Pengalaman ke UGD RBWH Brisbane

Hari Ahad kemaren, tgl 27 Oktober kami sekeluarga main ke Mount Coot-tha Botanic Gardens. Tidak jauh sih dari rumah, sebelah Milton kira2 hanya 15 menitan driving. Disana kami ke Planetarium ngajak fatiha untuk mengenal space, kata dia “Ibu Bapak, look look, space!” hahaa, padahal anak ini belum masuk kindy tapi ngomongnya udah campur raduk, maklum efek “ABC kids” di TV yg tiap pagi dia udah bisa nyalain sendiri.

Sehabis dari planetarium, biasalah main ke garden, keliling-keliling, dari Japanese Garden, kemudian ke taman bambu, sampai lihat buaya! Seneng banget deh. Yang pasti tak lupa adalah nggelar tiker sambil makan. Intinya sih pindah tempat makan wkwkw 😀

Kamipun pulang dan sampai rumah jam 3 sore! Saya bersiap2 untuk pergi karena ada urusan penting di coronation #wasyahh sok sibuk. Sekitar jam 4 sore, Istri saya telp, “Mas, fatiha hidungnya kemasukan blue berry”. Sontak saya berpikir, perasaan blue berry gede deh masak bisa masuk hidung anak-anak? Saya inget hari Jumat lalu, istri dan fatiha belanja ke Coles dan fatiha beli blueberry.

Saya bilang ke istri, “coba check dia habis main apa. Seingetku waktu di Garden dia metik bijian tumbuhan warna hitam, mas takutnya itu yg masuk ke hidung”. Sayapun bilang ke istri untuk mandiin fatiha, ya sapa tau pas mandi bisa keluar bijinya. Kata istri sih, dia sampai udah nyoba nusuk2 buahnya pakai jarum pentul “bahaya banget bukan? wkwkw”. Dan keluar cairan hitam-hitam, makanya istri saya ngiranya blue berry.

Saya pulang sampai rumah jam 6 dan Fatihapun sudah tidur. Saya tanya ke istri, kata istri masih kesumbat itu hidung fatiha, napasnya juga gak lancar. Dia tadi juga nangis2 katanya sakit, terus akhirnya ketiduran. Saya coba check, pakai center lihat hidungnya. Eh ternyata bener, kelihatan! dan saya yakin itu bukan blueberry. Saya ambil blueberry dan nunjukin ke istri, “Blueberry gak ada bijinya, ini mas pencet langsung hancur”. Akhirnya Istri nunjukin biji2an yg ternyata dibawa fatiha dari Taman, pas saya check saya cukup kaget krn bijinya ternyata keras! “Wah gimana ini ngeluarinnya”, batin sy.

Kami pun bingung, saya coba pegang2 hidung dia, dia berontak soalnya pas tidur. Sayapun berpikir sptnya bukan ide bagus untuk ngeluarin pas dia tidur apalagi klo pakai benda yg tajam takut malah nanti luka. Saya bilang ke istri, “coba deh kamu tanya di group ibu2 Indonesia BNE, ada yg punya pinset tidak? nanti mas coba keluarin klo dia bangun, tp skrn pinjem pinset dulu aja”.

Namanya juga ibu2, langsung fast response lah ehehe, sampai dikirimi foto2 pinset punya ibu2 yg sptnya serem-serem dan terlalu gede. Banyak yg nyaranin untuk telp home doctor atau langsung dibawa ke emergency/UGD saja!

Sebagai insan IT, tentu yg saya lakukan adalah googling. Jadi inget presentasinya om Jimmy kemaren ttg “Consumer Health Search” haha, Saya coba Googling dg keyword “Something stuck in my kid’s nose” dan beberapa informasi keluar! Salah satunya cara ngeluarinnya adalah dg “Mother kiss!”. Tanpa baca isinya, saya langsung kepikiran dulu Ibu saya pas adik saya pilek gak bisa napas hidungnya di sedot pakai mulut ibu. “huft, malah jadi baper keinget emak, sungguh pengorbanan emak memang luar biasa”!

