Serangan Teroris di Sri Lanka

Belum lama dari kejadian pembantaian biadab di Christchurch New Zealand, kini kita dengar serangan mengerikan ketika Easter di Sri Lanka.


Kalau di NZ yang diserang adalah Masjid dan Korbanya adalah Muslim, kini di Sri Lanka yang diserang adalah Gereja dan Korbannya adalah saudara2 kami kristiani (sedikitnya ada 310 yang meninggal)


Saya biasanya tidak mau menyebut pelaku siapapun dia apapun rasnya, atau agamannya, yg jelas yg mereka lakukan adalah biadab. Hanya saja ketika saya baca berita ini : https://news.detik.com/internasional/d-4522566/kakak-beradik-jadi-pelaku-bom-paskah-di-sri-lanka-ayahnya-kaya-raya


Saya cukup tergelitik untuk membahasnya.


Pelaku diduga dari kelompok ekstremis Islamist National Thowheeth Jama’ath (NTJ), yang memang jelas mereka mengatasnamakan ideologi mereka dg ideologi islam tapi jelas islam tak pernah mengajarkan seperti itu.

Fenomena ini nyata, sebagai pemeluk agama islam dan saya punya teman yang sangat dekat (di SMA) yang dia melanjutkan kuliahnya ke salah satu kampus di solo dan memutuskan untuk berbaiat dengan Abu Bakar Al Bagdadi, dia berangkat ke Damaskus tahun 2014. Ini membuat saya sangat prihatin, dan saat itu saya tidak bisa mencegahnya. Dan saya paham bahwa orang2 islam yang punya pemahaman yg keras seperti ini memang betul adanya.

Dari berita itu saya juga cukup kaget karena dikatakan mereka dari keluarga kaya, bahkan dulu aksi bom di surabaya yang pelakunya satu keluarga mereka juga berkecukupan bahkan berinteraksi baik dengan tetangga. Begitu juga teman saya yg saya sebut di atas, dia juga lahir dan hidup dari keluarga yang berkecukupan. Hal ini membuat hipotesis saya tumbang, dulu saya berpikir bahwa “mungkin” keadilan dalam hal ekonomi/ kemiskinan bisa menjadi faktor orang melakukan aksi teror. Yg ini jelas sdh tumbang. Tapi hipotesis sy yg lainnya yakni, mungkin “keadilan” dalam konteks lain misalnya “keadilan global” dalam media masa, dalam pemberitaan mungkin hal ini bisa menjadi motif orang utk melakukan teror. Sebagai contoh islam selalu tersudutkan di media masa mainstream. Ini tentu perlu pembuktian.

Intinya, yg perlu kita pahami sebagai orang islam, orang-orang yg punya pemahaman keras seperti ini bahkan sudah ada sejak zaman sahabat nabi SAW. Mereka dikenal dg sebutan khawarij yang mana mereka membunuh sahabat Ali bin Abi Tholib (sepupu sekaligus Menantu dari Nabi SAW), dengan alasan karena Ali bin Abi Tholib tidak berhukum dg hukum Quran. Pd saat itu Ali bin Abi Tholib adalah khalifah (pemimpin umat islam). Bisa dibayangkan kan? kalau sepupu/menantu nabi bahkan dia adlh khalifah dan dibunuh oleh khawarij?

Yang jadi repot adalah ketika mereka para khawarij dan neo khawarij ini sangat lihai dalam berbicara mengenai agama atau bahkan quran pun ia hafalkan. Sehingga hal ini bisa menipu orang awam dan menjadikannya sebagai panutan, perkataannya diaminkan, dan pemahamannya diikuti.

Jadi mari yuk kita jaga diri kita, keluarga, saudara, anak-anak kita. Dengan adanya internet, anak kita bisa sangat mudah mengakses smua informasi yg ada di manapun dan kapanpun. Yang harus kita siapkan adalah fondasi yg kuat, pemahaman yg kuat, kaykinan yg kuat, bahwa Rosulullah SAW itu rahmah bukan hanya utk orang islam tp untuk seluruh alam. Di zaman Nabipun Nabi hidup berdambingan dg orang2 yg berbeda keyakinan baik itu kristiani, yahudi, majusi, dan lain sebagainya.

Apapun alasannya tak ada agama apapun yg membolehkan aksi teror.


Apapun alasannya tak ada agama apapun yg membolehkan aksi teror.
Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. (Al Maidah: 32).


