Sudah lewat HPL bayi belum lahir

Alhamdulillah BUKU saya “24 Purnama di Negeri Ginseng” Terbit juga!!

Bagi yang mau kuliah di Korea dengan Beasiswa saya sarankan untuk membeli buku ini, karena dalam buku ini saya jelaskan bagaimana perjuangan seorang pencari beasiswa hingga akhirnya mendapatkannya, kemudian suka dan duka jadi mahasiswa di Korea itu seperti apa. Siap-siap berpetualag dan terbakar semangatnya kalau baca buku ini. Sudah bisa dibeli di toko buku kesayangan anda!

Bagi yang mau beli Online masih bisa, silahkan beli melalui link ini https://mizanstore.com/detail/59981

 
Seperti yang sudah saya ungkapkan di tulisan sebelumnya kalau HPL istri saya 25 Desember 2016. Pikir saya, wah ini anak saya kalau lahir pas tanggal itu benar-benar barengan sama natal nih ehehe. Saya juga sudah menulis mengenai kisah kegalauan kami karena disuruh caesar oleh dokter di tulisan itu, tapi kami sepakat untuk normal.

Kami sering melakukan check up ke Bidan Srie Dodi untuk memeriksa kandungan istri kami, terakhir USG juga baru baru saja dan Alhamdulillah semuanya baik untuk lahiran secara normal. Hari-hari menjelang kelahiran sungguh sangat deg-deg an. Istri sejak mulai kehamilan di bulan tujuh sudah rutin ikut senam hamil, dan di rumahpun sering yoga pula dipandu oleh tutor di Youtube hehee.

Kami sudah mempersiapkan segalanya, dimulai dari beli perlengkapan bayi dari mulai baju alat mandi, popok, dsb, kranjang bayi, tempat tidur bayi juga sudah kami siapkan, kemudian istri juga sudah buat hiasan yang di tempel di tembok bertuliskan Welcome Fatiha, dsb. Banyak hal yang sudah kami persiapan menjelang tanggal 25 Desember 2016. Tanggal 24 Desember saya di telp ibu, ibu tanya sudah ada tanda-tanda mau melahirkan belum, ya seperti mules atau keluar darah, dsb?. Tapi sayang nya istri saya biasa-biasa saja, bahkan sampai tanggal 25, kemudian 26, istri saya tidak ada tanda-tanda untuk melahirkan padahal sudah lebih dari HPL.

Kami pun yakin, insyaAllah tidak ada apa-apa, pemeriksaan terakhir semuanya baik-baik saja, bayi juga masih aktif nendang-nendang di perut ibunya. Oyah, dokter juga bilang lebih dari 60 persen bayi itu lahir tidak sesuai dengan HPL jadi bisa dua minggu sebelumnya atau satu minggu setelahnya yang penting jangan sampai lebih dari 42 minggu itu berbahaya bagi bayi karena akan terjadi pengapuran plasenta, intinya spt itu. Jadi bagi teman-teman yang mengalami kejadian seperti saya, Sudah lewat HPL bayi belum lahir, tetap tenang, jangan sampai istri stress, dan silahkan periksa kondisi bayi secara intensif ke bidan atau dokter.

Tapi jujur saja kami juga was-was, akhirnya kami ke Bidan Srie Dodie, pas di periksa ternyata katanya berat bayi sudah sampai 3,5 kg!. Haduh makin was-was jadinya kami, karena mamang untuk anak pertama harusnya sih jangan gede-gede bayinya kasihan nanti ibunya ngejennya. Tapi kami tetap berusaha tenang dan senantiasa berdoa pada Allah.

Di tanggal 29 Desember pagi setelah melewati empat hari dari HPL, kami datang ke Bidan Srie Dodie untuk senam hamil dan periksa kandungan juga, dan semuanya masih baik-baik saja cuman ya itu sepertinya harus benar-benar siap karena bayinya cukup besar. Ibu bidannya bilang, yah semoga bentar lagi bisa lahir yah. Kami hanya bisa mengamini doa dari Ibu tersebut.

Yuk baca kelanjutannya di detik-detik menjelang kelahiran jabang bayi di sini

Minus diatas 6 harus operasi caesar

Sejak pertama kali taaruf, di CV-nya, istri sudah menulis bahwa dia mempunyai minus dan minusnya waktu itu 9 atau 10 dan kemungkinan besar bahwa ketika melahirkan harus di caesar.

Saat pertama kali saya membacanya saya benar-benar baru tahu ada perihal seperti itu, karena saya pernah punya teman yang dia memakai kacamata tebal dan bisa melahirkan normal tapi tentu saya kurang tau dia minus berapa. Karena background saya sebagai peneliti disamping itu saya orang IT maka pertama yang saya lakukan adalah googling. Ketika Googling dengan bahasa Indonesia memang banyak tulisan-tulisan yang menyebutkan hal itu. Wanita yang mempunya minus tinggi dan dia hamil akan sangat beresiko untuk melahirkan secara normal, resikonya adalah jaringan syaraf di retina bisa putus ketika proses melotot karena ngejen saat melahirkan.

