COVID-19 Community Mobility Reports – Australia dan Indonesia

Kemarin dapat email dari supervisor, dia minta saya test visualization recommendationnya pakai data dari Google Community Mobility, datanya di sini https://www.google.com/covid19/mobility/ (Data dari Februari 2020 – Sept 2020 tgl 13). Data ini dari Google diambil dari Google Map trajectory orang-orang. Tapi data sudah dalam bentuk aggregate. Bisa di check langsung di website tersebut.

Di dalamnya ada data global dan per regional, kalau pakai data yang Global lumayan gede, intinya udah saya kirim laporannya ke supervisor lah kemarin.

Btw, karena saya lihat-lihat data ini, saya jadi penasaran membandingkan antara beberapa states di Australia, misalnya Queensland (state yang saya tempati) vs Victoria yang kasus covidnya masih marak.

Saya juga kepikiran lihat Mobility data kota Jakarta, Bali, Jawa Timur misalnya.

Nah ini Hasilnya, saya tampilin hasil dari Queensland, Victoria, dan Jakarta.

Untuk hasil lain beserta codenya bisa dilihat langsung di Kaggle saya (Data saya rata-rata ya ini):

Australia: https://www.kaggle.com/rischan/australia-covid19-google-mobility-report/

Indonesia: https://www.kaggle.com/rischan/indonesia-covid19-google-mobility-report/

Bagi yang tidak familier dengan code, bisa langsung lihat di section output.

Kalau dilihat dari hasilnya, Jakarta mirip sama Victoria. Beda banget sama Queensland. Kalau di Queensland mulai bulan July orang-orang sudah banyak banget yang main di Park (bar warna hijau), tentu ini karena memang kasus covid di Queensland sangat sedikit, jadi serkarang saja kami di sini sudah sering ke Park. Beda banget sama di Victoria yang sampai sekarang masih banyak kasus covidnya.

Dari gambar di atas kita juga bisa tau orang Jakarta stay at home paling banyak di bulan April dan Mei, habis itu makin turun. Ini data bulan september hanya sampai tanggal 13.

Terus data ini gunanya apa?

Kalau di check di data tersebut, data tersebut mencakup semua provinsi di Indonesia. Jadi ketika pemerintah tahu jumlah kasus covid di setiap provinsi dan dengan melihat data ini, pemerintah jadi tahu mayoritas orang kumpulnya dimana per bulan atau mungkin bisa check per minggu. Insight itu mungkin bisa membantu pemangku kebijakan untuk memberlakukan kebijakan yang terbaik dan paling cocok.

#IniUntukKita – Investasiku Bagi Indonesia Melalui Surat Berharga Negara

Pandemi Covid19 membawa dampak yang luar biasa tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia. Memang yang terlihat dengan jelas dampak dari covid ini adalah dampak negatifnya, seperti sektor pariwisata dan penerbangan yang benar-benar terpukul, banyak pekerja yang terkena PHK, dan tentunya banyak korban jiwa dari keganasan virus ini. Terlepas dari banyaknya dampak negatif covid19 ini, saya sendiri sebagai pribadi berusaha untuk mencari hikmah dari adanya covid ini, salah satu contohnya sebagai berikut:

Saya adalah salah seorang warga indonesia yang beruntung karena mendapatkan beasiswa dari pemerintah Indonesia untuk menempuh studi doktoral di Australia. Sebagai mahasiswa di Australia, saya sangat merasakan dampak dari covid19 ini. Sekarang bimbingan studi S3 saya harus online, ditambah harus work from home. Kemudian, dampak yang paling terasa adalah berkurangnya kuota tutor/teaching assistant sehingga semester ini saya tidak bisa mengajar/tutoring. Walaupun sudah mendapatkan beasiswa dari pemerintah Indonesia, saya membutuhkan penghasilan tambahan karena saya membawa keluarga ke Australia di studi S3 saya ini. Kali ini saya tidak mendapatkan kesempatan untuk menjadi tutor dikarenakan penurunan jumlah mahasiswa asing secara signifinkan di kampus saya. Hal itu cukup membuat saya sedih, namun saya termasuk mahasiswa yang masih beruntung meskipun tidak ada pekerjaan tambahan karena saya masih mendapatkan beasiswa. Ada banyak mahasiswa asing di Australia yang tadinya kuliah sambil bekerja part-time di restoran atau cafe mau tidak mau mereka harus pulang ke negaranya karena sumber penghasilannya benar-benar berhenti dikarenakan lockdown. Kejadian ini membuat saya berpikir banyak hal, membayangkan bagaimana rasanya kalau jadi mahasiswa tersebut, atau bagaimana rasanya terkena PHK karena covid ini apalagi kalau sudah punya keluarga dan tidak punya dana darurat.

Bagi saya, pelajaran yang paling berharga dari covid ini adalah saya jadi semakin peduli dengan kondisi keuangan saya dan keluarga. Sekarang saya jadi sadar harus menyiapkan dana darurat, menghitung semua tabungan yang saya punya, merencanakan biaya pendidikan untuk anak saya, merencanakan produk investasi untuk dana pensiun, dan lainnya. Apalagi setahun lagi saya harus kembali ke Indonesia karena studi saya sudah selesai. Sebelum covid, saya tidak begitu mengerti dan melek mengenai persoalan ekonomi, keuangan, tabungan, dan investasi karena memang notabennya saya adalah mahasiswa teknik.

Saya juga baru sadar, ketika membuka rekening tabungan rupiah maupun rekening bank saya di Australia, bunga/bagi hasilnya sekarang sangat kecil. Semua itu dikarenakan baik di Indonesia maupun di Australia, suku bunga diturunkan oleh pemerintah ke paling terendah selama 20 tahun terakhir yakni suku bunga BI turun menjadi 4.25% sedangkan di Australia suku bunganya 0.25%. Ini menjadi hal yang sangat tidak menguntungkan bagi banyak orang khususnya saya sendiri ketika ingin menyimpan uang di bank. Bisa dibayangkan dengan suku bunga 4.25% belum dipotong pajak dan belum dikurangi nilai inflasi, tentu hal ini cukup mengecewakan bagi yang mau menabung di bank. Tetapi apa boleh buat, kondisi ekonomi di semua negara di dunia saat ini serba susah.

Di sela-sela waktu work form home, saya mencoba belajar mengenai perencanaan keuangan keluarga. Selain itu saya belajar mengenai produk-produk investasi di Indonesia mulai dari yang paling rendah resikonya seperti pasar uang, resiko sedang seperti obligasi pemerintah dan korporasi, resiko tinggi seperti saham dan P2P lending, dan saya juga belajar managemen risiko dalam berinvestasi yaitu dengan diversifikasi portofolio. Belajar di era digital seperti sekarang ini sangat mudah, ditambah dengan menjamurnya aplikasi-aplikasi fintech, saya dengan mudah belajar dan langsung praktek. Mulai dari yang mudah dulu seperti nabung reksadana, memilih reksadana dengan profil resiko yang rendah seperti reksadana pasar uang, kemudian mencoba reksadana saham yang resikonya cukup tinggi, atau bahkan mencoba untuk nabung saham sendiri. Tentu saya tidak cukup berani untuk mengambil resiko yang besar seperti membeli saham dalam jumlah banyak, walaupun harga saham saat ini cukup banyak yang diskon. Hal itu karena saya juga melihat kondisi ekonomi baik mikro maupun makro yang serba tidak menentu yang membuat saya cukup hati-hati dalam mengambil keputusan berinvestasi.