Saya sama istri langsung sepakat ingin mencobanya, akhirnya dicobalah beberapa kali pas fatiha tidur sampai akhirnya dia kebangun dan hasilnya “FAILED”. Dari berbagai tulisan yang kami baca memang tidak disarankan untuk mengeluarkan sendiri dengan alat2 tajam takutnya malah melukai. Sayapun sebenernya berpikir, apakah ini terhitung emergency tidak ya? cuman saya ya takut aja kalau kenapa-napa. Ya sudah akhirnya saya putuskan, yowis yuk, ke emergency/ UGD aja. Rumah sakit terdekat dan yg public yg saya tau ya RBWH. Karena dulu pernah nganterin temen ke sana.

Kamipun siap2 dan akhirnya kami pergi ke RBWH (Royal Brisbane & Women Hospital), kurang lebih 20 menitan kami sampai ke emergency. Kurang lebih jam setengah 8 malam kami sampai RS. Seperti yang kami duga, fatiha nangis meraung-raung gak ketulungan karena dia tau dia di Rumah sakit dan ngelihat suster. Maklum trauma vaksin, dia takut disuntik hehee. Cukup ngasih kartu Alianz (asuransi kesehatan) fatiha, dan student card saya. Semua beres, langsung dilayani!

Dokter nanya kronologinya dan sayapun mencoba menceritakannya. Saya juga bawa sample pant seed yg diduga sebagai pelakunya. Wadeh kaya kriminal saja. Ini gambar sample yg saya tunjukin ke dokter.

Plant seed – yg kami duga masuk ke hidung fatiha

Dokterpun bertanya, apa yg sudah dilakukan. Kami juga cerita, dari mulai nusuk2 pakai jarum pentul pas dia tidak tidur, kemudian mencoba agar fatiha bersin, dan kata istri fatiha juga udah bersin beberapa kali tapi ttp tidak keluar biji di hidungnya. Kamipun juga bilang kalau kami sudah melakukan “Mother kiss” method. Dokterpun bilang, wah ternyata kamu tahu method itu, gimana kamu melakukannya? Dan ternyata teng ting tong….. wkwkw, karena saya gak baca cuman baca judul dan inget emak waktu itu! ternyata yg kami lakukan salah haha. Mother kiss itu “Blow” bukan “Suck”. Jadi Mother kiss itu, meniupkan udara ke mulut anak sehingga nanti udara akan keluar dari hidung. Bukan “sucking the nose wkwkwk” Tapi juga harus hati2 apalagi buat anak, nanti takutnya kenapa2 dengan paru-parunya! Jadi saran dokter gimana klo kita coba mother kiss disini. Tapi saya coba ceheck dulu deh hidung dia, kata dokternya.

Ketika dokter mau check, spt biasa, fatiha nangis gak ketulungan, sampai2 dokter ngeluarin mainan aquarium dan sebagainya. Intinya fatiha gak bisa diajak kerjasama! ya sudah pilihan terakhir, fatiha di balut badanya dg kain dan dokter berusaha ngelihat biji di hidungnya. Dan ternyata….. bijinya makin masuk ke dalam. Ya feeling saya sih karena dia nangis! Jadi makin masuk deh. Ya sudah akhirnya atas petunjuk dokter kami melakukan mother kiss dg kondisi badan fatiha dibalut kain jadi dia gak bisa gerak gerak. Istri saya cobain 3X hasilnya “FAILED”. Akhirnya giliran saya, tetp ndak bisa dan kasihan fatihanya, sptnya saya menipunya terlalu kencang, dia sampai batuk2 hehe. Akhirnya dokterpun menyerah.

Dokter disini memang sangat hati-hati, dia bilang, “kami sebenernya menangani emergency untuk adult bukan anak-anak”. Jadi jalan terbaiknya sepertinya begini.., kami dikasih surat rujukan ke Queensland Childern Hospital (QCH) di South Bribsane, tapi rujukannya ini bukan ke emergency, langsung ke klinik special dokter ahli masalah sumbat hidung. Hmm.. makin gedeg-gedeg saya, ternyata ada ya ahli sumbat hidung pikir saya. Kata dokternya ditunggu saja senin pagi, nanti kamu akan ditelphone dan kamu bisa bawa fatiha ke klinik. Kalau malam ini misal ada kondisi darurat misal bleeding atau kesulitan bernapas atau apa, bisa langsung telp ambulan atau dibawa ke emergency QCH, kata dia. Dia juga ngasih semacam alat plastik, kata dia siapa tau nanti bisa dicoba pakai ini kalau anaknya mau.