Saya sadar kalau saya bukan dokter jadi saya tidak begitu paham akan hal itu dan saya memang bukan ahlinya, tapi saya penasaran bagaimana kalau di luar negeri? dan saya yakin ketika dokter bilang seperti itu pasti ada paper penelitiannya. Akhirnya saya mencoba untuk mencarinya dengan bahasa Inggris. Saya masuk ke forum, baca-baca komentar orang-orang dan akhirnya saya menemukan paper yang dijadikan sebagai landasan SOP tersebut. Intinya dalam SOP kalau minus diatas 6 sebaiknya di caesar jika mau melahirkan, dulu memang ada penelitian mengenai hal itu. Tapi disisi lain saya juga menemukan tulisan ilmiah/paper yang terbit sekitar tahun 2009, dimana sang peneliti melakukan penelitian dengan beberapa responden wanita hamil, hasilnya adalah tidak ada korelasi antara bahaya kebutaan bagi wanita penyandang minus tinggi dengan melahirkan secara normal.

Tapi tetap saja, kami berdua was-was, di sisi lain istri tidak mau kalau di caesar, orang tua juga menyarankan jangan di caesar, apalagi ibu saya sampai nangis ketika saya bilang bisa jadi di caesar. Ibu saya bilang, kasihan nanti pulihnya lama bisa berbulan-bulan. kalau lahiran secara normal itu habis lahir, langsung bisa jalan, mungkin sakitnya hanya seminggu kalau ada jahitannya. Hmm.. itu adalah saran dari orang tua kami.

Kami pun ketika USG dan periksa tiap bulan selalu bertanya kepada dokter mengenai hal ini. Pemeriksaan pertama kami di RS KBP Dramaga (Karya Bakti Pratiwi), kami memilih untuk periksa ke dokter kandungan yang terkenal dan senior, ketika kami bertanya masalah itu, sontak beliau langsung bilang harus caesar, titik tanpa koma.

Kami pun akhirnya memutuskan untuk ke RSIA Ummi, Salah satu dokter yang pernah kita temui di Ummi lebih bijak, beliau bilang, nanti diusia kehamilan 8 bulan atau 9 bulan coba periksa ke dokter mata, bagaimana kondisi matanya. Kalau bagus, nanti insyaAllah bisa normal, jadi memang perlu rekomendasi dari dokter mata. Saat itu kami jadi tenang, alhamdulillah masih ada harapan. Karena kami masih penasaran, kami mencoba ke RSIA melania, mencari dokter kandungan yang senior, setelah di USG kemudian di periksa kami pun menanyakan persoalan itu. Dokternya kemudian bilang, minus tinggi karena apa? bukan karena kecelakaan kan? kami jawab bukan, dokter tersebut langsung bilang normal saja, tak akan ada masalah, pasti bisa normal. Hal tersebut yang membuat kami semakin yakin, insyaAllah, Allah pasti ngasih jalan. Saya pun sebenarnya yakin, Allah sudah menciptakan wanita dengan sedemikian rupa, pasti istri saya bisa normal, sembari selalu berdoa pada Allah agar semuanya bisa lancar.

Selain persoalan minus ternyata kami juga punya persoalan lain yaitu HB istri, kepada calon ibu dan suami, silahkan bisa di check ke Lab kondisi istri ,seperti HB dan sebagainya. Dulu pada awalnya saya bingung karena sudah di trimester kedua tapi istri kadang-kadang masih sering pusing. Waktu itu saya tidak tahu, saya baru tahu penyebabnya setelah kami uji lab. Setelah di periksa di kehamilan ke tujuh ternyata istri saya HB nya 8,4 padalah untuk ibu hamil normalnya kalau tidak salah harus di atas 11 dan itu beresiko sekali. Karena ketika misalnya pas lahiran normal, kemudian darahnya banyak  yang keluar dan kondisi HB rendah itu sangat beresiko. Jadi silahkan bagi suami dan calon ibu bisa memeriksakaan kondisi istrinya ke lab. Alhamdiulillahnya karena ketahuan jadi istri disuruh banyak makan daging merah, hati, kemudian diberi suplemen penambah darah juga. Alhamdulillah di usia menjelang persalinan HB nya sudah normal.

Menjelang kelahiran, di usia kehamilan awal bulan ke 9, saya pun memeriksakan kondisi mata istri ke dokter mata di RSIA melania, prosesnya ternyata cukup lama. Pertama antreannya banyak ditambah dokternya datang dari jakarta jadi terlambat ya sudah jadinya lama banget. Ketika giliran istri saya, istri saya dipanggil untuk masuk, kemudian kita cerita ke dokternya tentang tujuan kita, ternyata kita harus keluar lagi yaitu istri saya diberi semacam obat tetes mata, setiap setengah jam sekali untuk membersihkan mata dan memperbesar apa gitu saya lupa tujuannya. Setelah beberapa kali ditetesin kemudian di periksa lagi, ditetesin lagi diperiksa lagi, akhirnya setelah ok, baru kami disuruh masuk lagi ke ruang dokternya dan saat itulah mata istri saya di periksa menggunakan alat yah kayak gitu alatnya, susah di deskripsikan. Setelah diperiksa, langsung keluar hasilnya, yaitu, kondisi syaraf di retina istri saya sangat baik, jadi tidak masalah untuk melahirkan secara normal kata dokternya. Alhamdulillah….