Imbal Hasil ORI17 di aplikasi Bareksa (salah satu mitra distribusi SBN)

Pertengahan Juni 2020, saya mendapatkan informasi dari akun instagram djppr tentang ORI17. Itu adalah pertama kalinya saya kenal dengan surat berharga negara ORI. Saya baru paham ternyata salah satu strategi pembiayan utang untuk APBN Indonesia adalah dengan menerbitkan SBN. SBN seperti ORI17 ini sebenarnya sangat menguntungkan baik untuk pemerintah maupun rakyat. Dari sisi pemerintah, utang diprioritaskan dalam Rupiah, tentu ini membuat utang pemerintah jadi tetap resilient terhadap gejolak nilai tukar jika dibandingan dengan berhutang dalam bentuk US dolar. Selain itu, SBN ini juga mengoptimalkan potensi investor domestik sekaligus mengendalikan kepemilikan asing. Di sisi kita sebagai rakyat, jika memilih SBN sebagai salah satu portofolio investasi kita, kita akan mendapatkan banyak keuntungan. Kupon dan pokok SBN dijamin oleh Undang-Undang dan negara, jadi resikonya sangat kecil mungkin hampir tidak ada resikonya. Kupon SBN dibayar tiap bulan ke investor, seperti terlihat di gambar di atas, itu adalah kupon bulan Agustus 2020 yang saya terima, lumayan bukan? SBN ORI17 sendiri mempunyai kupon flat 6.4% per tahun. Jadi sangat lumayan jika dibandingkan dengan bunga bank yang 4.25% dan dengan kondisi yang serba tidak pasti di tengah pandemi covid ini. Kita tidak tahu ke depan apakah suku bunga akan diturunkan lagi atau kapan suku bunga bisa lebih besar dari 6.4%.

Salah satu alasan yang paling kuat kenapa saya memilih ORI17 adalah karena jatuh temponya 2023 yakni 3 tahun setelah penerbitan. Tahun 2023, saya harus menyiapkan pendidikan SD untuk anak saya, jadi saya perlu tabungan untuk pendidikan anak dan ORI17 ini sangat cocok di kondisi yang serba tidak pasti ini. Bagi pembaca yang ingin membeli SBN, SBN ini juga diperdagangkan di pasar sekunder dan pemilik SBN juga bisa menjual SBNnya sebelum jatuh tempo di pasar sekunder.

Menurut saya, SBN ini adalah cara termudah untuk berkontribusi pada Indonesia, yakni membantu pemerintah dalam strategi pembiayan utang. Terlebih lagi, kita mendapatkan untung yang pasti di tengah kondisi yang tidak pasti, kurang enak apa coba? Cara belinya juga sangat mudah, yaitu beli online di mitra distribusi SBN yang resmi dan dapat dibeli kapan saja dan darimana saja selama masa penawaran SBN tersebut. Bagi yang belum mendapatkan kesempatan membeli ORI17, pemerintah Indonesia baru saja membuka masa penawaran produk investasi syariah yaitu Sukuk Ritel seri SR013 mulai tanggal 28 Agustus 2020. Ayo berinvestasi SBN Ritel sebagai wujud mencintai negeri ini dengan berinvestasi dan berkontribusi dalam masa pemulihan pandemi saat ini.

 

Ketika Anak Masuk Emergency di Australia

by : Khadijah

Malam itu, dengan keringat dingin aku berlari tergopoh-gopoh sambil mendorong Fatiha di stroller menuju loket registrasi bagian Emergency RBWH (Royal Brisbane Women Hospital). “How can I help you? What is your emergency?”, sapa petugas di balik kaca. “Something stucks in my daughter’s nostril!! (sesuatu tersangkut di lubang hidung anak saya)”, jawab saya panik.

***

Hari Ahad pagi yang cerah, kami sekeluarga pergi mengunjungi Mt Coo-tha Botanical Garden. Sebuah tempat wisata yang berjarak cukup dekat dari tempat tinggal kami, hanya 15 menit driving kami sudah tiba di sana. Tidak kusangka tempat ini tidak hanya menyediakan wisata sekedar garden, namun juga ada bangunan planetarium di kompleks yang sama. Setelah melihat-lihat isinya sebentar, kami baru tahu namanya adalah Sir Thomas Brisbane Planetarium. Namun tujuan utama kami bukan ke planetarium hari itu, kami berencana piknik di dalam Mt Coo-tha Garden.

IMG_5071
Mt Cootha tropical garden

Kami pun melanjutkan perjalanan memasuki garden dan sibuk merekam seluruh pemandangan yang kami lalui di dalam garden dengan kamera kami. Setelah menikmati pemandangan bunga-bunga, Japanese Garden, Tropical Glass House, kami pun beristirahat di salah satu pohon dan menggelar tikar piknik. Kami menikmati bekal yang sudah kusiapkan dari rumah. Selagi kami makan, surprise! Kami mendapat pemandangan gratis dari burung-burung kakatua (caccatoo) berbulu putih dan berjambul kuning cantik yang sedang makan buah-buahan di atas pohon yang kami gunakan untuk berteduh. Suamiku pun berusaha mendekat untuk merekam burung-burung tersebut lebih jelas. Fatiha pun membuntuti bapaknya, melihat pertunjukan gratis itu.

Aku tetap duduk di tempat piknik untuk menjaga bekal kami sambil melihat ke sekitarku. Di bawah pohon ini, memang terdapat banyak buah-buahan jatuh, dan juga biji-bijian yang menjadi pakan unggas tersebut. Makanya tempat piknik kami sejak tadi ramai oleh beberapa unggas yang mendekat seperti kalkun, burung magpie, dan kakatua. Namun hal yang tidak kusadari, ternyata Fatiha memunguti biji-bijian itu dan terus menggenggamnya sampai pulang. Sebenarnya ini hal yang biasa untuk Fatiha yang selalu membawa ranting pohon, batu kerikil, dan daun-daunan setiap kali kami pergi bermain ke taman sehingga aku pun tidak pernah melarang dia melakukan ‘observasi’ pada benda-benda alam.

Hari yang menyenangkan dan juga melelahkan, menjelang sore kami pun segera pulang. Sesampainya di rumah, Fatiha dan bapaknya menonton TV di ruang depan sambil istirahat, sedangkan aku di kamar memakai headset karena ada acara seminar online yang sedang kuikuti sore itu. Tidak lama kemudian, bapak pamit keluar rumah karena ada urusan. Aku pun mengiyakan sambil terus melanjutkan menyimak acara onlineku. Sebentar aku melangkah ke ruang depan untuk menutup pintu dan melihat Fatiha masih menonton TV sambil makan buah blueberry yang berceceran di atas alas makannya. Tapi ada pemandangan yang aneh, kuperhatikan yang berceceran itu tidak hanya blueberry, tapi ada biji-bijian bulat besar yang berwarna hitam tercampur dan Fatiha sedang bermain biji itu dan ditekan-tekan ke lubang hidungnya. Melihat itu, aku pun langsung mencegah tangannya, “Stop it, Fatihaa! Berbahayaa!”, larangku beberapa kali. Akhirnya Fatiha pun melanjutkan memakan blueberry dengan benar. Aku kembali ke kamar untuk melanjutkan acara seminarku.

Beberapa saat kemudian, tiba-tiba Fatiha berlari masuk ke kamar sambil menunjuk hidungnya, “Ibuuu… sakiiiiit…..”, lirihnya dengan wajah merasa bersalah. Oh tidak!! Hal ini benar-benar terjadi! Aku pun panik dan segera menghentikan kegiatanku lalu membawa Fatiha ke depan wastafel. “Fatiha coba keluarkan bijinya seperti buang ingus!”, seruku setengah berteriak mencoba memberi arahan. Tapi bukannya mengeluarkan udara, Fatiha malah menghirup udara kencang-kencang dan akhirnya dia mulai menangis kesakitan. Haduuhh…

Aku pun mencari cara lain, aha! Kuambil jarum dari kotak sewing kit, dengan menggunakan senter kucoba menusuk-nusuk biji di dalam hidung Fatiha. Tapi setiap bijinya hampir keluar, Fatiha langsung menarik wajahnya dan mengucek-ngucek hidungnya. Kulihat keluar lendir berwarna ungu keluar dari hidung yang tersumbat. Aku pun menelpon suamiku mengabarkan hal ini, ia menyarankan untuk memandikan Fatiha, barangkali dia ingat cara mengeluarkan ingus ketika mandi karena tenang.

Tapi hasilnya nihil, setelah mandi Fatiha langsung tertidur, terdengar suara dengkuran karena hidungnya yang tersumbat. Malam pun tiba, akhirnya suami pulang juga. Kami pun coba cari cara lain. Aku coba mencari pinset dan menanyakan ke grup Whatsapp ibu-ibu. Mereka pun mengirim banyak foto-foto berbagai jenis pinset yang mereka punya di rumahnya. Namun tidak ada yang cukup kecil untuk masuk ke hidung kecil Fatiha. Beberapa ibu-ibu lain menyarankan untuk memanggil dokter ke rumah atau pergi ke UGD Rumah Sakit. Kami belum berpikir bahwa ini sedarurat itu untuk sampai harus pergi ke RS.