Kami pun akhirnya berpamitan dari RBWH, dan ketika kami mau pulang, sontak fatiha senangnya bukan main, langsung bilang ke dockternya “Thank you”, terus cium tangan wkwkw, nduk,… nduk wkkww.

Kami pulang sampai rumah jam setengah 11. Istri udah ngantuk banget, tapi fatiha masih melek, ya iyalah dia tidur sore tadi! Fatiha minta melon dan pisang, akhirnya makan deh dia.. Saya coba googling lagi laptopan di depan, karena Ibunya udah tidur, dia pangil2 saya, “Bapak-bapak, fatiha mau cuci tangan”. Sayapun nyalain lampu kamar mandi, dan mau nganter dia cuci tangan. Eh, tiba-tiba dibersin keras banget dan keluar ingusnya dan terlihat dilantai Biji hitam plus ingus-ingus fatiha. Alhamdulillah, seru saya! istripun langsung kaget dan bangun. Alhamdulillah, biji di hidung fatiha keluar! Saya langsung coba nyalain senter HP dan lampu, saya lihat hidung fatiha, dan sptnya bener memang sudah keluar….

Inilah penampakan dari biji yg ada di hidung fatiha..

Seed plant yg ada di hidung Fatiha

Pagi hari ini sekitar jam 8 saya mendapatkan telphon dari QCH mananyakan tentang surat rujukan dan appointment ke kinik siang ini. Sayapun bilang “case solved” biji sudah keluar, jadi kami spertinya tidak perlu ke QCH. Pihak rumah sakit bilang baik, tapi klo misal kamu pingin memastikan kondisi fatiha, kamu bisa datang hari ini atau bisa telp. Saya bilang “Oke terima kasih”.

Kamipun sarapan soto, dan saya bilang ke fatiha, “Nduk bapak mau makan mie ini lewat hidung, boleh gak? “, “Gak boleh gak boleh, bapak”. Terus saya ambil biji yg tadi, saya lihatin ke fatiha, “Nduk bapak mau masukin biji ini ke hidung bapak ya?”, Kata dia “gak boleh bapak, nanti sakit dan gak bisa bernapas, nanti harus ketemu dokter”. Oke nduk, besok gak main-main biji sama hidung ya?.. Oke bapak kata fatiha.

End.

Salam dari pinggir kali Brisbane

Belanja di Supermarket di AUSTRALIA

Saya sering mendapatkan request baik di komen blog ini maupun di IG atau di FB. Banyak yang request minta info dong kak biaya hidup di Australia gimana, atau harga barang di aussie gimana dan sebagainya.

Kalau Biaya Hidup di Australia sih sudah sy tulis disini ya dari perspektif student ya dan itu untuk kasus di Brisbane tepatnya di St Lucia, suburb kampus saya The University of Queensland.

Tapi untuk sharing semacam harga bahan pokok itu kok ya gimana gitu, soalnya saya juga jarang masak, bisanya masak hanya nyeplok telur dan indomie wkwkw, jadinya kan sering belanja sih tapi belanjanya ya yang instan-instan.

Alhamdulillah sejak akhir Mei istri sudah datang ke sini, ya yang pasti namanya cewe kan suka eksperimen terutama masalah masakan, jadi ya kami akhirnya belanja layaknya seperti di Indonesia.

Saya cukup males mau nulis, jadi kemaren pas belanja di Coles di Toowong, salah satu supermarket besar yang terdekat dari rumah kami. Karena kami dari kampung ya kadang cukup kaget, misalnya dengan harga Kunyit di sini, 1 kg 300 rebu rupiah, atau harga Kemangi lalapan sak uprit 30 ribu rupiah dan sebagainya.

