Pendaftaran Beasiswa LPDP 2019

Hallo sahabat semuanya.

Salam dari Brisbane Australia yang suhunya sudah semakin dingin. Perasaan baru kemarin saya posting tentang Pendaftaran Beasiswa LPDP 2018 eh kok kemaren saya dapat broadcast dari group LPDP udah buka aja 2019. Waktu benar-benar cepat ya. Perasaan saya baru beberapa posting tulisan di blog ini deh semenjak saya nulis ttg pendaftaran LPDP 2018 itu. ehehe

Tapi ya sudah lah, semoga tahun ini saya bisa semakin produktif tidak hanya nulis paper tapi juga nulis blog, ngomong2 ini hasil saya 1 tahun di UQ, Terima kasih LPDP => https://dl.acm.org/citation.cfm?id=3271744

InsyaAllah, nanti saya buat postingan khusus lah..

Sekarang ke PENDAFTARAN BEASISWA LPDP 2019

Beasiswa LPDP ini jadi semacam primadona ya, mungkin karena sekarang sudah jadi sangat populer. Tiap tahun pasti ada perubahan baik itu list kampus tujuan, mekanisme perpindahan kampus, jenis beasiswa, mekanisme pendaftaran dan sebagainya. Yang pasti saya yakin semuanya demi kebaikan bersama dan tujuannya agar LPDP semakin baik.


Jadwal pendaftaran Beasiswa LPDP 2019

Bisa dilihat di gambar tersebut ya sahabat semua, LPDP thn ini ada 2 tahap. Utk tahap 1 teman-teman bisa mulai mendaftar tanggal 10 Mei, jadi persiapkan saja semua persyaratannya. Bagi yang mau daftar tahab 2 dalam/luar negeri pendaftaran baru di buka tanggal 1 Juli 2019 dan ditutip 10 September 2019.

Untuk list kampus tujuan luar negeri 2019 silahkan bisa buka melalui tautan ini https://www.lpdp.kemenkeu.go.id/beasiswa-unduhan/

Untuk persyaratan pendaftaran bisa lihat di sini:

Untuk jenis beasiswa lain khususnya Afirmasi (Ada prasejahtera berprestasi, santri, penyandang disabilitas, prestasi seni, prestasi olahraga bisa langsung di akses di website LPDP di Menu Beasiswa)

Selamat mencoba dan semoga sukses teman-teman

Berikut tulisan-tulisan saya mengenai seleksi LPDP saya, siapa tau berguna:

  1. S3 ku mau kemana? 
  2. Akhirnya The University of Queensland, Australia adalah kampus S3 saya.
  3. Essay sukses terbesar dalam hidupku LPDP
  4. Essay kontribusi bagi Indonesia LPDP
  5. Seleksi administrasi LPDP
  6. LGD dan Essay on the spot LPDP
  7. Pengalaman dan Tips lolos seleksi wawancara LPDP

Berikut juga saya sertakan ada beberapa video semua tentang LPDP yaitu dari mulai kenapa saya memilih LPDP, seleksi administrasi LPDP, seleksi substansi LPDP, tips lolos wawancara LPDP, pindah kampus LPDP, tips lolos LPDP, setelah lolos LPDP dan lain sebagainya.

Berikut ini playlist jadi ada beberapa video pendek. Semoga bermanfaat

Video Seleksi Beasiswa LPDP



Lebih lengkapnya utk tulisan2 saya ttg Beasiswa LPDP bisa diakses disini https://mafrur.com/beasiswa-lpdp/

Tentang kuliah S2 di Korea disini https://mafrur.com/kuliah-di-korea/

Tentang kuliah S3 di Australia di sini https://mafrur.com/kuliah-di-australia/

Semoga bermanfaat…. Sukses ya

Beginilah Perpustakaan di Kampus Luar Negeri

Halo sahabat semua.

Saya cukup lama tidak menulis blog. Di tulisan kali ini saya ingin berbagi tentang bagaimana fasilitas perpustakaan di kampus luar negeri khususnya di kampus saya yang sekarang yaitu UQ . Sebelum sahabat semua membaca tulisan ini mungkin kalian bisa baca tulisan saya sebelumnya tentang “Perlukah membandingkan Indonesia dengan Negara Lain?“, agar nanti tidak salah paham dengan tujuan saya menulis tulisan ini.

Jadi begini, salah satu tujuan saya kuliah di luar adalah untuk melilhat bagaimana sistem pendidikan di kampus tersebut, bagaimana profesional nya para staff, management, service dan sebagainya. Yang semoga nanti setelah saya balik ke Indonesia, saya mungkin bisa mencontohnya atau menularkan ke yang lain.

Pada kesempatan kali ini saya ingin sharing tentang pengalaman saya menggunakan fasilitas library di UQ. Sejujurnya saya dulu 2 tahun di Chonnam National University, Korea untuk menyelesaikan master, saya sekalipun belum pernah pergi ke perpus hehehe. Ya namanya saja orang IT, semua referensi sudah bisa diakses via online (buku, paper, journal, documentasi dsb). Hal itu ternyata juga terulang di sini hehe.