Setelah mencari informasi di internet, ternyata ratusan pasien anak-anak yang hidungnya tersumbat barang-barang kecil tiap tahunnya sudah biasa ditangani oleh UGD RS. Selain itu, metode yang dianjurkan adalah “Mother Kiss”. Tanpa membaca lengkap artikel di internet kami pun langsung sok mengerti bagaimana metode itu. Aku pun mencoba menyedot biji di hidung Fatiha dengan mulut. Tapi Fatiha yang sedang tidur memberontak karena tidak suka hidungnya disentuh. Kami pun putus asa, akhirnya diputuskan kami akan membawa Fatiha malam ini ke UGD RS terdekat, yaitu RBWH.

Kami segera meluncur dengan mobil menuju RBWH. Suami men-drop aku dan Fatiha untuk masuk UGD dulu selagi ia mencari parkiran gratis yang agak jauh. Aku berlari tergopoh-gopoh sambil mendorong Fatiha di stroller menuju loket registrasi bagian Emergency RBWH (Royal Brisbane Women Hospital). “How can I help you? What is your emergency?”, sapa petugas di balik kaca. “Something stucks in my daughter’s nostril!! (sesuatu tersangkut di lubang hidung anak saya)”, jawab saya panik. Suster kemudian datang untuk mengecek Fatiha, namun Fatiha menangis kencang karena takut dokter dan suster. Maklum ini trauma sejak ia di RS Jakarta untuk pengobatan TBC dulu.

Dokter pun datang dan kebingungan melihat Fatiha yang meraung-raung ingin pulang. Akhirnya dengan bantuan suster lain, Fatiha dibebat dengan selimut RS agar badannya tidak berontak. Dokter memandu kami melakukan metode “Mother Kiss” yang benar, yaitu dengan meniup udara ke mulut Fatiha (seperti CPR), agar Fatiha mengeluarkan udara lewat hidung. Namun keadaan tidak membaik karena Fatiha terus menangis dan berteriak. Dokter pun putus asa dan akhirnya memberikan surat rujukan ke Queensland Children Hospital (QCH).

Pukul 11 malam, kami pun akhirnya pulang dengan hampa. Tidak ada yang berubah keadaannya. Aku sudah lelah setelah seharian ini dan langsung ambil posisi tidur. Fatiha diantar ke toilet sebelum tidur oleh bapak, tiba-tiba Fatiha bersin keras sekali daan…. Surprise!! Bijinya keluar dengan sendirinya. Alhamdulillaah.. semua lega. Entah ingin tertawa atau sedih atas kejadian ini.

-selesai-

 

Ikhwan Cabul itu benar adanya

Akhir april lalu saya dapet info dari salah seorang dosen di group WA kalau ada dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh alumni salah satu kampus islam di Yogyakarta yang sekrang di Melbourne. Pas saya denger itu masih pakai Initial, selang beberapa hari, eh tiba-tiba sudah muncul di beberapa media online dan sudah langsung disebut nama terduga pelaku. Pas saya check di IG ternyata profilnya luar biasa.

Saya kira tadinya mungkin hoax, mungkin ada yang tidak suka dengan ybs dan fitnah kali ya. Ternyata semakin kesini updatenya semakin ngeri. Saya sempat check di twitter dan di IG, beberapa orang share screenshot percakapan terduga dengan korban. Pas saya baca ngeri juga yah! Selanjutnya saya baca rilis dari LBH Yogyakarta ternyata sudah ada puluhan aduan dan ada yang mengarah sampai ke pelecehan seksual secara fisik juga, WoW!

Memang secara kasat mata ini susah diterima, lha gimana lagi, terduga ini adalah alumni Ponpes yang terkenal di Indonesia, udah gitu kabarnya juga hafidh quran, bacaan quran nya bikin hati nyes, juara dan jago bahasa arab dan bahasa inggirs, pernah ikut YSALI di USA, ustad muda, dan mahasiswa berprestasi sebuah kampus Islam di Yogyakarta. Udah gitu sekarang terduga sedang S2 di salah satu kampus terbaik di Australia di Melbourne pakai beasiswa dari pemerintah Australia. Kurang apa coba? Serius, saya sebenarnya tidak percaya sih!

Bagi saya, zero tolerance lah buat perilaku seperti ini! Dan dengan aduan yang sampai 30 kasus, sampai almamaternya di Indonesia mencabut gelar mahasiswa berprestasi, itu kan sudah menjadi bukti awal kalau hal ini memang terjadi. Udah gitu aduannya di LBH udah sampai 30 orang. Dan kemaren saya dapat link dari teman-teman mahasiswa/i Indonesia di Australia untuk tanda tangan petisi yang pada akhirnya muncul petisi di Change.org. Saat ini sudah ada sekitar 3000 tanda tandangan tuntutan untuk mencabut beasiswa terduga yang saat ini sedang S2 di Melbourne.

Ada beberapa catatan yang ingin saya sampaikan di tulisan ini:

  1. Tidak ada toleransi untuk pelaku dan perilaku pelecehan seksual seperti ini. Semoga persoalan ini segera clear dan tidak terulang lagi apalagi dari informasi yang beredar beberapa pelecehan terjadi di kampus dan juga sudah agak lama.
  2. Ketika manusia masih disebut manusia, maka sifat manusia akan tetap melekat padanya. Jadi dia ya butuh makan, tidur, punya hasrat dsb. Oleh karenanya apapun profesinya, mau dia tokoh agama, mau dia pejabat atau apapun, sekali dia masih manusia ya sifat manusianya masih ada. Maka ya jangan gampang kaguman sama orang apalagi di media sosial. Banyak kok hal-hal yang terjadi hanya karena media sosial. Jadi berhati-hatilah dalam bersosmed. Karena kita sebenernya tidak tahu siapa dibalik dari akun sosmed tersebut.
  3. Momen Ramadhan ini juga bisa kita jadikan sebagai pengingat, kalau berdoa untuk diri maupun anak, jangan hanya sebatas memohon menjadikan generasi penerus kita para hafidh tapi harus kita lanjutkan agar generasi kita menjadi orang yang faqih dan berakhlaq mulia. Hafidh itu adalah milestone pertama bukan terakhir.

“Akan keluar manusia dari arah Timur suatu kaum yang rajin membaca al-Qur’an namun tidak melampaui pangkal tenggorokan mereka” (HR Bukhori).

“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan jadikan ia faqih dalam agama” (Muttafaqun ‘alaihi).

Semoga kita dan keluarga kita dilindungi dari akhlaq yang buruk seperti itu dan terhindar dari orang-orang yang mempunyai kelakuan buruk seperti itu. Amin.

===============================================================

Point saya di tulisan ini adalah:

  • Ketinggian ilmu tidak menjamin ketinggian adab, makanya mengapa para ulama terhadulu belajar adabnya lebih lama daripada ilmu
  • Selama dia masih manusia tidak ada jaminan apapun profesi dia, nabi selamat karena maksum terjaga.
  • Jangan gampangan kagum apalagi hanya kenal di sosmed, harus lebih banyak hati-hati
  • Bila kita dianugerahi oleh Allah berupa kemampuan hafalan quran yang baik, bacaan quran yang baik, dipanggil ustad karena paham agama. Seyogyanya kita punya rasa tanggung jawab lebih tinggi. Dan lebih menjaga adab karena Allah sudah memberikan karunia spt itu.
  • Tidak ada generalisir, itu ya oknum, tp saya sebagai orng islam, kenapa saya nulis ini adalah untuk self kritik. Saya gak akan menyalahkan orang di sana mau dia mengaitkan dg posisinya sbg ustad atau sebagai ahli agama. Tapi yang saya tekankan adalah self kritik terhadap diri. Harus lebih baik lagi. Apalagi kalau posisi saya tinggal di Australia yang muslim sebagai minoritas.