Penasaran?
Langsung saja ya saksikan di video kami dibawah ini hehe. Jangan lupa subscribe Channel Youtube kami ya! InsyaAllah kami update dg beberapa vlog yg akan kami buat ke depan!

Belanja Kebutuhan Sehari Hari di Australia

Udah yahh.. sampai jumpa di postingan selanjutnya

Festival Bunga di Toowoomba QLD Australia

Hi sahabat semua, entah kenapa minggu ini saya lagi cukup bersemangat untuk posting tulisan di blog ini. Kemarin saya sudah posting ttg Keindahan Alam di Stanthorpe dan Pendaftaran Beasiswa LPDP 2019.

Kali ini juga latepost sih sebenernya, ini juga tahun lalu sekitar akhir bulan September 2018 yakni ketika di Australia spring atau musim semi. Jadi bagi sahabat semua yang mau jalan-jalan ke Australia, khususnya ke Brisbane di akhir bulan September jangan lupa untuk mampir ke Toowoomba melihat festival bunga atau flower festival.

Begini ceritanya:…

Saya bersama 4 orang teman, kita rental satu mobil kemudian sepakat untuk ke Toowoomba, sebenernya agak aneh sih, ini cowo semua eh datang ke festival bunga hahaa. Ya klo bapak2 ada anak sama istri mah okey, tapi ini cowo semua lhoo. Yah walaupun begitu kami cowo tapi penyuka buka kok heheee.

Okey kembali ke topik.

Queens Park Gardens, Toowoomba, Queensland

Kurang lebih perjalanannya 1,5 jam jaraknya 120 km. Kami berangkat pagi dari kelurahan kami di St. Lucia. Seperti yang sudah kami duga, yah parkiran penuh! Karena memang festival bunga ini di tanggal tertentu yakni 20 – 29 September 2018, hanya 10 hari. Untuk tahun ini juga sepertinya ditanggal yang sama.

Langsung saja, ini oleh2 atau kenang2annya..

Toowoomba Carnival of Flowers
Laki laki pecinta Bunga hahahaha

Eehhh, setelah kita lihat festival bunga, kemudian beberapa acara di Queens Park Gardens kami juga tak lupa untuk mampir ke Japanese Garden di Toowoomba.

Padahal saya ya udah hidup 2 tahun di Korea, pernah ke Jepang juga tapi tetap penasaran juga, kaya apa sih Japanese Garden di Toowoomba, apa iya sakura bisa hidup di Australia? pikirku

Dan ternyata….

Pohon sakura di Japanese Garden di Toowoomba

Hahaha, sempet kaget sih aku, ternyata sakura bisa tumbuh di bumi Queensland dan itu penampakannya!

Japanese Garden di Toowoomba

Bagus juga pemandangannnya, worth it lah, hanya saja danaunya sedikit keruh, tapi ttp ramai pengunjung dan wildlifenya jg wild life khas australia hehe.

Setelah puas main dan jalan-jalan di Toowoomba akhirnya sore kita pulang dan namannya orang Indonesia ya, tingkahnya aneh2. Kami juga foto di icon kota Toowoomba, ini sebenernya lokasinya dipinggir jalan. Walaupun kami susah cari parkirnya tapi kalau gak foto kayaknya rugi deh. Ini hasilnya…

Toowoomba, The Garden City

Hahaha, gayanya kok kayak orang jadul sih padahal aku kan masih milenial wkwk.

Oke, sudah sampe disini dulu ya postingan kali ini, sampai ketemu di postingan berikutnya. Untuk membaca tulisan saya yang lain, baik yg serius atau yg ttg jalan-jalan di Australia bisa dibaca di sini https://mafrur.com/kuliah-di-australia/

Salam dari tepian sunga Brisbane

Rischan Mafrur

Keindahan Alam di Stanthorpe Australia

Sebenarnya ini postingan yang sangat terlambat, tapi bagaimana lagi memang kondisinya seperti ini. Menjadi mahasiswa S3 yang cukup sibuk dengan load risetnya 😦 kadang sedih sih hehee. Saya cukup sedih karena sering tidak bisa menyempatkan waktu untuk nulis blog, padahal rencananya dulu saya mau nulis novel, ini benar-benar novel ya hehe, kalau buku sebelumnya saya “24 Purnama di Negeri Ginseng” kan genrenya ndak jelas, tapi banyak banget sih testinya yg bilang sangat bermanfaat. Haduh malah promo buku hahaha.