Istri sebenarnya pingin lahiran secara normal di RSIA Ummi karena RSnya islam, kemudian paling dekat dengan rumah. Istri pingin lahiran disana karena takut ada apa-apa dengan HBnya walaupun pas pemeriksaan terakhir sudah normal. Nah, pas kita kembali ke Ummi lagi dengan membawa surat rekomendasi dari dokter mata di Melania ternyata dokter di Ummi kurang berkenan. Dokter di Ummi meminta kami untuk check ulang lagi kondisi mata ke salah satu dokter mata senior di RSIA Ummi yang di rekomendasikan. Kami pun mengikuti sarannya, kami periksa ke dokter mata tersebut, antreannya buanyak banget, hingga nunggu berjam-jam. Akhirnya giliran istri saya juga, kamipun di panggil untuk masuk, setelah masuk ,mata istri cuman di lihat sebentar habis itu ngobrol, ketika dokternya tahu kalau kondisi istri minus 11, langsung dokter mata tersebut merekomendasikan untuk caesar tanpa pemeriksaan seperti yang dilakukan oleh dokter mata di melania. Beliau bilang, memang tidak ada indikasi, tapi resikonya tinggi jadi saya rekomendasikan untuk caesar, nah untuk keputusannya ya tetap di tanggan ibu dan bapak, jadi silahkan.

Huftt.. akhirnya kamipun galau lagi, dan saya benar-benar tahu betul bagaimana perasaan dan kesedihan istri saya waktu itu. Setelah itu kamipun datang lagi ke dokter kandungan di Ummi dan kami serahkan rekomendasi dari dokter mata di Ummi tersebut. Dokter kandungannya pun bilang, ya saya ikut rekomendasi dari dokter mata saja ya, jadi bagaimana? Kami pun bilang ke dokternya kalau kami ingin normal, tapi dokternya tidak bersedia. Setelah itu kami minta untuk di check kandungannya saja, ketika di check semuanya normal, air ketuban bagus, kepala bayi sudah masuk, tidak terlilit dan sebagainya, sebenarnya semua kondisi tersebut sangat bagus untuk normal, tapi dokter tidak berani ambil resiko karena kondisi mata istri saya.

Oyah HPL (Hari prediksi lahir) anak kami adalah 25 Desember 2016. Nah, setelah kami berdiskusi, kemudian berdiskusi dengan orang tua juga, akhirnya kami memutuskan untuk mantab mau normal saja dan di bidan saja. Istripun sudah mencari tahu mengani bidan yang recommended. Bidan Srie Dodie di belakang pasar Gunung batu, bagi yang rumahnya dekat situ silahkan di check saja. Memang rekomended banget sih!!!. Akhirnya bismillah kami berusaha untuk normal, ikhtiar dan tentu tidak lupa untuk senantiasa berdoa kepada Allah..

Yuk baca, kelanjutannya di.. Menunggu kelahiran jabang bayi

atau baca juga tulisan sebelumnya hamil pertama istri

Hamil pertama istri

Harapan manusia setelah pernikahan adalah dikaruniai keturunan, itu adalah sunatullah dan pasti ada perasaan tersebut dimasing-masing insan. Begitu juga dengan kami, salah satu target saya adalah menikah sebelum usia 25 tahun dan semoga bisa segera dikaruniai keturunan, agar nanti kalau Allah memberikan saya umur panjang, diusia saya yang belum begitu tua, saya bisa menyaksikan anak-anak saya besar bahkan mereka menikah.

Sikap kami sebagai keluarga baru pasca menikah adalah pasrah, istilahnya ya ngalir saja, kami tidak langsung berusaha dengan sekuat tenaga agar segera dikaruniai anak atau sebaliknya, berusaha agar tidak segera punya anak. Alhamdulillah selang beberapa bulan setelah pernikahan ternyata Allah berikan tanda-tanda pada istri saya, kamipun melakukan pengecekan dan ternyata benar! istri saya hamil padahal sebelumnya istri saya jalan-jalan naik Gunung terus ke ladang bersama ibu saya dan dia lompat-lompat karena seblumnya dia tidak mengira kalau sudah ada janin di perutnya. Ini adalah tanda bahwa Allah percaya pada kami, semoga kami bisa menjadi orang tua yang amanah.

Oya saya benar-benar bersyukur, istri saya sangat pintar memasak, semua masakannya enak yang pernah ia masak, bahkan di awal pasca pernikahan dia mencoba memasak soto, bayangin saja soto, yang bumbunya begitu kompleks. Setelah jadi, subhanallah rasanya, soto yang paling enak yang pernah saya makan deh. Hal tersebut adalah keberuntungan bagi kami, saya tidak bisa membayakan seandainya istri saya tidak bisa masak. Istri saya termasuk orang yang gampang diare jika makan makanan di pinggir jalan. Berbeda sekali dengan suaminya ini, karena saya terlahir di kampung, besar dijalanan, maka makanan apapun, dimanapun, masuk ke perut tanpa ada masalah lanjutan. Kami pernah mencoba untuk membeli masakan di warteg di pinggir jalan, eh habis kami makan ternyata istri saya diare. Jadi, kalau mau membeli makanan diluar harus benar-benar yang istri saya pernah makan di warung tersebut karena kalau tidak nanti malah jadi repot.

Persoalan yang kami hadapi adalah skripsi, saya menikah dengan istri dengan kondisi istri belum lulus S1 dan belum mulai mengerjakan skripsi. Saya benar-benar masih ingat betapa stressnya istri ketika dia mengerjakan skripsi. Harus menghubungi responden untuk penelitiannya dengan telphone, kadang ditolak kadang diterima, dan topik penelitiannya juga unik yaitu membahas mengenai waqaf uang di Indonesia dan sudah barang tentu nyari respondennya juga tidak mudah. Saya sampai lupa berapa biaya yang kami habiskan untuk beli pulsa untuk menelphone responden. Di lain sisi ketika skripsi yang harus di kejar dia pun berhadapan dengan trimester pertama yaitu usia kehamilan 1-3 bulan, benar-benar kasihan. Sering muntah, mual, pusing, pinginnya tidur, sedangkan skripsi harus segera ia selesaikan.