Silahkan berita sudah muncul di ABC au https://www.abc.net.au/news/2020-05-09/sexual-harassment-allegations-indonesia-student-australia-awards/12211672

Disitu juga disebutkan, karena YBS juga aktif menjadi pengisi ceramah di beberapa mesjid di sini.

Tentu ini juga mencoreng komunitas muslim Indonesia disini. Paling penting dalam hidup itu autokritik, kadang Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak

Semoga kasus ini segera clear. Cukup susah untuk kasus seperti ini apalagi di Indonesia. Mungkin ini dulu ya, salam dari Brisbane.

Rischan Mafrur

Pengalaman Hamil di Brisbane

Waktu menunjukkan pukul 11 malam ketika aku masih menyelesaikan cucian piringku. Tiba-tiba aku merasa pusing dan sesak nafas, belum selesai apa yang kukerjakan, aku segera merebahkan diri ke kasur. Suami yang melihatku jadi heran, “Ibu kenapa? Anemianya kambuh ya?”, tanyanya. Hmm.. tidak biasanya aku sepusing ini hanya karena berdiri lama untuk mencuci piring. Aku ingat mengalami perasaan ini ketika dulu hamil anak pertama kami, Fatiha. Aku dan suami mendadak saling pandang penuh arti, “Jangan jangan……”, pikiran kami sama.

Esoknya, aku mencoba menggunakan test pack dan… surprise! Aku positif hamil! Di bulan ketiga kedatanganku ke Brisbane, ternyata Allah sudah memberiku amanah baru, yaitu janin di dalam rahimku, calon adiknya Fatiha. Hal yang membuat kami cukup kaget karena kami tidak menyangka kehadirannya begitu awal. Segera kami membuat appointment untuk bertemu dengan GP (General Practitioner) atau dokter umum di klinik kampus untuk konsultasi kehamilan.

Di pertemuan pertama, saya pikir GP akan melakukan USG pada saya untuk melihat keberadaan kantung kehamilan dalam rahim seperti yang dilakukan oleh dokter spesialis kandungan atau SpOG di Indonesia. Namun ternyata cukup berbeda. GP maupun dokter spesialis di sini tidak berwenang untuk melakukan USG. Hal yang dilakukan pertama kali bersama GP adalah mengecek usia kehamilan berdasarkan kalender menstruasi, tes darah, dan tes urine. Hasil tes lab tersebut langsung diintegrasi secara online ke public hospital terdekat yang menerima OSHC (Overseas Student Health Cover) atau asuransi kesehatan mahasiswa, yaitu RBWH (Royal Brisbane Women Hospital). Asuransi OSHC ini sudah meng-cover seluruh biaya konsultasi dengan GP di klinik, tes-tes lab, hingga konsultasi dengan midwife (bidan) dan dokter spesialis di RS. Namun tidak meng-cover suplemen atau vitamin selama kehamilan.

Beberapa hari kemudian, hasil tes lab darah pun keluar dan menunjukkan bahwa saya mengalami defisiensi zat besi dan vitamin D. Hal inilah yang membuat saya sering merasa pusing dan mengantuk berat selama trimester pertama. Tapi yang kami heran adalah ternyata saya kekurangan vitamin D, artinya saya kurang banyak terpapar sinar matahari! Kabar baiknya, ternyata UQ Aquatic Center, kolam renang milik kampus suami memiliki program khusus ibu hamil untuk gratis berenang tiga kali sepekan selama 14 bulan! Surprisenya lagi adalah mereka menyediakan kursus renang untuk bayi usia 4 bulan nanti pasca melahirkan. Bahkan, untuk menjadi member program yang bernama “Bubble Club” ini semua gratis, padahal jika tidak hamil, untuk masuk kolam renang UQ satu kali saja bagi non-student, harga tiketnya sekitar $8. Akhirnya, dalam rangka meningkatkan vitamin D, saya pun rajin renang ke kampus setidaknya 1-2 kali sepekan bersama Fatiha yang masih bebas tiket karena usianya di bawah 3 tahun.

WhatsApp Image 2020-04-13 at 10.10.46 AM
Ibu dan Fatiha sedang berenang di UQ Aquatic Center  

Memasuki usia kehamilan 13 minggu, saatnya jadwal pertama untuk USG. Di sini, USG hanya dilakukan sebanyak dua kali selama masa kehamilan dan dilakukan oleh ultrasonographer di sebuah lembaga scan terdekat, saya melakukannya di Qscan Toowong. USG yang pertama ini bernama Nuchal Translucency yang berfungsi untuk mengukur ketebalan lipatan nuchal di belakang leher bayi yang menjadi indikator ada atau tidaknya kelainan kromosom atau kecacatan.

Sedangkan USG yang kedua bernama Morphology Test di bulan ke-5 untuk melihat seluruh organ tubuh bayi dan jenis kelamin. Scan ini cukup menjadi pengalaman unik bagi saya, di SMS, mereka meminta saya untuk minum air setidaknya 1 liter 1 jam sebelum scan dilakukan dan menahan pipis. Namun karena saya tidak hafal apakah saya sudah minum sebanyak 1 liter atau belum, saya terus saja minum air sebanyak-banyaknya yang membuat saya sangat kebelet pipis sesampai di ruang scan. Singkat cerita, there’s another surprise! Calon adiknya Fatiha adalah laki-laki, lengkaplah menjadi sepasang anak kami. Alhamdulillah.

Setelah scan kedua, kami dijadwalkan ke RS untuk bertemu midwife. Pertemuan pertama ini, kami diwawancara oleh satu midwife dan asistennya untuk mengisi data dan riwayat kesehatan. Selanjutnya, mereka meminta suami untuk keluar ruangan dan saya diminta mengerjakan beberapa soal terkait kondisi kesehatan mental diri dan keluarga. Ya, mereka sangat peduli dengan kesiapan mental calon ibu, apakah ibu bahagia atau merasa stress dengan kehamilannya, bagaimana sikap partner terhadap ibu, kemudian siapakah yang nantinya akan membantu mengurus bayi pasca persalinan, dsb. Pekan depannya, masih di RS yang sama, kami dijadwalkan untuk bertemu dokter spesialis kandungan untuk mendiskusikan beberapa isu terkait kondisi kehamilan dan riwayat kesehatan. Selain konsultasi, dokter juga mengecek detak jantung janin dan tensi. Di RS ini juga, saya diminta untuk tes urin dan hasil tes mengatakan bahwa urin saya mengandung leukosit dan akan ditindaklanjuti oleh GP di klinik UQ.

Masih di bulan ke-5, GP yang menangani saya meminta kembali tes urin, darah, dan Glucose Tolerance Test (GTT). Tes ini sebetulnya juga dulu ketika hamil Fatiha, tersedia di Puskesmas Indonesia, namun karena ketika tes darah gula saya normal, mereka tidak menyarankan melakukannya. GTT ini tes yang cukup menyiksa, karena sejak malam saya diminta berpuasa makan dan minum, kemudian pukul 9 pagi, petugas lab meminta saya meminum langsung sebotol sirup manis rasa lemon. Rasanya perut kosong dan tiba-tiba diisi air yang manis asam ini ternyata membuat saya pusing dan mual, apalagi setelah meminum sirup tadi saya diminta menunggu selama 1 jam untuk diambil darah dan tetap berpuasa. Kemudian diminta menunggu 1 jam lagi tapi boleh minum air putih. Darah yang diambil pun cukup banyak dibanding perkiraan saya, 1 tube! Saya kira saya akan dites glukosa darah hanya di ujung jari saja.

Memasuki akhir trimester kedua, kami mulai mencari perlengkapan bayi. Alhamdulillah, selama di Brisbane ini jarang kami harus membeli barang karena adanya giveaway dari teman-teman Indonesia. Carseat, box bayi, stroller bayi, clodi, tas bayi, hingga peralatan MPASI semua dapat gratis dari teman yang back for good (pulang karena telah selesai studi) ke Indonesia. Ini hal yang tidak dialami ketika hamil Fatiha dulu di Indonesia, dulu jika perlu peralatan yang agak besar seperti booster seat atau high chair, saya harus menyewanya bulanan jika tidak ingin membeli.

