Ikhwan Cabul itu benar adanya

Akhir april lalu saya dapet info dari salah seorang dosen di group WA kalau ada dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh alumni salah satu kampus islam di Yogyakarta yang sekrang di Melbourne. Pas saya denger itu masih pakai Initial, selang beberapa hari, eh tiba-tiba sudah muncul di beberapa media online dan sudah langsung disebut nama terduga pelaku. Pas saya check di IG ternyata profilnya luar biasa.

Saya kira tadinya mungkin hoax, mungkin ada yang tidak suka dengan ybs dan fitnah kali ya. Ternyata semakin kesini updatenya semakin ngeri. Saya sempat check di twitter dan di IG, beberapa orang share screenshot percakapan terduga dengan korban. Pas saya baca ngeri juga yah! Selanjutnya saya baca rilis dari LBH Yogyakarta ternyata sudah ada puluhan aduan dan ada yang mengarah sampai ke pelecehan seksual secara fisik juga, WoW!

Memang secara kasat mata ini susah diterima, lha gimana lagi, terduga ini adalah alumni Ponpes yang terkenal di Indonesia, udah gitu kabarnya juga hafidh quran, bacaan quran nya bikin hati nyes, juara dan jago bahasa arab dan bahasa inggirs, pernah ikut YSALI di USA, ustad muda, dan mahasiswa berprestasi sebuah kampus Islam di Yogyakarta. Udah gitu sekarang terduga sedang S2 di salah satu kampus terbaik di Australia di Melbourne pakai beasiswa dari pemerintah Australia. Kurang apa coba? Serius, saya sebenarnya tidak percaya sih!

Bagi saya, zero tolerance lah buat perilaku seperti ini! Dan dengan aduan yang sampai 30 kasus, sampai almamaternya di Indonesia mencabut gelar mahasiswa berprestasi, itu kan sudah menjadi bukti awal kalau hal ini memang terjadi. Udah gitu aduannya di LBH udah sampai 30 orang. Dan kemaren saya dapat link dari teman-teman mahasiswa/i Indonesia di Australia untuk tanda tangan petisi yang pada akhirnya muncul petisi di Change.org. Saat ini sudah ada sekitar 3000 tanda tandangan tuntutan untuk mencabut beasiswa terduga yang saat ini sedang S2 di Melbourne.

Ada beberapa catatan yang ingin saya sampaikan di tulisan ini:

  1. Tidak ada toleransi untuk pelaku dan perilaku pelecehan seksual seperti ini. Semoga persoalan ini segera clear dan tidak terulang lagi apalagi dari informasi yang beredar beberapa pelecehan terjadi di kampus dan juga sudah agak lama.
  2. Ketika manusia masih disebut manusia, maka sifat manusia akan tetap melekat padanya. Jadi dia ya butuh makan, tidur, punya hasrat dsb. Oleh karenanya apapun profesinya, mau dia tokoh agama, mau dia pejabat atau apapun, sekali dia masih manusia ya sifat manusianya masih ada. Maka ya jangan gampang kaguman sama orang apalagi di media sosial. Banyak kok hal-hal yang terjadi hanya karena media sosial. Jadi berhati-hatilah dalam bersosmed. Karena kita sebenernya tidak tahu siapa dibalik dari akun sosmed tersebut.
  3. Momen Ramadhan ini juga bisa kita jadikan sebagai pengingat, kalau berdoa untuk diri maupun anak, jangan hanya sebatas memohon menjadikan generasi penerus kita para hafidh tapi harus kita lanjutkan agar generasi kita menjadi orang yang faqih dan berakhlaq mulia. Hafidh itu adalah milestone pertama bukan terakhir.

“Akan keluar manusia dari arah Timur suatu kaum yang rajin membaca al-Qur’an namun tidak melampaui pangkal tenggorokan mereka” (HR Bukhori).

“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan jadikan ia faqih dalam agama” (Muttafaqun ‘alaihi).

Semoga kita dan keluarga kita dilindungi dari akhlaq yang buruk seperti itu dan terhindar dari orang-orang yang mempunyai kelakuan buruk seperti itu. Amin.

===============================================================

Point saya di tulisan ini adalah:

  • Ketinggian ilmu tidak menjamin ketinggian adab, makanya mengapa para ulama terhadulu belajar adabnya lebih lama daripada ilmu
  • Selama dia masih manusia tidak ada jaminan apapun profesi dia, nabi selamat karena maksum terjaga.
  • Jangan gampangan kagum apalagi hanya kenal di sosmed, harus lebih banyak hati-hati
  • Bila kita dianugerahi oleh Allah berupa kemampuan hafalan quran yang baik, bacaan quran yang baik, dipanggil ustad karena paham agama. Seyogyanya kita punya rasa tanggung jawab lebih tinggi. Dan lebih menjaga adab karena Allah sudah memberikan karunia spt itu.
  • Tidak ada generalisir, itu ya oknum, tp saya sebagai orng islam, kenapa saya nulis ini adalah untuk self kritik. Saya gak akan menyalahkan orang di sana mau dia mengaitkan dg posisinya sbg ustad atau sebagai ahli agama. Tapi yang saya tekankan adalah self kritik terhadap diri. Harus lebih baik lagi. Apalagi kalau posisi saya tinggal di Australia yang muslim sebagai minoritas.