Oke deh kembali ke Stanthorpe….

Tahun lalu tepatnya bulan Agustus saya bersama teman-teman indonesia (rata-rata mereka sudah berkeluarga bahkan anaknya sudah 2 dan 3 udah gede2), saya sendiri yang jomblo hehe, jomblo local sih karena istri dan anak belum sy ajak ke Brisbane, kita bareng-bareng piknik dan camping sekitar 5 mobil ke Stanthorpe tepatnya ke Sommerville Valley.

Sommerville Valley, Stanthrope Queensland

Kalau sahabat lihat peta diatas, tempat saya di Brisbane yang biru itu sedang tujuannya di point merah, perjalanan kurang lebih 3 jam. Ya 3 jam kalau di Indonesia gak tau baru nyampe mana hehe, kalau disini karena tidak macet jadi ya hanya perlu 3 jam kurang lebih 270 KM an lah.

Rencana kita memang mau camping, kita gak bawa tenda tapi mau nyewa cabin di sana yang katanya sangat bagus. Kemudian malamnya mau melihat milky way, kalau ada yang belum tau tinggak clik aja.

Yuk simak perjalannya,…

Ini dia rombongannya

Rombongan tim piknik Indonesia Brisbane hehe (*tidak lengkap)

Ketika di perjalanan sampai sekitaran Warwick, kita lihat ada gereja bagus, akhirnya foto deh


St Mary’s Catholic Parish Warwick

Sebelum kita ke Cabin untuk nginap, kita piknik dulu di Girraween National Park, Stanthorpe Queensland Australia, kabarnya disitu ada batu besar menggantung, dan ternyata begini penampakannya.

Girraween National Park, Stanthorpe Queensland Australia 

Pas foto, eh ternyata saya dilihatin sama Kanguru liar…

Girraween National Park, Stanthorpe Queensland Australia 

Setelah puas piknik, makan-makan, bus walking di Girraween, kita akhirnya menuju ke Sommerville Valley untuk nginep di cabin disana.


Sommerville Valley Cabin

Satu Cabin atau rumah kecil itu muat berapa ya? lupa saya wkwkw. Intinya asik deh, karena fasilitas lengkap disitu ada wifi, microwave, dapur dkk, lengkap pokoknya.

Nah saat malam hari saatnya melihat milkiway, hanya saja tak ada kamera dari kita yang bisa menangkap keindahan langit dan bintang2 waktu itu. Entah karena kameranya atau yg motret yang gak bisa? hehee. Indah banget, tidak bisa diceritakan dg kata2 deh.

Al hasil selain lihat indahnya bintang, kita juga bikin perapian, baka2 berbeque dan tidak lupa bakar ubi ahhahaa.

Sommerville Valley, perapian sampai pagi

Foto bersama dulu buat kenang2an masa tua hehee

Ini dia formasi lengkap, foto sebelum pulang

Sommerville Valley Cabin

Ceritanya bagus sih kalau buat novel, semoga nanti waktuku cukup yah ahaha. Besok tinggal giliran ngajak anak istri pergi ke tempat2 yang lebih asik.

Untuk membaca tulisan saya yang lain, baik yg serius atau yg ttg jalan-jalan di Australia bisa dibaca di sini https://mafrur.com/kuliah-di-australia/

Selamat berpetualang di Australia…
Salam dingin dari Brisbane.

Mengurus SKCK atau Police Clearance di Australia

Hallo sahabat semuanya, saya mau nilis lagi nih. Jadi kebetulan kemaren saya baru saja mengurus police clearance atau kalau di Indonesia biasa disebut SKCK atau Surat Keterangan Catatan Kepolisian.