Beberapa hal yang membedakan dengan pengalaman hamil di Indonesia, semua dokter yang saya temui di sini tidak ada yang percaya bahwa minus mata yang tinggi berarti harus melahirkan dengan operasi caesarean. Mereka juga mempersilahkan ibu hamil untuk makan apa saja dan tidak ada pantangan, misal seperti durian, soda, mie instan, nanas, dsb. Ohya, terakhir di sini tidak ada susu ibu hamil seperti yang banyak diiklankan di Indonesia ya.. he he..

(selesai)

ditulis oleh Khadijah Hasim

Lowongan Post-doc di Korea

[INFORMASI LOWONGAN POST-DOC di KOREA]

Institution: Chonnam National University (ini kampus S2 saya dulu)
Department: Power ICT Lab, Electrical Engineering
Supervisor: Prof. Yonghoon Choi
Research Field: Smart Grid, Energy Market, Energy IoT
Basic Required Skill: Ph.D. in Electrical/Computer Engineering, Mathematics Programming, Optimization Techniques
Monthly Salary: +/- 3 Million KRW
Term Contract: 1 year (can be extended until 4 years)
Starting date: March 2020

Info ini dari teman lab saya yang sedang S3 di Chonnam. Teman saya ini supervisornya Prof Deokjai Choi (Prof Choi ini suka dg mahasiswa Indonesia dan punya banyak student indonesia). Saat ini temen saya ini juga sedang kerja bareng dengan Prof Yonghoon Choi.

Untuk lebih tahu detail Prof Yonghoon Choi bisa dicheck publikasinya di DBLP

Bila tertarik bisa hubungi teman saya Ardiansyah Musa Efendi mail: ardi[at]ejnu.net

Semoga bermanfaat

Sukses Beasiswa Kuliah ke Korea Selatan

Kumpulan materi Seminar online Whatsapp “Rahasia Beasiswa Korea”

Poster KulWA Rahassia Beasiswa Korea

Semua peserta seminar online mendapatkan buku saya judulnya “24 Purnama di Negeri Ginseng”, sebenarnya dalam buku itu saya sudah menulis cukup lengkap langkah-langkah saya mendaftar dan mendapatkan beasiswa dan kampus di Korea Selatan! Bagi teman-teman yg membaca tulisan ini tapi belum membaca buku saya tersebut, sebaiknya diselesaikan dulu membacanya.

Buku 24 Purnama di Negeri Ginseng

Tulisan-tulisan saya terkait Beasiswa Korea Selatan;

  • Banyak adek2 di Indonesia yang kadang patah harapan, entah karena kondisi ekonomi orang tua, kampus asal yang mungkin tidak dari kampus ternama, atau IPK yang kurang baik. Apakah bisa mendapatkan kuliah ke luar Negeri? Baca ini dulu deh! https://mafrur.com/profil/
  • Kak ada tidak ya kumpulan informasi beasiswa-beasiswa di luar negeri? https://mafrur.com/2018/01/02/kumpulan-informasi-beasiswa-luar-negeri/
  • Beasiswa kaka di Korea apa? Saya mendapatkan beasiswa RISET alias Research scholarship. Tentang beasiswa ini dan macam-macam beasiswa lainnya di Korsel baca tulisan saya di sini https://mafrur.com/kuliah-di-korea/
  • Kak, contoh email kaka ke Professor spt apa?

Dear Professor Siapa,
I am Rischan Mafrur, I got my master degree in Computer Science from Chonnam National University, Gwangju, South Korea, 2015.
Currently, I am working as a Software Engineer at Kartoza (Multinational Company which based in Cape Town, South Africa). I have a plan to continue my PhD for next year. Now, I am looking for a PhD program where I can achieve a higher academic degree. My research interests are mostly in data exploration, data mining and visualization.
Previously, in my master degree, I did personal data collection from smartphone users and mining its data. The aim of this project was to build human behaviour model based on human life-log data.
I saw your publications, your lab’s research topics, and on-going projects. There are interesting topics for me such as blablabla (kita harus baca dulu tentang riset beliau).
In this email I want to ask, is there any opportunity for me to join in your lab. Below I have attached my CV and transcripts.
I am looking forward to your reply.
Thank you,

Vlog tentang Serba-serbi Beasiswa dan Kuliah di Korea Selatan:

Cerita mahasiswa di Brisbane Australia

Dulu saya ngira share pengalaman remeh temeh rempeyek itu tak ada yang tertarik. Tapi tahu tidak? kalau buku saya “24 Purnama di Negeri Ginseng” itu juga mulai dari tulisan saya yang remeh temeh. Maksudnya apa tulisan remeh temeh itu? ya tulisan share pengalaman experience saja. Sampai-sampai ternyata ada editor Mizan yang nyasar di blog ini dan menawarkan untuk menerbitkan tulisan saya. Jadilah buku itu. Cerita lengkapnya disini nih!

Saya juga gak bakal ngira kalau tulisan semacam cara buat paspor bayi, memperpanjang paspor di KJRI Sydney atau bahkan ngurus SKCK di Australia itu lumayan banyak viewers nya.

Jadi memang kadang hal-hal yang menurut kita sepele, remeh temeh, ternyata ketika kita tulis, banyak juga orang yg mencarinya. Jadi bisa jadi tulisan kita, pengalaman kita yang kita rasa biasa-biasa saja tapi bisa jadi akan berarti luar biasa bagi orang lain yang sedang membutuhkan.. wasyah hehe.

Oleh karenanya selain tulisan, semenjak istri datang ke sini, kami udah bikin lumayan banyak Vlog. Bukan kami sih, yg bikin tepatnya istri hahaa, ya karena istri suka bikin konten video udah gitu suka design juga. Jadi pas lah.

Sebenernya kalau dari saya pribadi sih, vlog yg kami buat ini asik untuk kita nikmati sendiri aja, soalnya saya pernah punya pengalaman, bikin vlog pas salju turun di kampus dulu pas S2 di Korea. Eh pas udah pulang, suka banget tuh nonton ulang, nostalgia, dan jadi kangen balik lagi hehe.

Tapi kalau misal vlog2 yg kami buat, termasuk tulisan yg saya tulis bisa bermanfaat bagi orang lain ya Alhamdulillah hehe

Berikut vlog2 yg telah kami buat disini:

Atau monggo langsung ke playlistnya berikut ini:



=============================

Bagi yg tertarik dengan tulisan saya mengenai

  1. Study di Australia [Silahkan akses ke halaman ini]
  2. Traveling alias jalan2 di Australia termasuk tempat-tempat yg harus dikunjungi [Silahkan akses ke halaman ini]
  3. Vlog tentang Kuliah/Beasiswa di Australia dan di Korea, ttg jalan-jalan kami baik di Australia dan Korea [Silahkan akses ke channel Youtube kami: Alkwangju]

Dua halaman diatas adalah kumpulan tulisan-tulisan saya ttg study dan traveling di Australia. Semoga bermanfaat!



Pengalaman ke UGD RBWH Brisbane

Hari Ahad kemaren, tgl 27 Oktober kami sekeluarga main ke Mount Coot-tha Botanic Gardens. Tidak jauh sih dari rumah, sebelah Milton kira2 hanya 15 menitan driving. Disana kami ke Planetarium ngajak fatiha untuk mengenal space, kata dia “Ibu Bapak, look look, space!” hahaa, padahal anak ini belum masuk kindy tapi ngomongnya udah campur raduk, maklum efek “ABC kids” di TV yg tiap pagi dia udah bisa nyalain sendiri.

Sehabis dari planetarium, biasalah main ke garden, keliling-keliling, dari Japanese Garden, kemudian ke taman bambu, sampai lihat buaya! Seneng banget deh. Yang pasti tak lupa adalah nggelar tiker sambil makan. Intinya sih pindah tempat makan wkwkw 😀

Kamipun pulang dan sampai rumah jam 3 sore! Saya bersiap2 untuk pergi karena ada urusan penting di coronation #wasyahh sok sibuk. Sekitar jam 4 sore, Istri saya telp, “Mas, fatiha hidungnya kemasukan blue berry”. Sontak saya berpikir, perasaan blue berry gede deh masak bisa masuk hidung anak-anak? Saya inget hari Jumat lalu, istri dan fatiha belanja ke Coles dan fatiha beli blueberry.