Di trimester pertama ini, istri sering bilang ke saya. Mas, ini bukan karakter saya yah yang rewel ini. Sayapun tahu kalau dia memang bukan tipe wanita yang rewel. Yah maklum saya dengan istri memang sebelumnya tidak saling kenal, hanya dari proses ta’aruf yang sebentar, qodratullah Allah mempersatukan kita. Jadi memang dimasa-masa ini kami sedang berusaha memahami karakter masing-masing. Di trimester pertama ini memang istri sering banget rewel. Minta nasi padang, saya beli dua bungkus, eh pas mau makan tiba-tiba dia tidak mau makan, jadinya dua bungkus masuk ke perut saya. Minta soto yang dia suka eh sama saja dua bungkus soto akhirnya masuk ke perut saya. Yang lucu juga adalah dia masak sendiri nasi goreng, habis itu dia mual sendiri karena bau bawang dan tidak mau makan masakannya sendiri. Yah itulah trimester pertama kehamilan, mungkin diantara pembaca ada calon ibu atau calon bapak yang mengalaminya juga. Tapi hal ini hanya berlangsung tiga bulan saja, setelah itu dibulan keempat dan sampai terakhir sudah pulih seperti biasa, tidak mual-mual lagi, bedanya ya sekarang istri harus membawa beban berat di perutnya kemana-mana.

Alhamdulillah, wasyukrulillah, diusia kehamilan ke enam/enam bulan, istri bisa sidang dan secara unofficial sudah lulus dari S1nya, akhirnya lega juga.

Oya, memang benar kata orang-orang yah kalau yang namanya anak pertama itu biasanya sangat spesial. Ya gimana tidak spesial, kami adalah calon orang tua baru waktu itu, kami tidak tau apa-apa dan pasti ada rasa was-was dan sebagainya. Tiap bulan kami melakukan pemeriksaan ke dokter dan sekalian USG. Tiap dari dokter dikasih multivitamin untuk diminum tapi kadang kala habis kadang istri tidak menghabiskannya. Semua kata dokter kami berusaha untuk menurutinya, karena memang kami tidak paham apa-apa. Lha suaminya orang teknik, istrinya orang ekonomi syariah hehehe. Dulu ketika istri belum selesai skripsi kita melakukan pemeriksaan di RS karya bakti di Dramaga karena kami tinggal di dekat IPB, tapi setelah lulus karena kami balik ke Cikaret ke rumah orang tua istri, kami biasanya melakukan pemeriksaan di RSIA Ummi bogor atau di RSIA Melania Bogor karena dua rumah sakit itu yang paling dekat dengan rumah orang tua istri.

Menemani istri menjalani proses kehamilannya selama sembilan bulan benar-benar memberikan banyak hikmah bagi diri saya ini. Saya jadi ingat nasihat dari seorang ustadz, kamu tidak akan bisa merasakan apa yang orang tua mu rasakan kepadamu sebelum kamu benar-benar menjadi orang tua. Saya benar-benar jadi ingat dan paham kenapa islam benar-benar memuliakan ibu, melatakkan ibu diposisi lebih utama tiga kali daripada ayah, menjamin syahid bagi wanita yang meninggal karena melahirkan, menjadikan surga ada dibawah telapak kaki ibu, sungguh akhirnyapun saya jadi ingat ibu saya. Alangkah buruknya bila kita yang sudah besar ini tidak hormat, tidak berbakti kepada ibu, alangkah buruknya manusia yang berani melawan orang tuanya, yang berani menghardiknya, yang berani mengatakan kata-kata kotor didepannya. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang berbakti kepada orang tua kita. Amiin….

………

Silahkan bisa melanjutkan membaca kisah kami, salah satu permasalahan yang kami alami ketika proses kehamilan yaitu diancam oleh dokter untuk caesar karena istri minus 11. yuk baca disini!!!

 

Menjaga Kesucian Cinta, Spesial Valentine

Wah kayaknya asik yah klo sudah bahas masalah cinta hehe, saya cuman berpikir aj apa besok ketika pulang ke Indonesia, di indonesia sudah sperti di korea ini tidak ya? pemuda pemudi pada gak malu ciuman di taman, yah namanya aja negara bebas ya maklum aja. Kenalan ngerasa cocok, ngedate yah.. terserah mau nglakuin apa aja hehe, asal suka sama suka katanya hehe 😀

Yah moga aja indonesia tidak seperti ini, katanya sih indonesia punya banyak budaya, nilai-nilai luhur, budi pekerti, sangat menghormati kesucian dan kehormatan wanita, ehhh apalagi mayoritas penduduknya kan juga muslim, dalam islam sendiri islam sangat menghargai wanita, menjaga wanita, dan selalu menjaga kesucian dan kehormatan wanita, tapi ya gak tau orang islamnya gimana hehe 🙂

Yang jelas klo aku baca dari survey terlepas dari benar ato tidaknya emang di Indonesia kayaknya udah banyak yang niru budaya sini “BEBAS” sering denger juga di berita, anak SMP, SMA pada upload video gak jelas, masak masih SMP aj udah kek gitu gimana gedenya? Astagfirullah, inilah fitnah dunia, tapi aku yakin masih banyak masyarakat indonesia yang sadar akan hal itu.