Saya sudah hampir 1 tahun di UQ dan jujur saja saya belum pernah menggunakan fasilitas perpus, lha klo nyari referensi baik itu jurnal atau prociding kan langsung online dan kampus UQ sudah subsribe ke smua jurnal2 bagus jadi tinggal download deh.

Nah, tapi kenapa saya ingin sharing tentang service di UQ library? padahal saya tidak pernah menggunakans service itu? Ya karena itulah saya pingin share, karena ini pengalaman pertama saya menggunakan service library UQ.

Jadi ceritanya begini sahabat semua. Suatu hari saya dihubungi oleh teman lama yang sekarang dia bekerja di start-up di Bandung. Dia bilang untuk keperluan pekerjaannya dia perlu membaca “Railtrack material standard” dan harganya 112 USD. Dia meminta tolong pada saya, siapa tau di UQ library dokumen ini ada, jadi intinya dia tak perlu untuk membelinya hehe.

Sebenarnya apa yang saya lakukan untuk menolongnya dari sisi policy dan ethic di kampus mungkin tidak boleh kali ya? hehe. Tapi di sini saya hanya ingin sharing bagaimana service kampus di sini! Akhirnya saya coba buka UQ online library untuk pertama kalinya.

Eh ternyata, UQ library punya chat service. Tampilannya seperti gambar di  bawah ini:

 

Di gambar tersebut juga terlihat percakapan saya dengan CS nya di UQ library dan ternyata simple banget untuk mendapatkan dokumen yang sebenarnya itu berbayar. Saya juga baru tahu bahkan di UQ, kita (student) juga bisa request sekiranya ada buku yang bagus tapi di library tidak ada, kita bisa request untuk dibelikan baik itu soft file maupun hard copy. Gileee ya.

Ya tentu kembali ke awal paragraf tadi, tak bisa kita bandingkan apple to apple dengan kampus di Indonesia. Lha di sini mayoritas students jg dari International students yang mana tuition feenya muahalnya minta ampun. Ini beasiswa saya (LPDP) mbayarin tuition fee buat saya 32.000 AUD per tahun. Ya pantes kan klo servicenya spt ini. Semua dokumen, buku, paper, dan sebagainya yang berbayar dan mahal bisa dengan mudah diakses. Ya ini lah UQ.

Setelah dapat pengalaman ini, akhirnya saya memutuskan untuk coba jalan-jalan ke Library di UQ. Istilahnya sekali-kali lah belajar di library, tidak melulu di office saja, dan memang luar biasa hehee! Library di sini di design senyaman mungkin, kalau butuh PC ada buanyak, bagi yang hanya butuh space buat belajar jg banyak banget, bahkan ada capsule (ini space buat tidur bagi yang kecapean). Bagi mahasiswa postgraduate spt saya juga bisa booking space (satu ruangan) buat belajar dan kedap suara hahaha. Dan itu smua buka 24 jam. Finally, akhirnya sekarang kadang-kadang klo saya lagi bosen belajar di office akhirnya saya pergi ke perpus!

Begitulah pengalaman seorang mahasiswa PhD yang kerjaannya hanya di office saja hahaa, udah hampir setahun di sini baru pertama kali jalan-jalan dan nyobain service di perpus 🙂

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat, atau menambah info, wawasan dan apapun itu. Sampai ketemu di tulisan-tulisan selanjutnya….

Pendaftaran Beasiswa LPDP 2018

Pagi ini ketika buka HP, beberapa orang di Grub Whatsapp yang saya ikuti sudah mengeshare informasi mengenai pendaftaran beasiswa LPDP 2018. Saya coba buka linknya eh-timeout kemungkinan sih karena banyak yang akses. Tapi tadi sempat saya reload bisa dibuka di HP. Sekarang tidak bisa lagi.

Jadi bagi adek-adek yang sudah menanti informasi kapan pendaftaran beasiswa LPDP 2018 dibuka akhirnya datang juga. Bahkan saya sering sekali dapat email ataupun via sosial media atau di blog ini yang bertanya perihal tersebut. Oleh karena itu, saya post saja di sini. Berikut ada beberapa informasi penting yang tadi sudah saya screenshoot sebelumnya mengenai pendaftaran beasiswa LPDP 2018.

Berikut adalah informasi penting tersebut:

  1. Quota beasiswa LPDP 2018 adalah 4000, jadi hanya 4000 awardee yang diterima nantinya.
  2. Pendaftar di tahun 2018, dapat memulai perkuliahan tahun 2019 dan sudah tidak ada proses pindah kampus, jadi harus melanjutkan dikampus yang sudah dipilih pas pendaftaran.
  3. Ada schema baru yaitu co-funding (jadi model shared cost), sebagaian dibiayai LPDP sebagian biaya sendiri.
  4. Berikut adalah timeline pendaftaran beasiswa LPDP 2018 dalam negeri, luar negeri, dan disertasi terlampir
  5. Daftar kampus tujuan Luar Negeri untuk kampus regular semakin ketat: Daftar kampus tujuan Luar Negeri buka di sini dan daftar kampus tujuan dalam negeri lihat di sini.