Saya bilang ke istri, “coba check dia habis main apa. Seingetku waktu di Garden dia metik bijian tumbuhan warna hitam, mas takutnya itu yg masuk ke hidung”. Sayapun bilang ke istri untuk mandiin fatiha, ya sapa tau pas mandi bisa keluar bijinya. Kata istri sih, dia sampai udah nyoba nusuk2 buahnya pakai jarum pentul “bahaya banget bukan? wkwkw”. Dan keluar cairan hitam-hitam, makanya istri saya ngiranya blue berry.

Saya pulang sampai rumah jam 6 dan Fatihapun sudah tidur. Saya tanya ke istri, kata istri masih kesumbat itu hidung fatiha, napasnya juga gak lancar. Dia tadi juga nangis2 katanya sakit, terus akhirnya ketiduran. Saya coba check, pakai center lihat hidungnya. Eh ternyata bener, kelihatan! dan saya yakin itu bukan blueberry. Saya ambil blueberry dan nunjukin ke istri, “Blueberry gak ada bijinya, ini mas pencet langsung hancur”. Akhirnya Istri nunjukin biji2an yg ternyata dibawa fatiha dari Taman, pas saya check saya cukup kaget krn bijinya ternyata keras! “Wah gimana ini ngeluarinnya”, batin sy.

Kami pun bingung, saya coba pegang2 hidung dia, dia berontak soalnya pas tidur. Sayapun berpikir sptnya bukan ide bagus untuk ngeluarin pas dia tidur apalagi klo pakai benda yg tajam takut malah nanti luka. Saya bilang ke istri, “coba deh kamu tanya di group ibu2 Indonesia BNE, ada yg punya pinset tidak? nanti mas coba keluarin klo dia bangun, tp skrn pinjem pinset dulu aja”.

Namanya juga ibu2, langsung fast response lah ehehe, sampai dikirimi foto2 pinset punya ibu2 yg sptnya serem-serem dan terlalu gede. Banyak yg nyaranin untuk telp home doctor atau langsung dibawa ke emergency/UGD saja!

Sebagai insan IT, tentu yg saya lakukan adalah googling. Jadi inget presentasinya om Jimmy kemaren ttg “Consumer Health Search” haha, Saya coba Googling dg keyword “Something stuck in my kid’s nose” dan beberapa informasi keluar! Salah satunya cara ngeluarinnya adalah dg “Mother kiss!”. Tanpa baca isinya, saya langsung kepikiran dulu Ibu saya pas adik saya pilek gak bisa napas hidungnya di sedot pakai mulut ibu. “huft, malah jadi baper keinget emak, sungguh pengorbanan emak memang luar biasa”!

Saya sama istri langsung sepakat ingin mencobanya, akhirnya dicobalah beberapa kali pas fatiha tidur sampai akhirnya dia kebangun dan hasilnya “FAILED”. Dari berbagai tulisan yang kami baca memang tidak disarankan untuk mengeluarkan sendiri dengan alat2 tajam takutnya malah melukai. Sayapun sebenernya berpikir, apakah ini terhitung emergency tidak ya? cuman saya ya takut aja kalau kenapa-napa. Ya sudah akhirnya saya putuskan, yowis yuk, ke emergency/ UGD aja. Rumah sakit terdekat dan yg public yg saya tau ya RBWH. Karena dulu pernah nganterin temen ke sana.

Kamipun siap2 dan akhirnya kami pergi ke RBWH (Royal Brisbane & Women Hospital), kurang lebih 20 menitan kami sampai ke emergency. Kurang lebih jam setengah 8 malam kami sampai RS. Seperti yang kami duga, fatiha nangis meraung-raung gak ketulungan karena dia tau dia di Rumah sakit dan ngelihat suster. Maklum trauma vaksin, dia takut disuntik hehee. Cukup ngasih kartu Alianz (asuransi kesehatan) fatiha, dan student card saya. Semua beres, langsung dilayani!

Dokter nanya kronologinya dan sayapun mencoba menceritakannya. Saya juga bawa sample pant seed yg diduga sebagai pelakunya. Wadeh kaya kriminal saja. Ini gambar sample yg saya tunjukin ke dokter.

Plant seed – yg kami duga masuk ke hidung fatiha

Dokterpun bertanya, apa yg sudah dilakukan. Kami juga cerita, dari mulai nusuk2 pakai jarum pentul pas dia tidak tidur, kemudian mencoba agar fatiha bersin, dan kata istri fatiha juga udah bersin beberapa kali tapi ttp tidak keluar biji di hidungnya. Kamipun juga bilang kalau kami sudah melakukan “Mother kiss” method. Dokterpun bilang, wah ternyata kamu tahu method itu, gimana kamu melakukannya? Dan ternyata teng ting tong….. wkwkw, karena saya gak baca cuman baca judul dan inget emak waktu itu! ternyata yg kami lakukan salah haha. Mother kiss itu “Blow” bukan “Suck”. Jadi Mother kiss itu, meniupkan udara ke mulut anak sehingga nanti udara akan keluar dari hidung. Bukan “sucking the nose wkwkwk” Tapi juga harus hati2 apalagi buat anak, nanti takutnya kenapa2 dengan paru-parunya! Jadi saran dokter gimana klo kita coba mother kiss disini. Tapi saya coba ceheck dulu deh hidung dia, kata dokternya.

Ketika dokter mau check, spt biasa, fatiha nangis gak ketulungan, sampai2 dokter ngeluarin mainan aquarium dan sebagainya. Intinya fatiha gak bisa diajak kerjasama! ya sudah pilihan terakhir, fatiha di balut badanya dg kain dan dokter berusaha ngelihat biji di hidungnya. Dan ternyata….. bijinya makin masuk ke dalam. Ya feeling saya sih karena dia nangis! Jadi makin masuk deh. Ya sudah akhirnya atas petunjuk dokter kami melakukan mother kiss dg kondisi badan fatiha dibalut kain jadi dia gak bisa gerak gerak. Istri saya cobain 3X hasilnya “FAILED”. Akhirnya giliran saya, tetp ndak bisa dan kasihan fatihanya, sptnya saya menipunya terlalu kencang, dia sampai batuk2 hehe. Akhirnya dokterpun menyerah.

Dokter disini memang sangat hati-hati, dia bilang, “kami sebenernya menangani emergency untuk adult bukan anak-anak”. Jadi jalan terbaiknya sepertinya begini.., kami dikasih surat rujukan ke Queensland Childern Hospital (QCH) di South Bribsane, tapi rujukannya ini bukan ke emergency, langsung ke klinik special dokter ahli masalah sumbat hidung. Hmm.. makin gedeg-gedeg saya, ternyata ada ya ahli sumbat hidung pikir saya. Kata dokternya ditunggu saja senin pagi, nanti kamu akan ditelphone dan kamu bisa bawa fatiha ke klinik. Kalau malam ini misal ada kondisi darurat misal bleeding atau kesulitan bernapas atau apa, bisa langsung telp ambulan atau dibawa ke emergency QCH, kata dia. Dia juga ngasih semacam alat plastik, kata dia siapa tau nanti bisa dicoba pakai ini kalau anaknya mau.

Kami pun akhirnya berpamitan dari RBWH, dan ketika kami mau pulang, sontak fatiha senangnya bukan main, langsung bilang ke dockternya “Thank you”, terus cium tangan wkwkw, nduk,… nduk wkkww.

Kami pulang sampai rumah jam setengah 11. Istri udah ngantuk banget, tapi fatiha masih melek, ya iyalah dia tidur sore tadi! Fatiha minta melon dan pisang, akhirnya makan deh dia.. Saya coba googling lagi laptopan di depan, karena Ibunya udah tidur, dia pangil2 saya, “Bapak-bapak, fatiha mau cuci tangan”. Sayapun nyalain lampu kamar mandi, dan mau nganter dia cuci tangan. Eh, tiba-tiba dibersin keras banget dan keluar ingusnya dan terlihat dilantai Biji hitam plus ingus-ingus fatiha. Alhamdulillah, seru saya! istripun langsung kaget dan bangun. Alhamdulillah, biji di hidung fatiha keluar! Saya langsung coba nyalain senter HP dan lampu, saya lihat hidung fatiha, dan sptnya bener memang sudah keluar….

Inilah penampakan dari biji yg ada di hidung fatiha..