Semoga Allah memberikan tempat yg terbaik utk semua korban teror dan melindungi kita dari kejatahan para pelaku teror dan semoga Allah jg melindungi kita semua dari pemahaman neo khawarij.
Salam dari Pinggir Kali Brisbane

Rischan Mafrur

*image source: bdnews24.com

PERANG TANPA PEDANG

PERANG TANPA PEDANG

Ghazwul Fikri/Perang pemikiran

Pemikiran/paham supaya bisa bertahan harus ditularkan dan disebarkan. Penyebaran konsep ketuhanan atau kalau dalam istilah islam disebut sebagai dakwah bertujuan agar konsep-konsep tersebut itu tetap bertahan dan eksis dimuka bumi. Setiap pemeluk agama pasti akan mengatakan bahwa konsep ketuhanan di agamanya bukan berasal dari pemikiran manusia melainkan dari Tuhan, buktinya apa? Itulah Iman.

Perang pemikiran/paham itu nyata adanya karena pemikiran bisa menggerakkan. Karena gagasan bisa merubah keadaan.

Hidup itu pilihan, kita terlahir di keluarga apapun, islam, kristen, hindu, budha, konghucu. Itu adalah pemberian Tuhan yang tak bisa kita gugat. Tapi Tuhan memberikan bekal Akal pada manusia untuk berpikir dan memilih. Yang saya pahami dalam agama saya, setelah manusia berusia akil baligh, mereka sudah diberikan kebebasan untuk memilih, mereka bebas menentukan pilihan dengan catatan ia harus siap menanggung konsekuensinya.

Bahkan ketika manusia memilih untuk tidak beragamapun itu adalah pilihan, itu juga merupakan iman bagi pemilihnya yaitu dia percaya kalau tidak ada Tuhan. Pemikiran seperti ini sudah ada sejak lama, salah satu contohnya adalah Charles Darwin yang pada akhirnya mengemukakan teori evolusi.

Beberapa konsep dalam agama ada yang tidak bisa diterima dengan akal, nah itulah iman. Orang yang tidak percaya Tuhan bilang, aku tidak percaya Tuhan karena belum pernah melihatNya dan Tuhan itu tidak masuk akal? Bagi saya, lebih tidak masuk akal lagi kalau semua yang ada di bumi dan di alam raya ini ada tanpa pencipta, ada karena kebetulan.

Kalau kata Gus Mus, Semakin kita banyak belajar, semakin kita tidak kagetan, ada tulisan begini, oh udah pernah baca mah tulisan senada seperti ini, ada pemikiran kekanan, pemikiran ke kiri, pemikiran ke atas, ke bawah dan pemikiran nyelneh-nyelneh lainnya, tidak kaget. Sehingga tidak menjadi manusia kagetan, gampang heboh, dan bingungan.

Siapapun mereka, berapapun usiannya, mau punya pemikiran apapun, gagasan apapun itu silahkan. Yang paling penting jangan sampai berhenti belajar. Karena manusia bisa berubah dengan semakin bertambahnya kapasitas pengetahuan dan semakin bertambahnya pengalaman hidupnya.

Kalau orang-orang sekarang banyak yang menyebarkan pemikiran sepilis (sekularisme, pluralisme, dan liberalisme) dengan bangganya dengan pemikiran tersebut. Kenapa kita takut untuk menyebarkan gagasan keimanan kita?

Sang pecinta sekulerisme akan bilang, ngapain sih masukin agama ke negara, ke politik. Sudah lah agama di gereja saja, di masjid saja. Toh itu orang-orang yang mengaku beragama malah korupsi? Lihat itu negara yang lepas dari agama malah lebih maju?

Sang pecinta pluralisme akan bilang, Tuhan kita satu, jalan bisa banyak, agama apapun sama saja, toh agama juga warisan dari orang tua. Ya sudah kalau begitu, hari ini islam, besok kristen, esoknya lagi budha atau hindu.

Pluralitas/ keberagaman/kebinekaan itu sunatullah/hukum alam. Beragam itu cantik dan tidak harus disamaratakan melainkan harus dijaga, karena sesungguhnya indahnya dunia ini karena perbedaan.

Percaya bahwa agamamu adalah yang paling benar itu tidak masalah malah diharuskan karena itulah iman. Meyakini kebenaran agama yg dianut sebagai agama yg paling benar adalah keharusan. Yang tidak boleh adalah memaksa orng lain untuk masuk keagamanya, mencaci ajaran dan Tuhan agama lain.