Oleh karena itu saya pernah menulis mengenai KADO TERINDAH VALENTINE silahkan baca bagus koq, kemudian Al Kwangju TV juga sudah merilis kajian mengenai valentine dengan judul “Manjaga Kesucian Cinta”
silahkan bisa di saksikan hehe 😀 semoga bermanfaat 🙂 .

Cintaku sudah mulai tumbuh di Gwangju

Teman, kadang aku tak percaya dengan pepatah yang bilang “Hujan emas di negeri orang, Hujan batu di negeri sendiri” pilih mana? lha yo mendingan pilihannya seperti ini bukan? “Hujan batu di negeri orang ato Hujan emas di negeri sendiri”? atau malah kedua-duanya adalah hujan batu, atau kedua duanya adalah hujan emas, ahh.. malah pusing jadi mikirin batu dan emas 😀

Yang jelas seenak-enaknya hidup di negeri orang itu pasti enak hidup di negeri tercinta iya gak? ada yang gak setuja? heheh :-D, yang gak setuju silahkan kasih komentar ya, alasanya apa 🙂

Hidup di negeri orang yang bukan negara islam, ato bahkan di negera yang tak beragama (hhee, seperti di Korea ini) itu memang ada tantangan tersendiri.

  1. Makan : ini adalah hal yang sangat penting, krn sesuatu yang haram itu tempatnya di neraka, dan bagaimana dengan anak kita besok, bukannya makanan yang kita makan itu akan jadi darah dan daging, tentu itu juga akan berefect pada anak kita besok. Di sini rata2 daging babi, adapun daging ayam maupun sapi pasti tidak di sembelih dengan nama Allah, ketika mau beli ciki saja bingung, soalnya banyak yang terbuat dari itu deh, es krim juga lhoo.. makanya bingung klo mau jajan.
  2. Sholat : lha ini dia tantanganya, gak ada adzan, klo gak pasang aplikasi prayer remainder ya jelas lupa wong jam kuliah saja dari jam 3 sampe jam 6 pdhl ashar jam setengah 4 dan magrib jam set 6. wah wah wah.. ya kan mereka bukan muslim ya wajar ngasih jadwal kuliah kek gitu. Kemudian Korea juga ada empat musim, kalau di musim dingin/salju subuh jam setengah tujuh pagi, magrib jam setengah 6. Kalau musim panas magrib bisa jam setengah 8, subuh jam setengah empat. Repot kan kalau tidak pakai aplikasi semacam prayer reminder?
  3. Ngomong : lha ini ribetnya, disini masyarakat sini ya mirip spt di indonesia lah, rata2 hanya kalangan akademisi yang bisa bhs inggris, yang lain ya pake bhs local 😀 termasuk klo mau blanja, pamflet, pengumuman, bis, halte apapun lah pake bhs local alias bahasa Korea.
  4. Culture Shock: klo imam syafi’i aj ketika liat betis dia lupa beribu-ribu hadits, bagaimana dengan aku ya? hehhe, klo dulu di indo ketika liat yang hot-hot gitu masih bisa istigfar, ya klo disini gimana ya? soalnya umum mah klo disini, ya itu udah jadi umum, ke kampus ato kuliah pake kek gituan itu umum disini bro. 😛
  5. Toilet Shock: mau aku foto sih toiletnya, ato besok aku jadiin postingan sendrii deh, disini klo di toilet ada semacam pencet-pencetan kyk buat maen game itu, ternyata itu bisa milih mau di semprot pake air panas ato adem, berapa kekuatan semprotannya, kemudian klo udah di semprot mau di anginin apa dipanasin dsb wkwkkw.. yang jelas tau lah disini rata-rata pake tisu, tapi aku tetep lebih suka air lah 😀

Nah dari sekian problematika alhamdulillah sampai sekarang sudah menemukan beberapa solusi:

  1. Makan : Belanja daging seminggu sekali habis jumat, ada daging halal, klo jajan ciki harus dibaca komposisinya ada dueji goginya gak, klo mau bisa ke tempat yang jualan ayam hidup terus di sembelih sendiri di sana 😀
  2. Sholat : wah ini tadi temenku bawa sajadah ke kelas, jadi enak, klo gak ada sajadah ya kertas pun jadi, ato jaketpun jadi, yang jelas ketika ada waktu break dan itu waktu sholat ya sholat lah.. misal di keramain ya tinggal kita sholat, ngapain kita mikirin orang, wah malu ahh.. kek orang gila di pinggir jalan sholat, lhaa wong mereka yang bermaksiyat cium-ciuman di tempat umum pdhl bukan dengan istrinya aja gak malu, kok kita yang mau beribadah sama Allah malu.. harusnya malu dong, klo sampai malu sholat di tempat umum, 😛 toh mereka juga cuek, klo yang udah tau mereka juga paham kok.. ok #solved
  3. Masalah bahasa memang harus belajar, toilet ya adaptasi lah, dan mata juga perlu untuk adaptasi 😛 hhahhaha.