 

 

 

 

 

Jadi yang perlu diingat bagi yang mau daftar beasiswa LPDP 2018 untuk dalam negeri, Senin tgl 7 Mei sudah dibuka pendaftarannya dan pendaftaran ditutup tanggal 8 Juni 2018. Bagi yang mau daftar beasiswa untuk luar negeri, pendaftaran dilakukan mulai 2 Juli 2018 – 21 September 2018.

Semangat ya..

Oya berikut ada beberapa tulisan saya mengenai pengalaman seleksi LPDP dan tips nya. Jadi bisa jadi bahan bacaan dan referensi.

Kumpulan tulisan-tulisan saya tentang beasiswa LPDP bisa dibuka di sini 

Bagi yang sukanya nonton Vlog, ini ada Vlog lengkap tentang Tips lolos beasiswa LPDP.  (Ini playlist isinya ada 7 videos)

 

Sukses ya..

Info official pengumuman pendaftaran beasiswa LPDP bisa dibuka di sini PENDAFTARAN LPDP 2018

Salam dari Pinggir kali Brisbane

Rischan Mafrur

Kumpulan informasi Beasiswa Luar Negeri

Berikut adalah daftar beberapa links informasi beasiswa, silahkan bisa dikunjungi: 

1. Australia Award Scholarship (http://australiaawardsindo.or.id )

2. LPDP Scholarship (http://www.lpdp.kemenkeu.go.id )

3. DIKTI Scholarship
Dalam Negeri (http://www.beasiswa.dikti.go.id/dn/ )
Luar Negeri (http://beasiswa.dikti.go.id/ln/ )

4. Turkey Government Scholarship (http://www.turkiyeburslari.gov.tr/index.php/en )

5. General Cultural Scholarship India (http://www.iccrindia.net/generalscheme.html )

6. USA Government Scholarship http://www.aminef.or.id/index.php  http://www.iief.or.id

7. Netherland Government Scholarship (http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa )

8. Korean Government Scholarship (http://www.niied.go.kr/eng/contents.do?contentsNo=78&menuNo=349 )

9. Belgium Government Scholarship (http://www.vliruos.be/4273.aspx )

10. Israel Government Scholarship (http://www.mfa.gov.il/mfa/abouttheministry/departments/pages/scholarships%20offered%20by%20the%20israeli%20government%20to.aspx )

11. Sciences Po France (http://formation.sciences-po.fr/en/contenu/the-emile-boutmy-scholarship )

12. Utrecht University Netherland (http://www.uu.nl/university/international-students/en/financialmatters/grantsandscholarships/Pages/utrechtexcellencescholarships.aspx )

13. Prasetya Mulya Business School Indonesia (http://www.pmbs.ac.id/s2/scholarship.php?lang=ENG )

14. Brunei Darussalam Government Scholarship (http://www.mofat.gov.bn/index.php/announcement )

15. Monbugakusho Scholarship Japan (http://www.id.emb-japan.go.jp/sch.html )

16. Paramadina University Master Fellowship Indonesia (https://gradschool.paramadina.ac.id/in/graduate-school-fellowship/paramadina-medco-fellowship-2013.html )

17. PPM School of Management Indonesia (http://ppm-manajemen.ac.id/beasiswa-penuh-s2-mm-reguler/ )

18. University of Twente Netherland (http://www.utwente.nl/internationalstudents/scholarshipsandgrants/all/uts/ )

19. Sweden Government Scholarship (http://www.studyinsweden.se/Scholarships/ )

20. Chinese Government (http://www.csc.edu.cn/studyinchina/scholarshipen.aspx )

21. Taiwan Government Scholarship (http://www.studyintaiwan.org/taiwan_scholarships.html )

22. United Kingdom Government SCholarship (http://www.chevening.org/indonesia/ )

23. Panasonic Scholarship Japan (http://panasonic.net/citizenship/scholarships/pso/requirements/ )

24. Ancora Foundation Scholarship (http://ancorafoundation.com )

25. Asian Public Intellectuals Fellowship Japan (http://www.api-fellowships.org/body/ )

26. AUN/SEED-Net Scholarship (http://www.seed-net.org/index.php )

27. Art Asia Major Scholarship Korea National University of Arts (http://eng.karts.ac.kr:81/karts/board/list.jsp?c_no=003013002&bt_no=123&page=1&b_category=&b_categoryimg=&searchSelect=&keyword=&divisionSelect=&engNotice=engNotice)