Sang pecinta liberalisme akan bilang, nash/teks dalam kitab suci harus tunduk pada akal. Menjadikan akal dan kebebasan sebagai Tuhan. Ngapain Tuhan ngelarang LGBT toh WHO sudah bilang LGBT bukan bagian dari penyakit yang harus ditumpas, itu ngelanggar HAM. Ya sudah saya doakan semoga anak cucunya LGBT.

Sang pecinta radikalisme akan bilang itu bid’ah, sesat, kafir, neraka kepada saudara seagama hanya karena perbedaan pandangan dalam masalah tafsir bahkan ada yang dengan tegas bilang bunuh, cincang, ataupun penggal.

Kalau mereka saja bersemangat untuk menyebarkan gagasan/pemikiran yang mereka imani kenapa kita tidak?

Mari berperang gagasan, ketika tidak setuju dengan gagasan orang lain maka bantahlah dengan gagasanmu bukan cacianmu. Peranglah dalam gagasan.

 

Selamat hari lahir pancasila.

Kita bisa merdeka karena peran para pahlawan yang tak terhitung jumlahnya dan hampir semuanya adalah orang yang beragama, mereka yakin bahwa penjajahan bertentangan dengan perintah Tuhan, sehingga mereka melawan. Oleh karenanya sila pertama bangsa ini-pun sila ketuhanan. Maka membenturkan nasionalisme dengan agama adalah kebodohan jiddan

#Selamat berpuasa #Ramadhan
#Selamat hari lahir pancasila

 

Rischan Mafrur,
Bogor, 1 Juni 2017
Renungan Ba’da Ashr wulan Romadhon

Memaknai arti kehidupan

Menjelang tidur saya biasanya merenung, dari mulai otak saya bisa perpikir sampai sekarangpun saya selalu merenung. Merenung mengenai apa saja yang sudah saya lalukan dan apa yang akan saya lakukan kedepan. Pada akhirnya berujung pada pertanyaan, sebenarnya apa sih tujuan utama dari hidup ini? Yang pada akhirnya pula berakhir pada pertanyaan kenapa sih Tuhan menciptakan saya dan menciptakan begitu banyak manusia di bumi ini?

Mungkin diantara kawan ada yang sering mengalami hal itu. Bagi saya meluangkan waktu untuk merenungi mengenai kehidupan ini itu penting. Karena kita sering lupa, apa sebenarnya tujuan dari hidup kita ini.

Belum lama ini saya dihubungi oleh teman lama saya, dia adalah adik kelas saya. Dulu dia sering datang ke masjid Bendo (Masjid tempat saya tinggal waktu SMA), kita sering ngobrol-ngobrol ngalor ngidul yang tiada ujungnya. Rumahnya deket dengan masjid yang saya tinggali.

Dia menghubungi saya dan menanyakan mengenai makna keikhlasan….

Jadi, belum lama ini teman saya ini dirawat di rumah sakit dan sampai sekarang pun masih rawat jalan. Dia cerdas, dibuktikan dengan diterima di kampus termana di Indonesia, kemudian setelah lulus ternyata dia terindikasi ada semacam benjolan di otaknya, yang intinya harus di operasi.

Belum lama pula, saya mengunjungi teman saya yang juga teman istri saya. Dia laki-laki dan seumuran dengan saya. Sejak umur 6 tahun ginjal dia selalu kumat. Intinya sakitnya itu karena ada bagian kecil semacam saringan diantara ginjal dan kantung kemih yang tidak bekerja secara optimal sehingga ada beberapa zat dari ginjal yang seharusnya tidak terbuang ke kantong kemih tapi terbuang. Ketika kambuh, dia lemes, pucat, badannya bengkak-bengkah. Dia sudah menjalani hal ini sejak dia umur 6 tahun dan sampai sekarang dia masih sabar dengan apa yang terjadi ini.