Silahkan berita sudah muncul di ABC au https://www.abc.net.au/news/2020-05-09/sexual-harassment-allegations-indonesia-student-australia-awards/12211672

Disitu juga disebutkan, karena YBS juga aktif menjadi pengisi ceramah di beberapa mesjid di sini.

Tentu ini juga mencoreng komunitas muslim Indonesia disini. Paling penting dalam hidup itu autokritik, kadang Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak

Semoga kasus ini segera clear. Cukup susah untuk kasus seperti ini apalagi di Indonesia. Mungkin ini dulu ya, salam dari Brisbane.

Rischan Mafrur

Fiqih Media Sosial

Hari ahad pagi tanggal 26 November 2017 kemarin saya diminta untuk mengisi kajian kuliah subuh di Kantor IMCQ di Loganlea, Brisbane. Tema kajiannya adalah tentang Fiqih Media Sosial.

Kita manusia jaman now memang tak kan mungkin bisa terlepas dari media sosial, sayapun adalah pengguna media sosial baik itu Facebook, Twitter, instagram, WA messenger dan sebagainya. Dulu saya masih ingat di awal adanya Facebook, saya benar masih ingat waktu itu Facebook fiturnya belum ada share, jadi cukup update status, saling like, saling komen, buat grup dan sebagainya. Waktu jaman itu facebook isinya ya tempat silaturahmi, saling berhubungan lagi dengan teman SD, SMP, SMA kemudian buat grup, bahas mau buat event atau kumpul-kumpul atau apalah.

Saat ini Facebook benar-benar berubah, sekarang di timeline saya bak timeline berita yaitu karena fitur share di Facebook. Facebook penuh dengan berita dari berbagai website dan tak sulit bagi saya untuk menemukan komentar-komentar ujaran kebencian, hoax, caci maki dan sebagainya. Saya juga masih ingat waktu pilpres 2014, saya semangat 45 untuk share A, share B, share C, kasih komen A, B, dan C. Kemudian setelah jelang beberapa lama saya kadang berkontemplasi, merenung, melihat status lama saya di Facebook.

Manusia itu dinamis, alias berubah, dan tentunya kita berharap bisa senantiasa berubah ke lebih baik sampai ajal menjemput, dan kitapun disuruh oleh Allah untuk sering-sering merenung, menghisab diri sebelum nantinya kita di hisab olehNya di yaumil hisab.

Kadang namanya juga manusia, kita itu lupa bahwa semua yang kita tulis, semua yang kita share, semua yang kita like di Facebook, semua yang kita upload di instagram, semua tweetan kita di Twitter itu adalah cerminan diri kita yang mana semua itu juga besok bakal dimintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT. Saya hanya takut nanti di akherat kelak saya termasuk orang muflis.

Apakah kalian tahu siapa muflis (orang yang pailit) itu?” Para sahabat menjawab,”Muflis (orang yang pailit) itu adalah yang tidak mempunyai dirham maupun harta benda.” Tetapi Nabi Shallallahualaihi wa sallam berkata : “Muflis (orang yang pailit) dari umatku ialah, orang yang datang pada hari Kiamat membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia telah mencaci dan (salah) menuduh orang lain, makan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka

(HR Muslim no. 2581, Tirmizi no. 2418 dan Ahmad 334)

Padahal tujuan hidup kita hanyalah semata-mata untuk berbibadah padaNya, untuk mencari bekal buat perjalanan besok di akherat. Apajadinya jika bekal yang sudah saya kumpulkan susah payah dari sholat, zakat, puasa, haji dan ibadah lainnya, eh… ternyata kelak di akherat bekal saya itu harus saya berikan ke orang-orang yang di dunia ini pernah saya dholimi, pernah saya caci maki, pernah saya pukul, pernah saya sakiti. Ya Rabb….

Islam itu adalah agama yang sangat lengkap, makanya disebut sebagai the way of life, ke kamar mandi saja diatur, makan diatur, dari bangun tidur sampai tidur lagi semuanya diatur, apalagi interaksi dengan sesama manusia/ habluminannas baik itu interaksi secara langsung maupun di sosial media. Semuanya sudah diatur, jadi yuk,,, kita ber islam secara kaffah…

Pertengahan tahun 2017 ini sebenarnya MUI sudah mengeluarkan fatwa tentang panduan bersosial media, berikut bagi yang ingin mendownloadnya, silahkan klik gambar download dibawah ini:

Semoga kita senantiasa dibimbing oleh Allah dan semoga Allah melindungi kita semua dari fitnah akhir zaman ini, bagi yang mau mendengarkan rekaman kajian kuliah subuh saya kemarin tentang Fiqih Media Sosial, silahkan bisa dengarkan di rekaman di Youtube di bawah ini:

Bagi yang mau mendownload slide kajiannya bisa didownload di sini

Semoga bermanfaat..

Salam dari Brisbane..



=============================

Bagi yg tertarik dengan tulisan saya mengenai

  1. Study di Australia [Silahkan akses ke halaman ini]
  2. Traveling alias jalan2 di Australia termasuk tempat-tempat yg harus dikunjungi [Silahkan akses ke halaman ini]
  3. Vlog tentang Kuliah/Beasiswa di Australia dan di Korea, ttg jalan-jalan kami baik di Australia dan Korea [Silahkan akses ke channel Youtube kami: Alkwangju]

Dua halaman diatas adalah kumpulan tulisan-tulisan saya ttg study dan traveling di Australia. Semoga bermanfaat!