28. Ritsumeikan Asia Pacific University Japan (http://www.apu.ac.jp/home/life/index.php?content_id=30 )

29. Seoul National University Korea (http://en.snu.ac.kr/apply/graduate/scholarships/before-application )

30. DIKTIS Overseas Scholarship (http://www.pendis.kemenag.go.id/beasiswaln/ )

31. Honjo International Scholarship Foundation Japan (http://hisf.or.jp/english/sch-f/ )

32. IDB Merit Scholarship Programme for High Technology (http://www.isdb.org/irj/portal/anonymous?NavigationTarget=navurl://c28c70fde436815fcff1257ef5982a08 )

33. International HIV & Drug Use Fellowship USA (http://www.iasociety.org/fellowship.aspx )

34. Nitori International Scholarship Foundation Japan (http://www.nitori-shougakuzaidan.com/en/ )

35. School of Government and Public Policy Indonesia (http://sgpp.ac.id/pages/financial-conditions )

36. Inpex Scholarship Foundation Japan. www.inpex-s.com

37. Asia University Taiwan (http://ciae.asia.edu.tw/AdmissionsScholarship.html )

38. Macquaire University Australia (http://www.mq.edu.au/future_students/international/scholarships_and_awards/macquarie_university_international_scholarship)

39. Beasiswa Pemerintah New Zealand (https://www.mfat.govt.nz/en/aid-and-development/scholarships/)

Informasi Tambahan: 

Download buku DAFTAR BEASISWA LENGKAP  “Directori Beasiswa Pascasarjana” Terbitan UGM tahun 2014, silahkan yang butuh bisa didonwload di sini.

Pengalaman Kuliah di Korea (S2 di Korea) -> Kuliah di Korea

Pengalaman Kuliah di Australia (S3 di Australia) -> Kuliah di Australia

Pengalaman Seleksi LPDP:

  1. Page Khusus semua tentang LPDP.
  2. S3 ku mau kemana? 
  3. Akhirnya The University of Queensland, Australia adalah kampus S3 saya.
  4. Essay sukses terbesar dalam hidupku LPDP
  5. Essay kontribusi bagi Indonesia LPDP
  6. Seleksi administrasi LPDP
  7. LGD dan Essay on the spot LPDP
  8. Pengalaman dan Tips lolos seleksi wawancara LPDP
  9. FAQ Beasiswa (Pertanyaan seputar beasiswa)

 

Playlist Video Beasiswa Kuliah di Korea

 

Playlist Video Kuliah di Australia

 

Playlist Video Pengalaman Seleksi LPDP

Mendapatkan unconditional LoA di kampus Australia tanpa IELTS

Bagi para pencari beasiswa Unconditional LoA adalah salah satu yang paling ia cari. Unconditional LoA (Letter of Aceptance) adalah surat yang menyatakan bahwa mahasiswa tersebut sudah diterima di kampus yang bersangkutan tanpa syarat. Saudara tirinya Unconditional LoA adalah Conditional LoA yang berarti diterima dengan syarat misalnya ketika apply ke kampus tapi belum melampirkan sertifikat IELTS jadi akan dapat Unconditional LoA jika dan hanya jika mahasiswa tersebut sudah melampirkan sertifikat IELTS dengan nilai yang sesuai dengan requirements.

Bagi mahasiswa yang daftar master program dan hanya course based itu tentu lebih mudah untuk mendapatkan LoA, tinggal melihat apa saja yang harus di submit, tinggal penuhi semua requirements kemudian submit tanpa perlu mencari Professor terlebih dahulu. Semuanya biasanya dilakukan online, standard requirement biasanya untuk master ya personal statement, CV, transcript, study plan, recommendation letter dari dua references, sertifikat kemampuan bahasa dan mungkin ada tambahan lainya. Untuk awal bagaimana pencarian kampus S3 saya bisa dibaca di sini

Bagi saya yang dulu mendapatkan beasiswa riset di Korea ketika S2 dan tentu karena saya teknik dan namanya juga beasiswa riset jadi saya harus riset. Requirement ketika saya mendaftar cukup berbeda dari yang mau apply program master yang course based (hanya kuliah tanpa riset). Saya harus berkiriman CV dengan Profesor terlebih dahulu dalam artian mencari Profesor yang risetnya cocok dan menawarkan beasiswa. Selain itu saya juga diminta membuat proposal riset dan study plan juga.

Nah, beda halnya dengan S3. Sepertinya jarang ada S3 yang menawarkan program yang hanya course based dan sepertinya aneh saja kalau PhD tanpa riset. Bagi para pencari beasiswa yang mau apply S3 maka mau tidak mau harus repot mencari Profesor yang cocok terlebih dulu, biasanya juga diminta untuk mengirimkan CV dan proposal riset kepada Prof terlebih dahulu.

