menambah info, wawasan dan apapun itu. Sampai ketemu di tulisan-tulisan selanjutnya….

Membandingkan Indonesia dengan Negara Lain – haruskah?

Di negara A, B, C itu begini begitu, beda sama di Indonesia…

Pernah dengar ucapan-ucapan seperti di atas? Ada sebagian orang yang setelah melancong/ bepergian ke #luarnegeri atau setelah selesai #kuliah di luar negeri dia sering membandingkan kondisi di luar negeri dengan di #Indonesia

Misalnya seperti ini, di #Australia itu semuanya rapi, tertata, indah, bersih, tidak semrawut seperti di #Indonesia . Di #Korea itu transportasi umum sangat canggih, tepat waktu, rapi, walaupun kota metropolitan seperti #Seoul tapi tetap ada nuansa tradisional Korea yang tidak hilang.

Di negera ini, itu begini begitu beda sama di Indonesia… blablabla dan sebagainya…

Kalau orang yang bilang seperti itu adalah mereka yang baru pertama kali melancong ke luar negeri sih tak apa, bisa dimaklumi, tapi kalau mereka adalah #mahasiswa yaitu orang #Indonesia yang #studi di luar negeri, itu sungguh tak bisa dimaklumi.

Yang dibutuhkan #Indonesia itu bukan keluh kesahmu, protesmu, tapi kontribusimu..

Saya sangat sedih kalau ada mahasiswa yang sudah kuliah jauh-jauh ke luar negeri tapi hasilnya setelah pulang ke #Indonesia hanya bisa membandingkan ini itu. Tapi tak bisa berbuat apa-apa.

Tiap negara itu punya kondisi masing-masing yang itu harus dipahami, sebagai contoh, tak bisa kita membandingkan #Brisbane dengan #Jakarta, Brisbane kota terpadat no 3 di #Australia itu pendudukanya hanya 2jutaan sedangkan Jakarta itu lebih dari 10juta (5 kali lipat jumlah penduduk di Brisbane). Paham kan? tak bisa dibandingkan apple to apple.

Contoh lain, kalau di #Australia itu peraturan ditaati, semua teratur, tertata, hukum tegak. Yakin kalian mau seperti di #Aussie ? yangmana tiap mau bikin acara yang mengundang orang-orang harus ijin city council, mau motong pohon didepan rumah harus ijin city council, mau renovasi rumah harus ijin citi council?

Masyarakat Indonesia itu suka kumpul2, pengajian, tahlilan, dsb, yang mana pembangunan negaranya tentu harus dg pendekatan yang berbeda dg di sini yangmana masyarakatnya individualis.

Itu contoh saja ya hehe..
Hanya secuil curhat, karena ada yang seperti itu lhoo..

Ini repost dari postingan instagram saya.. maap jadi tulisannya kurang teratur dan banyak hashtag nya

Salam dari pinggir kali #Brisbane
Rischan Mafrur