Disamping itu sesuai dengan judulnya, alhamdulillah disini ada saudara-saudara pekerja dari indonesia yang bisa bikin ramai, temen-teman exchange, dan yang jelas event-event yang gak kalah seru. bisa saya list:

  1. Ada yasinan bulanan di masjid Umar bin Khatab, klik aku dong klo mau tau  nah ini tiap bulan sekali, jadi kita bisa ketemu sama temen-teman pekerja dari indonesia, dulu pas pertama ke sana langsung di suruh kultum, haha, padahal orangnya saja kek gini 😀 , ya saling menasehati itu wajib kok 😀 , termasuk dulu juga aku diminta jadi khotib dan imam sholat ied di masjid ini. Seneng aja bisa bermanfaat yah, ilmu yang selama ini dikaji akhirnya dipake juga 😀
  2. Sering banget ada acara makan-makan, masak-masak, dkk , ini dia orangnya Mas Wasis yang selalu jadi sponsor kita pas acara makan2 heheh :-D, kita mah tinggal makan dan masak, e klo aku sih tinggal makan nding wkkw. ini yang buat krasan disini heheh.
  3. Event manggung, lha ini aku lupa maren itu event apa yah? yang jelas kita para saman dancer manggung lah hehe.. klo mau liat videonya ini dia , dari sini kita dapat duit juga.
  4. GIC day, nah gwangju international center bener gak ya singkatanya?, nah klo ini seru, lomba man, antar negara, dan indonesia dapat juara satu, sebenernya pas acara itu ada tarian kek gitu sih, klo liat ngeri deh, parah pokoknya narinya pake perut hehehee,… tapi yang jelas saman no 1 bro, dan selain itu kita juga juara culture experience juga .. bisa dilihat di website perpika ini  ato klo mau liat videonya langsung bisa ini.
  5. Nah ada yang lucu juga disini, habis menang kita di suruh tampil sekali lagi nih, malah ada yang ketuker posisinya, klo mau liat video nya ini => lucu deh.
  6.  ini aku sama temen lab, sama temen-teman exchange, entah deh klo mereka pulang keknya bakalan kangen banget, padahal mereka disini cuman sampai desember 😥 . keinget waktu2 latihan saman dkk.. hehe, nanti aku bikin postingan sendiri ah, kisah kasih di latihan saman wkwkwk 😀
  7. Dolan, nah ini, insyaAllah 8 November besok ke Jeju. hehee.. semangat, klo masalah dolan itu jelas paling semangat lah.. dan yang buat krasan itu dolan, terasa ingin selalu hari sabtu dan ahad hahahaa..

Sepertinya udah ahh.. Udah ya semoga aku kerasan disini.
Amiin….

Mau mengundang kak Rischan jadi pembicara/pengisi acara? silahkan buka link ini.

Idul Adha di negeri seberang

qurban

Ada yang berbeda dengan idul adha kali ini, sebenarnya sama saja sih dulu waktu saya masih di jogja juga tidak pulang pas idul adha karena harus stay di masjid Prayan Raya, malem takbir harus menemani adik2 lomba takbiran, dan siangnya kan sembelihan qurban, yang berbeda disini adalah tak ada gema takbir berkumandang :-(.

Apalagi gema takbir yah? wong adzan aj gak pernah denger, paling ya suara alarm ato aplikasi adzan hehe :-D. memang ada yang berbeda ketika dulu di masjid satu malem suntuk telinga tak pernah lepas dari suara takbir ketika hari raya, sekarang disini sepi :-(. hehe, tapi tak apalah semuanya juga akhirnya tertebus ketika sholat ied :-D.

yang berbeda lagi adalah ketika dulu di Jogja, saya urus keperluan untuk kelancaran sholat ied, sebelumnya juga mencari khotib dan iman dsb, klo disini hanya diem dan bertakbir dalam hati :-(.
yang menjadi perbedaan lagi adalah entah ini harus di syukuri ato diwaspadai, pedahal saya di negeri sebrang ini baru datang tanggal 1 september, baru 1 bulan lebih lah, tapi tiba2 diberi amanah untuk jadi imam dan khotib iedul Adha 1434 H untuk sholat Ied kloter pertama jam 07.30 – 08.30 di masjid Umar Bin Khatab Gwangju South Korea.
Serasa Aneh saja, yah kwajiban dakwah adalah kwajiban bagi siapa saja seluruh umat islam, sekecil apapun bila ia tau ada suatu kebaikan maka iapun mempunyai kwajiban untuk berdakwah.
5 Hari sebelum idul adha saya di kontak sama Ust. Hilmy untuk jadi imam dan khotib idul adha, lha saya ya cuma tanya aj, pakai bahasa indonesia atau bhs inggris? Soalnya jujur aj sih, bahasa inggrisku masih belepotan banged, presentasi aj kadang ngaco, tapi masih mending klo presentasi kan ada hubungannya dengan teknik informatika ya istilah2 nya tidak terlalu susah lah, krn sudah sering dengar, tapi klo khutbah pake bahasa inggris sih jarang banged, belum pernah malahan hehe, baru di negeri ini saya mendengarkan khutbah pake bahasa inggris yaitu ketika khutbah jumat.
Nah Ust. Hilmy bilang kalo kloter pertama untuk indonesia koq, jadi pake bhs indonesia aj gpp, asal nanti pas mau sholat dikasih tatacara sholat pake bhs inggris soalnya biasanya ada jamaah dari negeri lain yang ikut sholat.

Ya udah oke lah, 😀

di Hari H pas saya datang ke masjid umar bin khattab ya kaget aj ternyata separo jamaah masjid adalah bukan orang indonesia, wuih gila nie.. , tapi saya nanya gimana ? tetep pake bhs indonesia, ok gpp.. ya udah majulah :-D.