Untuk kasus saya ketika saya apply program RHD (Research Higher Degree) di The University of Queensland saya harus mencari Profesor yang cocok dengan riset saya terlebih dahulu. Bagi saya yang S2nya sudah riset seperti ini ada plus minusnya. Plusnya saya sudah mempunyai beberapa publikasi baik journal maupun prosiding konference dengan skala internasional, tentu ini akan lebih meyakinkan Profesor. Persoalannya riset saya itu scope-nya sempit maka untuk mencari Profesor yang benar benar cocok itu yang jadi masalah.

Persyaratan lainnya seperti persyaratan admisi kampus pada umumnya, seperti transcript, sertifikat bahasa dan sebagainya. Seperti yang sudah saya tulis di Judul, saya tidak perlu melampirkan sertifikat IELTS untuk dapat unconditional LoA di The University of Queensland (UQ). Kenapa, kok bisa seperti itu?

Sebenarnya ini juga sama ketika saya mendaftar beasiswa LPDP, saya tidak perlu melampirkan sertifikat IELTS pula.

Untuk yg apply UQ, Alasannya karena sebelumnya pendidikan S2 saya di luar negeri yang bahasa pengantarnya bahasa inggris dan saya punya pengalaman satu tahun bekerja di common wealth country (Cape town, South Africa) dan tentunya saya punya publikasi yang cukup banyak dan menarik untuk level lulusan S2.
Saya benar-benar baru nyadar ternyata untuk apply di kampus Australia, saya bisa mendapatkan Unconditional LoA tanpa melampirkan IELTS. Alasan saya agak malas untuk test IELTS adalah karena saya harus belajar, karena untuk test IELTS saya harus meluangkan waktu persiapan, karena harus paham dengan tipe soalnya terlebih dahulu, selain itu alasan yang paling pokok adalah di IELTS ada writing dan itu handwriting padahal tulisan saya jueelek banget bahkan saya pun kadang tidak bisa membaca tulisan saya sendiri, hahaha 😀

 

Lolos Wawancara LPDP

Seperti yang sudah saya tulis di postingan sebelumnya mengenai hasil dari seleksi administrasi LPDP. Ketika teman-teman sudah mendapatkan hasil dari seleksi administrasi LPDP dan dinyatakan lolos, maka teman-teman akan mendapatkan informasi berupa lokasi seleksi (ini dipilih teman-teman sendiri pas ngisi form pertama kali), kemudian jadwal verifikasi dokumen, WAWANCARA atau SELEKSI SUBSTANSI, LGD, dan essay on the spot.

Tentu untuk verifikasi dokumen saya tidak akan membahasnya karena kalau memang teman-teman lolos seleksi administrasi dan semua dokumen yang diupload bisa di tunjukkan ketika verifikasi dokumen tentu tidak akan bermasalah. Tapi ketika saya sedang menunggu antrean verifikasi dokumen saya melihat ada beberapa orang yang harus bolak-balik karena dokumen tidak lengkap atau salah, misalnya surat pernyataan formatnya salah, dsb. Jadi silahkan benar-benar dibaca booklet LPDPnya.

Pengumuman tanggal 27 Juli dan kebetulan untuk Yogyakarta mendapatkan tanggal yang pertama yaitu tanggal 10-12 Agustus 2016. Jadi saya benar-benar kurang persiapan baik untuk wawancara, LGD, dan essay on the spot. Saya hanya pernah dengar untuk program LN, interviewnya, LGD, dan essay on the spotnya full bahasa inggris, tapi insyaAllah disini saya tidak ada masalah. Hanya saja setelah saya membaca beberapa pengalaman seleksi wawancara LPDP dari internet saya benar-benar melihat bahwa pertanyaan reviewersnya benar-benar random. Misal saya pernah membaca reviewer minta agar yang di interview menyanyikan lagu daerah, kemudian ditanya tentang visi-misi LPDP, nama mentri, UUD, pancasila, dan sebagainya.

Oleh karena itu, di minggu-minggu menunggu WAWANCARA atau SELEKSI SUBSTANSI di sela-sela waktu saya membaca semua tentang LPDP, dari visi-misinya, orang-orangnya, kemudian juga ngulang pelajaran PPKN/PKN :). Disamping itu saya juga selalu membaca berita di thejakartapost dan juga detik. Seperti sebelumnya yang sudah saya sampaikan juga, dari informasi yang saya pelajari sepertinya intinya adalah jadilah diri sendiri.

Sesuai dengan jadwal yang saya dapatkan, tanggal 10 Agustus sore saya hanya datang untuk verifikasi dokumen, saya antre cukup lama, entah kenapa bisa molor, di jadwal jam 15:50 tapi saya dapatnya hampir jam 6 sore. Saya melihat ada beberapa orang yang bermasalah ketika verifikasi di depan sehingga mereka membutuhkan waktu yang cukup lama. Ketika nama saya dipanggil untuk verifikasi, kemudian saya tunjukkan semua dokumennya dan langsung ok, tidak sampai 5 menit sekitar 3 menitan. Alhamdulillah, verifikasi lancar.