Saya akhirnya berpikir, dulu waktu kecil sering mendengar kisah para nabi dari mulai

  1. Nabi Ayub yang terkena penyakit sampai istrinya jijik
  2. Nabi Nuh yang anak dan istrinya membangkang dan tidak menuruti nasihatnya
  3. Nabi Lut yang istrinya malah mendukung para pelaku homoseksual
  4. Nabi Ibrahim dengan diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih anaknya, dan meninggalkan anak dan istrinya di padang pasir tandus.
  5. Nabi Yunus yang terlempar di dalam perut ikan
  6. Nabi Yusuf yang begitu ganteng, sehingga digoda oleh istri raja nan cantik.
  7. Nabi Muhammad yang dicaci dimaki, dilempari batu, di tumpuki kotoran unta di punggungnya ketika sholat
  8. Nabi sulaiman yang diberi harta dan kekuasaan yang luar biasa oleh Allah

dan sebagainya…

Dulu waktu kecil saya hanya berusaha mengingat cerita-cerita itu, hanya hafal dalam otak saja tapi belum merasuk pada jiwa. Dengan bertumbuhnya akal dan tentunya makin dewasanya hati, ditambah sering pula melihat dengan mata kepala sendiri mengenai apa-apa yang ada di dunia ini, saya semakin yakin dengan tujuan hidup yang saya yakini.

Semua hal yang terjadi di dunia ini sudah terangkum semua dalam Al Qur’an. Allah sudah memberikan contoh yang begitu banyaknya dalam Al Qur’an, mengenai hal-hal yang akan terjadi dan bagaimana responnya. Andaikata hidup ini dikatakan sebagai ujian, maka Al Qur’an itu adalah kisi-kisinya. Allah sudah memberikan bocoran soalnya sekaligus jawabannya, tinggal kita mau pakai apa tidak.

Semakin saya merenung, saya jadi semakin mengerti akan tujuan hidup ini. Menurut saya inti dari kehidupan ini ada di Al Mulk ayat 2.

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Bagi saya, Allah itu akan memberikan berbagai kondisi terhadap makhluknya. Seperti yang sudah saya sebutkan diatas, ada diantara makhluknya yang diberi kondisi penyakit di otaknya, ginjalnya tidak berfungsi dengan baik, istrinya durhaka, kaya raya, gantengnya minta ampun, cuantik dan seksi.

Nah kemudian Allah tinggal lihat saja respon dari makhluknya tadi, kemudian Allah akan melihat yang mana diantara makhluknya yang paling baik amalnya.

Persoalannya, kita manusia ini, sering menganggap bahwa yang disebut sebagai ujian hanyalah misalnya : Miskin, Jelek, Cacat, Sakit, istri durhaka, tidak punya anak, bangkrut dan sebagainya.
Dan menganggap bahwa : Kaya, cantik, ganteng, pintar, merupakan nikmat dari Allah.

Bagi saya semuanya itu adalah ujian dari Allah. Saya menganggap nikmat Allah itu adalah apa-apa yang bisa menjadikan kita dekat dengan Allah, baik itu bentuknya enak menurut manusia seperti kaya, cantik, ganteng atau yang tidak enak dimata manusia seperti miskin, sakit, jelek dan sebagainya.

Banyak orang yang bisa sabar dengan berbagai macam penyakit atau kemiskinan, tapi sedikit manusia yang bisa bersyukur dengan gantengnya, cantiknya, kayanya, kemudian menjadikan semua hal yang diberi oleh Allah tersebut dimanfaatkan di jalan yang Allah kehendaki.

Yah inilah hidup kawans.

Intinya apapun kondisi yang Allah berikan pada kita, tenang saja, kita cari saja kisi-kisinya bagaimana kita harus merespon, agar Allah menerima respon kita, dan menjadikan kita golongan orang-orang yang paling baik amalnya.

Dapat istri dan anak durhaka, tinggal gunakan jawaban dari Nabi Nuh, diberi penyakit tinggal gunakan tipsnya nabi Ayub, di ganggu, dicaci ketika beribadah tinggal gunakan resepnya Nabi Muhammad SAW, ganteng atau cantik tinggal gunakan akhlaqnya Nabi Yusuf, kaya raya dan punya kuasa tinggal gunakan tips dan triknya Nabi sulaiman dan begitu seterusnya.

Jadi, apapun kondisi yang Allah berikan kepada kita, semua adalah kebaikan untuk kita kalau hal tersebut menjadikan kita lebih dekat denganNya dan respon kita sesuai dengan kehendakNya begitu pula sebaliknya.

Saya pun jadi berpikir, apa yang akan terjadi pada saya kedepan ya? tentu saya tak mengetahuinya. Yang pasti, hati saya berkata, kalau saya yang diberi kondisi seperti teman-teman saya tadi, kuatkah saya? Ya Allah…

Semoga Allah selalu memberikan keistiqomahan dalam menjalani kehidupan ini…

Amiiin…