Sholat pun di dirikan dengan tambahan 7 takbir di rakaat pertama dan tambahan 5 takbir di rakaat kedua, kemudian habis itu saya sampaikan khutbah, sebenernya sih masih banyak yang belum saya sampaikan, tapi karena terbatas waktu jadi saya potong, kira2 seperempatnya dari semua yang seharusnya akan saya sampaikan, gpp lah :-D,

oiya khutbah ied itu sebenernya cenderung lebih bebas, ada banyak perbedaan sih, tapi saya ambil amannya saja lah, klo biasanya di dessaya yang mayoritas penduduknya nahdiyin ya mirip seperti khutbah jumat lah, di khutbah pertama dan kedua ada wasiyat taqwa dan shalawat, kemudian baca quran juga, pakai 9 x takbir di khutbah pertama, dan 7x takbir di khutbah ke2. Jadi saya ambil cara ini saja :-D.

Isinya sebenarnya yang mau saya sampaikan adalah mengenai hikmah2 dari kisah Nabi Ibrahim as dari lahir sampai perintah Allah untuk menyembelih nabi ismail.

1. Dakwah Nabi ibrahim pada orang tuanya, dakwah tauhid nabi ibrahim

2. Kisah Hajar, wujud dari istri yang taat pada suami, tak pernah putus Asa, dan wujud dari Ibu yang berqurban untuk buah hatinya.

3. Kisah Ismail, wujud dari anak yang taat pada orang tua, dan sangat taat pada Allah

4. Ibrahim, Hajar, Sarah, Ismail adalah keluarga teladan

5. Berquran : mencintai Allah melibihi segalanya, sikap tawakal nabi ibrahim, hajar, dan sarah yang patut dicontoh.

mungkin klo semuanya saya sampaikan bisa sampai 1 jam lebih hehe.

tadi pas khutbah ada peringatan 5 menit lagi, padahal baru sampai point 1, akhirnya saya close aj kemudian duduk, dan lanjut ke khutbah kedua.

khutbah kedua saya isi dengan doa seperti halnya doa ketika khutbah kedua jumat di tambah doa untuk saudara2 kita yang sedang berhajji dan sedang berqurban saat ini.

Teruntuk saudara kami yang saat ini sedang mendapatkan panggilan untuk bertamu di rumahNya, kami mohon ya Rabb, terimalah Haji mereka, jadikanlah haji mereka haji yang mabrur.

Teruntuk kami yang masih ada disini, yang belum engkau panggil untuk berkunjung ke rumahMu ya Allah kami mohon ya Rabb berikanlah panggilanMu kepada kami sehingga kami bisa berkunjung ke rumah suciMu.

Teruntuk saudara kami yang setelah sholat ini akan menunaikan ibada qurban terimalah qurban mereka ya Rabb, ridhailah mereka ya Rabb.

dan Terutuk kami yang tahun ini belum bisa menunaikan ibadah qurban, semoga Engkau ya Allah memberikan kelapangan hati dan rizki pada kami di tahun depan sehingga kami bisa berqurban.

Amien 😀

Edisi Idul Adha 1434 di negeri Seberang 😀

*gambar diambil dari sini

Engkau terlihat lebih Cantik dengan Jilbabmu

Jeruk
Jeruk

Entah kenapa malam ini saya teringat dengan dialog yang saya lakukan berapa bulan yang lalu, kadang memang menjadi hal yang tidak enak ketika mengajar ngaji remaja putri yang sudah gedhe (SMP/SMA) harusnya sih akhwat yang ngajar, tapi entah kenapa mereka lebih akrab dan sering tanya ke ane 😀 #idontknow.

Ada dua anak remaja putri yang satu tidak berjilbab yang satunya berjilbab tapi ya gitu lah, dengan nada yang khas biasanya nyapa “Hallo Ustadz Rischan..”, yah maklumi aj namanya juga masih remaja, sayapun nyapanya gini hay, dimana jilbabnya? ndak ilang kan jilbabe? :-), dan akhirnya kamipun berdialog. Abg A (Mawar) : Tidak pake jilbab, Abg B (melati) : Pake Jilbab tapi gitu lah

Ane      : Mbok ya klo udah gedhe itu pake jilbab, gak baik klo udah gedhe itu keluar gak pake jilbab.

Mawar  :  Ah males ah ust, klo ketemu ustad, yang di bahas itu aj (expresi jengkel),

Melati  :  Iya itu dengerin ustad, aku kan udah pake jilbab ya Ust?

Ane     :  Skrang sini duduk, kamu Melati, Kamu juga sudah pake Jilbab cuman belum bener juga Jilbabmu, gitu…

Mawar : 😛 weeekk.. ke arah Melati, itu dengerin jilbabmu juga belum bener..

Ane   : (Jujur aj memang bingung ngomong sama remaja itu)* diem

Mawar   : Lha ustad, Emang kenapa sih koq kita kudu pake jilbab? Pake jilbab itu panas ust,

Ane     :  Hey Mawar, bukanya malah kebalik, klo gak pake jilbab kan kena panas matahari, kulitnya nanti item lho kena panas, klo pake jilbab kan bisa terlindung dari matahari ta?

Mawar : tapi gerah ust, ustad sih gak pernah pake jilbab..

Ane : * pikir, soale ane juga belum pernah pake jilbab sih.. pikir yang laen 😦

Melati : ust, koq jilbabq belum bener itu gimana ust? emang kudu mesti gimana?