Oya, jangan lupa ya formulir LPDP dan kartunya di cetak kemudian dibawa, sebenarnya informasi-informasi yang diberikan LPDP sangat jelas kok.

Hari ke dua, tanggal 11 Agustus 2016, saya mendapatkan jadwal wawancara alhamdulillah pagi jadi masih fresh. Saya mendapatkan jadwal jam 08:45 dan benar, kalau untuk interview pas banget waktunya sebelum jam itu saya sudah dipanggil untuk datang ke ruangan yang dipakai untuk wawancara, dan disitu masih ngantre sebentar.

Nah…. detik detik… deg-deg an pun terjadi….

Saya masuk, sebelumnya ada petugas yang meminta saya untuk mematikan HP sebelum masuk ruangan. Disitu ruangannya besar dan dibagi menjadi beberapa meja yang isinya ada 3 interviewer dan yang di interview duduk di depannya. Saya mendapatkan nomor meja 10.

Selamat pagi Bapak, Ibu, saya sambil menyalami interviewer.

Ibu yang ditengah, membuka pembicaraan. Baik, sebelum wawancara dimulai saya perkenalkan dulu, saya dari UI kemudian bapak sebelah kiri saya dari UGM, dan sebelah kanan saya dari UNY. (Ibunya menyebutkan semua nama, tapi saya lupa hehee 😀 tapi disitu beliau tidak menyebut siapa yang psikolog, siapa yang ahli dan sebagainya). Kemudian Ibu tadi bilang, nanti wawancaranya akan direkam, tidak keberatan kan?. Tentu saya jawab “Tidak bu”. Baik wawancara saya mulai.

Ibu tadi mengeklik tombol rekorder, kemudian Bapak yang samping Kiri langsung bertanya ke saya.

Mr. Rischan, did you study in Chonnam?

Yes Sir.

Do you have any publication?

Yes Sir, I have 7 international publications. 4 International Journals, 3 international conferences. 5 papers as first author and 2 papers as second author. All of them are indexed by Scopus.

Saya sambil ngasih segempok papers yang sudah saya print ke beliau.

From all of your publications, is there any SCI or SCIE papers?

Unfortunately, no Sir. The scopus journals are enough for a master but for PhD, PhD students have to publish SCI/E paper if they want to graduate. As I know Scopus journals are not too bad.

Berikut adalah daftar dari publikasi ilmiah saya yang terindex oleh Scopus: Google scholars saya bisa diakses di sini

Yes, I know it. Thats good not bad. Sambil buka-buka paper saya, dan memberikan kode ke ibu sampingnya untuk ambil alih. Bapak ini terus membuka-buka paper saya dan menulis sesuatu di catatannya.

Ibu: Do you want to continue your study in SNU (Seoul National University)?

Hmm.. Ok, I wanna explain this because I think it’s important. Since last year, I made a list of professors in Korea who has similar research/activity to me. I ranked them based on the number of international students, the quality of publication, what kind of their projects and etc. You can see the list here (saya menunjukan list lab-lab yang sudah saya searching sebelumnya). I selected SNU because this campus is the best one in Korea. I contacted Prof XX but til the deadline of LPDP form submission, he did not reply me. So, I was positive thinking and pretty confidence. When I submitted the LPDP form, I selected SNU as my future campus. A week after LPDP submission, he replied me that he will not accept a PhD student this year. Unfortunately, he is the only one professor in SNU who has research topic that I am interested to. Now, seems little bit hard for me to continue my PhD in SNU.

Couple weeks ago, I contacted a professor in Kyung Hee university. His research is quite similar to mine. He agreed to accept me as his PhD student. This is the statement letter from him. (kemudian saya memberikan statement letter dari Prof di Kyung Hee ke Ibunya). Jadi sebelum interview saya minta ke Prof untuk membuatkan saya letter statement karena memang kan saya belum punya LoA karena belum apply ke kampus mana pun.

Ibu : is this campus on LPDP list?

Me : Absolutely, yes.

Ibu: Ok, your research proposal is related to mining human behaviour, is that right? As I understand this research has been there for a long time ago. Do you think your topic is up to date?

Nah disini kita diskusi panjang lebar, saya lupa lengkapnya seperti apa, dan tentunya juga tidak penting untuk teman-teman karena ini menyangkut topik riset saya. Intinya disini saya benar-benar berusaha untuk meyakinkan bahwa riset saya itu keren. Jujur saja saya suka, karena ibunya terlihat tertarik dengan apa yang saya utarakan, bahkan beliau ngasih masukan-masukan. I am not sure, apakah beliau ini bidangnya sama dengan saya atau tidak hehee.

Habis itu giliran bapak yang dari UNY. Pertanyaannya sepertinya ngetest.

Could you explain to me what is computer science?

Me : jawab blabla bla..

Then what is data mining?

Me : jawab blablabla..