Di tulisan ini saya ingin berbagi tentang pengalaman mengurus SKCK di sini ya, dan tentu sebelumnya pembaca bisa membaca disclaimer saya di sini hehe. Tentu tak bisa apple to apple ya sama Indonesia tapi kita bisa belajar banyak dari hal ini. Atau pembaca juga bisa membaca tulisan sebelumnya tentang service perpustakaan di kampus saya The University of Queensland.

Minggu lalu saya ada satu lain hal yang akhirnya memerlukan SKCK atau kalau di sini biasa disebut police clearance. Saya kira ya seperti di Indonesia namanya saja police clearance pasti saya harus datang ke kantor polisi untuk mengurusnya atau minimal online lah. Tapi ternyata saya cukup kaget hehehe.

Saya coba Googling police clearance Queensland karena saya tinggal di state Queensland. Bagi teman-teman yang tinggal di Australia saya yakin hampir sama sistemnya hanya nanti apply nya ke state masing-masing. Hasil Googlingan saya tertuju pada website resmi Police Queensland di sini.

Di website tersebut sudah sangat jelas bagaimana cara untuk mengurus police clearance. Saya sih optimise pasti simple karena data di sini pasti sudah terintegrasi. Lha visa saya saja e-visa kok, jadi tidak ditempel di paspor kayak visa-visa jadul gitu. Dan ketika masuk ke Aussie juga sudah tidak ada cap-cap di paspor. Jadi pasti data nasional sudah terintegrasi. Dan ternyata benar, simple banget! tapi ada beberapa hal yang cukup mengagetkan saya hehe.

Untuk mengurusnya tinggal ikuti petunjuk di website saja yaitu submit application online, setelah itu nanti ada onlie digital verify. Kita tinggal masukin saja nomor paspor, udah langsung bisa. Benar kan terintegrasi. Habis itu langsung mengisi alamat email dan alamat rumah, udah deh langsung tergenerate document application summary dan bisa diprint. Tampilannya seperti di bawah ini.

Saya cukup kaget kalau ternyata untuk mengurus police clearance itu saya harus ke kantor post hehe. Jadi kita tidak ke kantor polisi karena alasannya mungkin efficiency ya, kantor polisi ya hanya fokus untuk urusan kiriminal bukan administrasi. Yang teman-teman perlu tau adalah kantor post disini sangat optimal dan menjamur dimana-mana karena memang apa-apa disini kan kulturnya langsung kirim ke rumah, post, surat, online shopping itu sangat luar biasa disini. Jadi mungkin ini juga salah satu alasannya karena sangat mudah menjumpai kantor post jadi akan lebih effisien jika orang datang ke kantor post saja daripada ke kantor polisi.

Pertanyaanya masa sih ngurus police clearance dikantor post? jadi gini, dokumen application summary yang diatas itu, kita bawa ke kantor post. Di sana petugas postnya akan melakukan verifikasi identitas ke kita sebagai applicant. Kita harus bawa paspor asli kita, dan dokumen tambahan sehingga pointnya bisa 100. Saat itu saya sama petugas post diminta Debit card dan student card, harus original ya bukan copy. Jadi disini petugas post berfungsi untuk verifikasi ID saja, melihat foto dipaspor sama orangnya apa tidak dan sebagainya.

Baru deh, aplikasi itu akan dikirimkan oleh petugas post ke kantor polisi setelah dilakukan verifikasi! Begitu broohh.

Selang hanya satu hari saya mendapatkan email dari Police Queensland, dan taraa sudah jadi.

Simple banget kan? beginilah kalau data sudah terintegrasi. Polisi pasti tinggal check aja online pakai nomor paspor kita, ada track record kejahatan tidak? kalau tidak ya langsung bisa diterbitin SKCKnya. Hal ini tentu sangat berbeda dengan pengalaman saya waktu ngurus SKCK di Indonesia, tapi saya kurang tau ya sekarang hehe, semoga saja sudah lebih baik. Intinya kelemahan utama kita itu pada integrasi data. Orang punya record kejahatan kriminal di Jakarta misalnya, tinggal pulang saja ke Semarang (rumahnya, * ini hanya contoh yaaa), kemudian buat SKCK di Semarang itu pasti akan sangat mudah karena data kita belum terintegrasi. Ya kecuali kalau orang tersebut punya catatan kriminal yang luar biasa tentu akan terendus oleh polisi.