Ane  : Ok gini, semuanya .. sekarang dengerin baek2 yah ustad mau cerita…

Gini, Sekarang Ustad punya 2 Buah jeruk yang sama, terus yang satu ustad kelupas, kulitnya ustad buang, Nah sekarang kan ustad masih punya 2 jeruk, yang satu masih utuh, yang satu udah ustad kelupas.. skarang 2 jeruk ini ustad lempar ke tanah yah, skrang ustad mau tanya, mana jeruk yang kamu pilih? yang masih ada kulitnya ato yang udah gak ada kulitnya?

Mawar : emoh, dua duanya emoh, kan udah di buang ustad,

Melati  : klo aq sih yang masih ada kulitnya ustad ,

Ane : huffhh.. gini lhoo, jadi kalian itu ibarat jeruk tadi, klo kalian pake jilbab itu spt jeruk yang masih ada kulitnya, masih tertutup, nah klo kalian itu gak pake jilbab itu spt jeruk yang sudah terbuka, gak ada kulitnya, jadi klo di lempar ke tanah, jeruk yang gak ada kulitnya biasanya akan banyak lalat yang nempel disitu, jadi banyak mata2 yang gak jelas yang ngeliat aurat kalian gitu.. mudeng gak?

Melati : lha kan aq udah berjilbab ustad?

Ane   : nah kamu melati, jilbab yang bagus itu Menutup Aurat, dengerin ustad, menutup aurat, bukan membungkus aurat, tau arem2 kan? ato lemper? enak gak?

Melati, Mawar : iya enak ustad.

Ane : Maksudnya gini klo arem2 ato lemper itu kan dibungkus pake daun, nah di taruh piring baru di tutup pake kain biar gak di hinggapi lalat. Maksudnya Aurat itu di tutup, sekali lagi ditutup bukan di bungkus, klo di bungkus itu masih kelihatan bentuknya, sedangkan di tutup itu sudah gak keliatan?

Melati : ahhh gak mudeng aq ust?

Ane  : yah intinya pake rok, jangan pake celana mepet gitu, … terus jilbabnya yang nutup sampe sini (* sambil menunjuk dada)

Mawar & Melati : Oww.. kayak Mbak ****** itu ya ust? (menyebut seorang ustadzah yang mereka kenal)

Ane   : Yah bener banged.

Mawar  : Jelek ustad udah gak mode itu?

Melati   : iya ustad, lucu, kyak vampir..

Ane   : Hufht.. (*thinking), Pokoe gak mau tau besok klo ustad lihat kamu mawar gak pake jilbab ustad pura2 gak kenal kamu, kan kamu melati jilbabnya di bagusin yah, pake rok.

oiya, besok klo udah gedhe kalian akan tau, cewek itu lebih cantik klo pake jilbab lhoo..

Mawar, Melati : iyo po ustad?

Ane  : serius, tanya ke Bapake kalian, ato Melati kamu kan punya mas ta?, coba tanya ke dia, tanya aj suka cewe yang pake jilbab ato suka cewe yang gak berjilbab?

Mawar   : cowo itu suka cewe yang seksi ustad,…

Ane   : intinya gini, kalian pingin dicintai sama Allah tidak?

Mawar, Melati  : iya lah ust,

Ane  : Nah klo Allah sudah bilang, Allah itu suka sama hambaNya yang nutup aurat, sehingga Allah menyuruh kalian untuk nutup aurat pye?, intinya kan Allah gak suka orang yang gak nutup aurat. Jadi kalian pingin di cintai Allah ato tidak?

Mawar, Melati  : ustadz mesti langsung tekan kono.. (expresi jengkel).

Ane   : lha bener nggak?

Mawar   : iya ustad (sambil ndongkol)

Ane  : ya udah sana pulang, dipake jilbabnya dan kamu melati tutup auratnya bukan bungkus yah hheee.., ustad mw adzan dulu udah ashar..

………………………………………………………………………………..

Nah itulah dialog yang terjadi pada waktu itu, 😀 , memang susah sih menjelaskan pada adek2 remaja yang seusia SMP, SMA, temasuk adik kandung saya sendiri, susah banged biar bisa sadar untuk berjilbab.

Yang pasti ada point2 penting:

  1. Jujur aja, ini dari diri pribadi saya sih, wanita itu akan lebih anggun dan cantik jika memakai jilbab, gak tau sih klo yang laen, bisa comment 😀
  2. Banyak dari mereka beralasan belum siap, mau jilbabi ati dulu, emang ati bisa di jilbabin ta? haha, klo terus belum siap, tiba2 Allah manggil pye? makanya segerakan berjilbab, dan dengan berjilbab itu bisa mengontrol akhlaq koq, kan klo pake jilbab gak mungkin kan berjilbab baik/ nutup aurat koq pacaran di taman, ato di pinggir jalan, mungkin aj nding pacaran dengan suaminya heheh 😀
  3. Wanita berjilbab itu akan lebih terhormat, jujur aj tanya sana sama cowo, lebih segan mana ketika berhadapan dengan wanita yang biasa2 aj dengan wanita yang menutup auratnya dengan rapat dan senantiasa menajaga akhlaqnya..  😀

so berjilbablah

Dasar :

Al Ahzab : 59 Perintah Wajib Berjilbab untuk wanita

An Nur : 31 Perintah untuk menutup Aurat bagi wanita

Semoga tulisan yang gak jelas ini bisa bermanfaat..

jzkumullah khoiron.