My last question, what is the biggest problem that you ever have and then how did you overcome?

Me : My biggest problem life is I was born in the society which does not care to education. Kemudian saya jelaskan panjang lebar, seperti yang sudah saya tulis di essay sukses terbesar dalam hidupku

Then bapaknya mantuk mantuk, dan menyerahkan ke Ibu yang dari UI.

Bapak yang dari UGM: Did you got any scholarship for your master in south korea, if yes, what kind of scholarship you got ?

Me: Research scholarship, sir from BK21 South Korea. Terus saya jelaskan skema scholarship tersebut

Hmm,, mantuk-mantuk, Whats your plan for your future?

Me: My passion is teaching and research. I always stay foolish for knowledge and in the same time I like sharing as well, especially knowledge sharing. Terus sy jelaskan bla bla bla..

Ibu yang dari UI: Hold a seconds, when you graduate from master? 2016?

Me : No, 2015.

Ibu: So, what did you do after graduate?

Me: I worked at Kartoza Pty Ltd, one of multinational company which based in cape town, south africa but I worked remotely from Indonesia.

Ibu: Why did you work at that company? is there any relation to your research?

Me: (sebenarnya sudah saya tebak sih, kalau pertanyaan ini memang agak susah, katanya pingin banyak kontribusi untuk negeri tp habis lulus malah kerja di perusahaan luar hehee). Disini saya jawab begini.

That was my plan. I want to work for a while like one or two years after I got master degree. I need new experience especially professional experiment in overseas, I wanna see how they work, hows the standard, and many more. Terus sy menjelaskan panjang lebar…

Ibu: OK, you said, you wanna contribute and work in Indonesia after you finish your PhD, you have been in SKorea for two years then you worked in overseas company. Are you sure, are you going to work here after you finish your degree?

Me: saya sebenarnya sudah memprediksi akan mengarah ke sini. Saya hanya menjawab. Yes, sure!

Ibu: Oke. my last question, after you finish your PhD, could you explain what kind of your real contribution for Indonesia especially related to your research topic.

Me: Ini pertanyaan paling susah. muter-muter pokoknya hehe. Jadi teman-teman bisa mempersiapkan dengan baik kalau ada pertanyaan seperti ini. Intinya beliau bilang. You will do research in developing country alias indonesia with advanced topic, so what kind of real contributions that will you give to Indonesia. As we understand, now, we do not have those kind of industries. We are only customer in smartphone industry.

Intinya terakhir saya bilang gini, Indonesia has a lot software developers, a lot programmers, how about computer scientist? Terus bla bla bla .. Intinya memang riset saya kan terkait dg mining human behavior dari data sensing smartphone. Memang cukup tricky menjelaskan ini.

Ibu: Oke, Thank you, this interview we are done with this interview, I’ll stop the recorder.

Habis itu Ibunya bilang dengan bahasa Indonesia. Baik sudah selesai ya, tinggal berdoa saja ya semoga bisa lolos.

Me: Baik, terimakasih bu pak, saya boleh meninggalkan kursi ini?

Ibu: Iya silahkan..

Kemudian saya menyalami interviewer dan pergi meninggalkan kursi.

Note: 

* Tentu isi interviewnya tidak saklek seperti diatas, saya menulis ini dengan keterbatasan ingatan saya. hehe, semoga bermanfaat.

Kesimpulannya bagi yang mau ke LN ya benar harus dipersiapkan, kalau based on this experience. semuanya FULL ENGLISH. 

Yang jelas, habis interview perasaan saya so-so karena memang disamping saya kurang persiapan, yang dipersiapkan malah tidak ada yang keluar, semuanya menanyakan mengenai riset saya yang saya malah tidak memprediksinya. Untung saja saya print semua papers saya. Dan yang jelas ada dua pertanyaan yang sudah saya bahas diatas yang menurut saya benar-benar susah. Jadi ya saya pasrah saja, berdoa minta yang terbaik pada Allah.

Dan tara….. Alhamdulillah, jam 4 sore tanggal 9 September 2016 saya dapat SMS dan email yang intinya saya lolos. Untuk test LGD dan Essay on the spot silahkan klik linknya ya.

lpdp_lolos_wawancara

Tips WAWANCARA atau SELEKSI SUBSTANSI LPDP menurut saya ya:

  1. Tetap selalu jadi diri sendiri
  2. Katakan apa adanya, tidak usah ditutup tutupi apalagi berbohong, karena disitu juga ada psikolog yang mengamati bagaimana kita berbicara.
  3. Bagi yang mau S3 mungkin ini bisa jadi referensi, benar-benar harus dimatengin masalah proposal riset dan penelitian sebelumnya.
  4. Menurut saya, berdasarkan interview ini nilai positif yang ada di saya adalah publikasi. Oleh karena itu hampir semua pertanyaan mengenai riset dan publikasi saya, sedikit sekali yang menyinggung persoalan pribadi atau bahkan organisasi.
  5. Santai saja, tidak usah grogi, tetap jaga eye contact, diksi dan intonasi jelas, berbicara secara meyakinkan, mempertahankan argumen kita, dan tetap menjaga sopan santun.