Seed plant yg ada di hidung Fatiha

Pagi hari ini sekitar jam 8 saya mendapatkan telphon dari QCH mananyakan tentang surat rujukan dan appointment ke kinik siang ini. Sayapun bilang “case solved” biji sudah keluar, jadi kami spertinya tidak perlu ke QCH. Pihak rumah sakit bilang baik, tapi klo misal kamu pingin memastikan kondisi fatiha, kamu bisa datang hari ini atau bisa telp. Saya bilang “Oke terima kasih”.

Kamipun sarapan soto, dan saya bilang ke fatiha, “Nduk bapak mau makan mie ini lewat hidung, boleh gak? “, “Gak boleh gak boleh, bapak”. Terus saya ambil biji yg tadi, saya lihatin ke fatiha, “Nduk bapak mau masukin biji ini ke hidung bapak ya?”, Kata dia “gak boleh bapak, nanti sakit dan gak bisa bernapas, nanti harus ketemu dokter”. Oke nduk, besok gak main-main biji sama hidung ya?.. Oke bapak kata fatiha.

End.

Salam dari pinggir kali Brisbane



=============================

Bagi yg tertarik dengan tulisan saya mengenai

  1. Study di Australia [Silahkan akses ke halaman ini]
  2. Traveling alias jalan2 di Australia termasuk tempat-tempat yg harus dikunjungi [Silahkan akses ke halaman ini]
  3. Vlog tentang Kuliah/Beasiswa di Australia dan di Korea, ttg jalan-jalan kami baik di Australia dan Korea [Silahkan akses ke channel Youtube kami: Alkwangju]

Dua halaman diatas adalah kumpulan tulisan-tulisan saya ttg study dan traveling di Australia. Semoga bermanfaat!



Belanja barang second hand di Sherwood Op Shop

Selasa, 18 Juni 2019 pagi2 istri menggigil kedinginan sambil selimutan, 2 pemanas didalam rumah semua dinyalakan, suhu di pagi itu sekitar 8 derajad celcius, beda sama Fatiha anak kami yang malah tidak mau pakai jaket, ya mungkin dia punya gen dari bapaknya dan kakek neneknya yang dari Temanggung Gunung Sumbing yang terbiasa dengan udara dingin.

Kami pernah berencana untuk beli jaket winter, tapi belum kesampaian krn seminggu di sini istri langsung sakit hehe, saya coba googling nyari di website Uniqlo Australia, eh harga winter jacket for women diatas 200an dolar semua. Hemm, kan sayang, bukan? Akhirnya saya inget, dulu pas pertama datang ke Korea thn 2013 September, setelah beberapa bulan saya mengalami winter dan waktu itu saya diajak sama senior (Mas Ardi) untuk belanja di second hand shop dan ternyata benar, harga sangat murah, dan klo beruntung bisa nemu barang bagus.

Akhirnya saya inget kata salah satu temen di Aussie yang sangat hobby mengumpulkan barang give away terus dijual lagi (Mas Susilo), hingga-hingga klo dia pakai barang baru saya tidak percaya klo dia beli, pasti give away wkwkw, dia pernah bilang di Sherwood ada Op Shop alias tempat beli barang second hand. Jadi Op Shop ini, kalau kita punya barang yg masih bagus dan pingin didonasikan utk pet bisa dibawa kesini. Nanti kita donasi dalam bentuk barang, kemudian hasil penjualannya 100 % utk animal care.

Opshop Sherwood

Akhirnya saya putuskan untuk pergi kesana sembari lihat2 kalau2 ada yg cocok, jam 10 kami berangkat dari rumah. Fatiha saat ini sudah seneng banget naik car seat, bahkan sekarang pingin naik sendiri dan selalu ingat harus pakai sabuk pengaman. Kami jalan lewat Indooroopilly, melewati warung Indonesia sendok garpu, kemudian melewati jembatan cinta Indooroopilly. Saya sendiri sih yg menamai itu jembatan cinta, soalnya bagus. Saya yakin klo jembatan ini ada di negeri seberang, disitu bakal banyak muda mudi nongkrong pakai motor di sebelah kanan dan kiri sambil panggil mama papa, tak lupa juga pasti banyak penjual gorengan, siomay, batagor, cilok dan cireng yang nempel di situ hehe. Tapi karena di sini jadi tak ada juga ABG labil yang berdiri ditengah jalan sambil foto selfie dengan background jembatan ini hehe.

Setelah melewati jembatan cinta ini, saya mengalami hal aneh, yakni perut saya terasa tdk enak. Waduh jangan2 saya kena santet nih? tunggu!, tidak sepertinya, saya ingat beberapa hari yg lalu saya belanja ke Inala market (Asian Market) dan karena melihat cabe rawit yang sangat langka, akhirnya kami beli banyak, terus istri buatin tahu isi setelah itu, yang in the end membuat saya kalap makan tahu isi dengan cabe rawit gak tau habis berapa! Hmmm.. cabe rawit pasti pelakunya ini.

Waduh, semakin kesana semakin gak fokus, saya saat itu di Oxley Rd, perut tidak bisa diajak kompromi, toleh kanan kiri siapa tau ada mesjid mau numpang ke toilet, wah iya ini kan di Brisbane pasti gak ada pikir saya. Oya saya langsung teringat bahwa di Oxley Rd ini ada 2 pom bensin, yakni 7 eleven dan united. Ada harapan nih!!! Sambil nyetir gak fokus dan muka sudah mulai merah, akhirnya 7 eleven gas station terlihat di depan sebelah kiri jalan, langsung saja saya banting setir ke kiri masuk dan parkir di situ. Saya langsung lari masuk ke 7 elevennya dan tanya ke petugas, ”Sorry, is there any toilet available here?”, “I am so sorry , we don’t have toilet here,”, jawab mbk2 kasir berambut pirang di situ. “Matek aku !,”, batin saya dalam hati.

Streessssss, bener2 stress. Saya bilang ke istri, “tunggu di mobil ya, mas mau cari toilet di sekitar sini”. Saya jalan sambil tolah toleh kanan kiri, siapa tau ada kantor yg mungkin saya bisa masuk?, semak semak banyak sih, tp itu bad idea. Saya gak mau nanti muncul di ABC news ada berita CCTV footage pelaku BAB di semak2 kemudian dideportasi krn BAB di semak2 wkwkw. Ya karena di depan kantor biasanya ada semak2 tapi juga ada CCTV nya hahaha. Sambil masih liat2, eh ternyata saya melihat ada Gereja di seberang jalan, tidak jauh dari posisi saya. Graceville Uniting Church, wah harapan satu2 nya nih! Saya langsung nyeberang jalan tanpa ke tempat penyebrangan krn namanya juga emergency. Saya lari ke Gereja tadi kemudian lihat ada plang di depan tulisannya jam pelayanan: Minggu mulai jam 9am. “Wah kyknya tutup nih”, pikir saya. Saya coba tetap ke situ, eh saya melihat ada orang di halaman samping gereja. “Sorry Mam, may ask you question? is there any toilet available in this church?” tanya saya. “Sure, let me show you”, kata ibu2 udah agak sepuh itu sambil menunjuk sign toilet di samping gereja. Alhamdulillah, tak lupa saya ucapkan matur sembah nuwun pada ibu2 tadi, saya langsung bergegas ke toilet dan akhirnya….!

Setelah selesai dg hajat saya, sambil berjalan ke mobil yg saya parkirkan di 7-eleven saya sambil berpikir. Iya ya, saya 8 tahun hidup di Mesjid, numpang tidur, makan, dan smuanya disitu semenjak SMA sampai lulus S1. Hidup ditolong oleh rumah Allah, eh sekarang di kondisi darurat saya juga ditolong oleh rumah Allah lagi. Jadi terharu rasanya.

Perjalanan kami lanjutkan ke Op shop, dan sebenernya gak jauh sih, Op shop sherwood persis ada di perempatan Sherwood, depan sherwood state school yang dulu dipakai untuk tempat TPS Brisbane. Setelah menemukan tempat parkir, kami jalan ke situ dengan kondisi fatiha sudah tidur, ya mau tidak mau akhirnya kami gendong karena kami gak bawa stroler.