Sebenarnya konsep e-KTP itu ya mau ngikut negara-negara maju seperti ini yaitu integrasi data, tapi ehhh ya Allah. Proyeknya malah buat bancakan koruptor. Sekarang juga saya tidak tahu apakah e-KTP Indonesia bakal berguna sebagai mestinya, seingat saya waktu sebelum ke sini kita tetap diminta fotocopy KTP untuk mengurus surat surat lain hahaha. Padahal tujuannya e-KTP itu adalah single data, jadi ketika mau urus BPJS, KK, akte anak itu tak perlu lagi kita foto-copy wong tinggal masukin aja nomor KTPnya udah keluar datanya.

Satu lagi concern saya, ya karena saya orang IT, yaitu tentang dimana ini penyimpanan data e-KTP? bagaimana keamanannya? itu personal data lengkap lho. Jangan sampai data seperti itu bisa diintip oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Yah mungkin ini saja dulu sekelumit cerita saya ngurus SKCK di Queensland Australia. Sampai jumpa ditulisan berikutnya

Membandingkan Indonesia dengan Negara Lain – haruskah?

Di negara A, B, C itu begini begitu, beda sama di Indonesia…

Pernah dengar ucapan-ucapan seperti di atas? Ada sebagian orang yang setelah melancong/ bepergian ke #luarnegeri atau setelah selesai #kuliah di luar negeri dia sering membandingkan kondisi di luar negeri dengan di #Indonesia

Misalnya seperti ini, di #Australia itu semuanya rapi, tertata, indah, bersih, tidak semrawut seperti di #Indonesia . Di #Korea itu transportasi umum sangat canggih, tepat waktu, rapi, walaupun kota metropolitan seperti #Seoul tapi tetap ada nuansa tradisional Korea yang tidak hilang.

Di negera ini, itu begini begitu beda sama di Indonesia… blablabla dan sebagainya…

Kalau orang yang bilang seperti itu adalah mereka yang baru pertama kali melancong ke luar negeri sih tak apa, bisa dimaklumi, tapi kalau mereka adalah #mahasiswa yaitu orang #Indonesia yang #studi di luar negeri, itu sungguh tak bisa dimaklumi.

Yang dibutuhkan #Indonesia itu bukan keluh kesahmu, protesmu, tapi kontribusimu..

Saya sangat sedih kalau ada mahasiswa yang sudah kuliah jauh-jauh ke luar negeri tapi hasilnya setelah pulang ke #Indonesia hanya bisa membandingkan ini itu. Tapi tak bisa berbuat apa-apa.

Tiap negara itu punya kondisi masing-masing yang itu harus dipahami, sebagai contoh, tak bisa kita membandingkan #Brisbane dengan #Jakarta, Brisbane kota terpadat no 3 di #Australia itu pendudukanya hanya 2jutaan sedangkan Jakarta itu lebih dari 10juta (5 kali lipat jumlah penduduk di Brisbane). Paham kan? tak bisa dibandingkan apple to apple.

Contoh lain, kalau di #Australia itu peraturan ditaati, semua teratur, tertata, hukum tegak. Yakin kalian mau seperti di #Aussie ? yangmana tiap mau bikin acara yang mengundang orang-orang harus ijin city council, mau motong pohon didepan rumah harus ijin city council, mau renovasi rumah harus ijin citi council?

Masyarakat Indonesia itu suka kumpul2, pengajian, tahlilan, dsb, yang mana pembangunan negaranya tentu harus dg pendekatan yang berbeda dg di sini yangmana masyarakatnya individualis.

Itu contoh saja ya hehe..
Hanya secuil curhat, karena ada yang seperti itu lhoo..

Ini repost dari postingan instagram saya.. maap jadi tulisannya kurang teratur dan banyak hashtag nya

Salam dari pinggir kali #Brisbane
Rischan Mafrur