Mungkin itu saja dulu ya, semoga bermanfaat buat teman-teman semuanya. Sukses selalu

* – Update : Pada akhirnya saya melanjutkan S3 saya tidak di Korea, saya akhirnya memilih The University of Queensland, Australia sebagai kampus S3 saya.

Berikut tulisan-tulisan lainya mengenai seleksi LPDP saya:

  1. Page Khusus semua tentang LPDP.
  2. S3 ku mau kemana? 
  3. Akhirnya The University of Queensland, Australia adalah kampus S3 saya.
  4. Essay sukses terbesar dalam hidupku LPDP
  5. Essay kontribusi bagi Indonesia LPDP
  6. Seleksi administrasi LPDP
  7. LGD dan Essay on the spot LPDP
  8. Pengalaman dan Tips lolos seleksi wawancara LPDP
  9. FAQ Beasiswa (Pertanyaan seputar beasiswa)

Mau mengundang kak Rischan jadi pembicara/pengisi acara? silahkan buka link ini.

LGD dan Essay on the spot LPDP

Setelah selesai wawancara, sorenya adalah jadwal Essay on the spot jam 13:50 dan LGD 14:40. Jadi ini seperti satu paket. Saya mendapatkan kelompok 15B. Ketika kelompok 15B dipanggil, saya meninggalkan ruangan dan menuju ke ruang essay dan disitu berkumpul teman-teman sekelompok yang nantinya menjadi satu ruangan ketika LGD.

Setelah masuk ruangan essay, kita akan diberi lembar jawaban dan soal. Ada dua soal dan diminta untuk menulis salah satu. Soalnya berbahasa Indonesia, tapi kita harus membuat essaynya berbahasa Inggris. Soal yang pertama yaitu mengenai Isu tax amnesty dan soal yang kedua mengenai isu konflik di tanjung balai yang bermula dari provokasi di sosial media.

Entah kenapa padahal saya lebih familier dengan istilah-istilah sosial media, tapi saya lebih memilih untuk menulis mengenai tax amnesty, karena jujur saja kalau isu yang agak ke agama nanti malah takut jadi sara. Sayangnya kalau saya harus nulis ulang essay tentang tax amnesty saya disini tentu jelas saya lupa karena saat itu waktu benar-benar mepet. Yang jelas bagi teman-teman yang pernah ikut IELTS writing tentu tidak akan mengalami kesulitan untuk penulisan essay ini.

LGD

Setelah waktu habis dan kita harus meninggalkan ruangan, kita langsung diminta untuk memasuki ruangan sebelahnya yaitu ruangan LGD. Yak tentu, diskusinya harus dengan bahasa inggris. Tiba-tiba ada seorang yang jago ngomong bahasa inggris membuka diskusi dan bersedia jadi moderator dan dia yang ngatur jalannya diskusi.

Intinya sih kalau saya, baik Essay dan LGD yang penting kita sering baca berita saja agar sedikit paham pengenai persoalan akhir-akhir ini yang terjadi di Indonesia.

Untuk topik LGD, kita mendapatkan topik vaksin palsu. Jadi kita diskusi mengenai topik ini.

Jadi, intinya slow saja, tips nya untuk essay on the spot dan LGD dari saya adalah:

  1. Baca berita akhir-akhir ini, bagi yang mau ke LN mending thejakartapost karena kan berbahasa inggris, jadi kita bisa tahu kosa kata di kasus-kasus yang lagi jadi tranding di Indonesia.
  2. Untuk essay on the spot, bagi yang belum pernah nulis essay dengan bahasa inggris tentu pasti kewalahan, jadi kuncinya ya latihan.
  3. Ketika diskusi di LGD, udah PD saja, misal ada teman yang bahasa inggrisnya capcus keren banget, slow saja, yang penting kita berusaha dengan sebaik-baiknya untuk mengutarakan pendapat kita dengan baik dan benar.

Saya kira cukup yah, semoga bermanfaat tulisan ini.

Berikut tulisan-tulisan lainya mengenai seleksi LPDP saya:

  1. Page Khusus semua tentang LPDP.
  2. S3 ku mau kemana? 
  3. Akhirnya The University of Queensland, Australia adalah kampus S3 saya.
  4. Essay sukses terbesar dalam hidupku LPDP
  5. Essay kontribusi bagi Indonesia LPDP
  6. Seleksi administrasi LPDP
  7. LGD dan Essay on the spot LPDP
  8. Pengalaman dan Tips lolos seleksi wawancara LPDP
  9. FAQ Beasiswa (Pertanyaan seputar beasiswa)

Mau mengundang kak Rischan jadi pembicara/pengisi acara? silahkan buka link ini.