Ternyata di Op Shop saya melihat ada celana bagus, dan saya juga perlu celana sih. Beberapa celana saya sudah rusak karena terkena cairan berbahaya sehabis kerja part time beberapa hari lalu, wkwkw. Akhirnya saya putuskan ambil 2 celana itu lha wong 1 celana harganya hanya 5$. Toh itung2 donasi buat animal care lah hehee. Istri lagi sibuk lihat2 jaket dan akhirnya nemu jaket bulu2 yg lumayan bagus lah, ya lumayan buat dipakai klo tidur hehe.

Setelah selesai kami ke kasir dan bayar kemudian jalan pulang. Sesampainya di rumah saya selalu ingat bahwa ketika beli barang harus selalu dicuci dulu sebelum dipakai. Seperti biasa kebiasaan saya sebelum memasukkan baju ke tempat baju kotor biasanya saya mengecheck kantong. Eh tak sadar saya juga ngecheck kantong 2 celana yang saya beli tadi. Eh, saya kaget, “apa ini”, pikir saya. Ternyata saya menemukan uang 10$ di kantong celana sebelah kanan, caya coba rogoh kantong yang lain, eh ternyata ada 20$ lagi di celana sebelah kiri. Ini niatnya mau beli dan donasi eh malah bathi (untung). Hadeh, “pye iki”, pikir saya. Saya menemukan 30$ didalam kantong celana yang saya beli. Jadi bingung nih, gimana ni hukumnya dan status uang ini? wkwkw. Oalah halah ada aja pengalaman hari itu.

Intinya hikmah dari semua ini adalah, selalu pastikan bila mau berkendara kemanapun, pastikan perut kondisi baik. Kedua, banyak kok Op Shop2 alias tempat penjualan barang second hand. Jadi klo kita butuh barang yg mungkin masih terlalu lama klo harus menunggu give away atau nyari barang buangan di kerbside, kita bisa kok ke opshop. Toh kita beli disitu juga sekalian donasi hehe dan harganya sangat murah, klo beruntung dapat barang bagus lagi. Begitulah kura kura!

Udah gini aja,
Salam dari Pinggir Sungai Brisbane

Rischan Mafrur



=============================

Bagi yg tertarik dengan tulisan saya mengenai

  1. Study di Australia [Silahkan akses ke halaman ini]
  2. Traveling alias jalan2 di Australia termasuk tempat-tempat yg harus dikunjungi [Silahkan akses ke halaman ini]
  3. Vlog tentang Kuliah/Beasiswa di Australia dan di Korea, ttg jalan-jalan kami baik di Australia dan Korea [Silahkan akses ke channel Youtube kami: Alkwangju]

Dua halaman diatas adalah kumpulan tulisan-tulisan saya ttg study dan traveling di Australia. Semoga bermanfaat!



PCI NU Australia – NU Brisbane

Konfercab (Konferensi Cabang) PCI NU – Australia and New Zealand (ANZ).

Ini sebenarnya postingan telat banget, lha acara konfercabnya saja bulan Februari, eh ini baru sempat menulis bulan Juni hahaha. Tapi tak apalah buat kenang kenangan siapa tau bermanfaat.

Sejak mulai akhir tahun 2018 kami teman-teman NU Brisbane sudah bersiap siap untuk acara konfercab PCI NU ANZ yang direncanakan akan dilaksanakan di Brisbane di bulan Februari.

PCI NU cukup berbeda ya dengan Muhammadiyah, klo Muhammadiyah punya state branch klo NU tidak. Jadi di Queensland ini ada PRIM Queensland tapi tidak akan ada PCI NU Brisbane, karena di ADART NU, PCI NU cabang istimewanya adalah level negara bukan sampai state.

Di Brisbane teman-teman NU biasanya gabung juga dengan teman-teman Muhammadiyah sering mengadakan kajian bulanan yang disebut sebagai “Khataman”, tapi sepertinya kalau yg saya alami sih hanya nama saja khataman tp tidak pernah mengkhatamkan Quran haha. Kabarnya sih dulu memang sering dibagi gitu, misal siapa yang juz 1 – juz 29, kemudian pas acara bareng2nya tinggal mengkhatamkan juz 30nya. Tapi mungkin karena kondisinya yg mayoritas isinya student, mereka disini hanya temporary jadi cukup susah utk dikondisikan spt itu.

Balik lagi ke PCI NU ANZ 2019, ini langsung lihat posternya saja ya hahaha.

Btw yg ngedesign poster ini istri saya wkwkww

Habis lihat hasil design istriku, aku jadi tahu kalau dia memang sepertinya berbakat di perdesignan haha

Kalau ini yg ngedesign dari UQISA

Jadi bisa dilihat dari 3 poster diatas, di acara konfercab kita ada 3 acara utama:

High tea (ini cukup eksklusif) karena sasaran kami adalah tokoh2 penting di Queensland dan tokoh2 penting di komunitas Indonesia – hadir juga lho pak Heru Subolo – Konjen RI untuk Australia di acara ini (Speech nya oleh Dr Nora Amath)

PCI NU ANZ Conference 2019

Acara utama konfercab – ini acara internal NU ANZ – isinya ya pada akhirnya pemilihan rois PCI NU ANZ baik rois sururiyah maupun tanfidziah.

Konfercab PCI NU ANZ 2019 di Brisbane

Acara untuk umum khusus warga Indonesia (Mahasiswa/i/permanent residen/citizen australia) yg mengerti bahasa indonesia. Acara ini di UQ dan di isi oleh Gus Muwafiq (KH Ahmad Muwafiq).

Gus Muwafiq ceramah di The University of Queensland Brisbane

Alhamdulillah acaranya lancar guys, hasil konfercabnya ya pengurus baru PCI NU ANZ, bisa dilihat di website resminya begitu juga streaming kajian dari gus muwafiqnya atau acara lainnya.

Terus yang jadi pertanyaan sering ada yang tanya, Ris kamu itu NU bukan sih? Akupun kadang juga bingung jawabnya, lha soale gak punya kartaNu ahhaa, ya klo secara kultural ya bisa dibilang aku NU kultural, yg jelas NU banget yo keluarga saya, Ibu sy ketua muslimat NU di kampung, saudara saya juga jelas punya pesantren di kampung dan aktif di cabang.

Kalau saya sendiri ya mbuh hahaaa.. Dulu di Korea sering diminta ngisi pengajian yo pengajiannya kadang pake bhs jawa krn pesertanya kebanyakan TKI dari jawa dan tentu ya ngaji NU. Di Brisbane ini sepertinya kebetulan saja ya kyknya pas nyampe Brisbane terus ketemu sama temen NU dan pas ndilalah ada confercab NU, jadi ikut jadi panetia. Kalau secara amalan ya amalan saya NU tulen, tapi ya bisa menyesuaikanlah wkwkkww. Jangan salah dulu selama di SMA di Temanggung saya tinggal dan jadi marbot di Masjid Muhammadiyah, pernah ngaji di ponpes salafi (ini salafi muhammad bin abdul wahab ya) tapi gak begitu lama karena cukup stress karena waktu itu saya jadi sibuk melihat amalan orang lain itu bidah apa tidak hehe, bahkan sempat aktif lama ikut jamaah Tablig waktu di Temanggung, pengajian MTA pun pernah saya datangi. Intinya sih dalam persoalan agama kita harus banyak2 belajar dari banyak orang biar mata kita terbuka dan tidak seperti katak dalam tempurung.

Al hasil nanti kita tidak akan cepat mudah menyalahkan orang yg berbeda dengan kita. Mungkin itu saja deh…

Salam dari Pinggir Kali Brisbane

Rischan Mafrur



=============================

Bagi yg tertarik dengan tulisan saya mengenai

  1. Study di Australia [Silahkan akses ke halaman ini]
  2. Traveling alias jalan2 di Australia termasuk tempat-tempat yg harus dikunjungi [Silahkan akses ke halaman ini]
  3. Vlog tentang Kuliah/Beasiswa di Australia dan di Korea, ttg jalan-jalan kami baik di Australia dan Korea [Silahkan akses ke channel Youtube kami: Alkwangju]

Dua halaman diatas adalah kumpulan tulisan-tulisan saya ttg study dan traveling di Australia. Semoga bermanfaat!