Belanja di Supermarket di AUSTRALIA

Saya sering mendapatkan request baik di komen blog ini maupun di IG atau di FB. Banyak yang request minta info dong kak biaya hidup di Australia gimana, atau harga barang di aussie gimana dan sebagainya.

Kalau Biaya Hidup di Australia sih sudah sy tulis disini ya dari perspektif student ya dan itu untuk kasus di Brisbane tepatnya di St Lucia, suburb kampus saya The University of Queensland.

Tapi untuk sharing semacam harga bahan pokok itu kok ya gimana gitu, soalnya saya juga jarang masak, bisanya masak hanya nyeplok telur dan indomie wkwkw, jadinya kan sering belanja sih tapi belanjanya ya yang instan-instan.

Alhamdulillah sejak akhir Mei istri sudah datang ke sini, ya yang pasti namanya cewe kan suka eksperimen terutama masalah masakan, jadi ya kami akhirnya belanja layaknya seperti di Indonesia.

Saya cukup males mau nulis, jadi kemaren pas belanja di Coles di Toowong, salah satu supermarket besar yang terdekat dari rumah kami. Karena kami dari kampung ya kadang cukup kaget, misalnya dengan harga Kunyit di sini, 1 kg 300 rebu rupiah, atau harga Kemangi lalapan sak uprit 30 ribu rupiah dan sebagainya.

Penasaran?
Langsung saja ya saksikan di video kami dibawah ini hehe. Jangan lupa subscribe Channel Youtube kami ya! InsyaAllah kami update dg beberapa vlog yg akan kami buat ke depan!

Belanja Kebutuhan Sehari Hari di Australia

Udah yahh.. sampai jumpa di postingan selanjutnya

Nyetir dari Brisbane ke Gold Coast

Sebagai pengemudi pemula hehe dan dengan kemampuan dompet mahasiswa sehingga mobil yang saya punyai pun ala kadarnya. Dengan kondisi itu tentu saya cukup berpikir panjang jika ingin pakai mobil untuk perjalanan jauh.

Beberapa weekend yang lalu, saya berencana untuk mengajak istri dan anak jalan2 ke Gold Coast sekaligus main di pantai, karena saya tau Fatiha sangat suka sekali air dan main di pantai. Lha wong kemaren saja di ajak ke South Bank padahal lagi winter, lihat air di pantai buatan South Bank tetap mau nyemplung padahal lagi winter lho hehehe.

Tadinya kami sudah benar2 berencana berangkt sabtu pagi dengan menggunakan Kereta dari Roma Street ke Nerang Station Gold Coast, kemudian menyambing Tram di Gold Coast untuk ke Surfer Paradise (Pantai yang sangat terkenal di Aussie ini).

Istri sudah masak bekal, semua sudah ready, pagi2 kita check di Google Map saya kaget. Lha kenapa perjalanan dari brisbane ke Gold coast dengan kereta bisa 2 jam 45 menit? padahal biasanya tidak sampai segitu! Soalnya saya sering ke Gold coast pakai kereta. Ternyata eh ternyata, rel kereta nya lagi maintenance jadi smua perjalanan kereta dialihkan menggunakan Bus sehingga waktu tempuhnya jadi lama.

Akhirnya tak pikir panjang, yuk bismillah, kami pun sepakat pakai mobil driving. Saya coba check google map ya kurang lebih perjalanan 1 jam-an lah.

Brisbane to Gold Coast Driving

Ini perjalanan pertama saya nyetir ke Gold Coast, ya bismillah saja lah. Alhamdulillah perjalanan lancar tanpa terkendala halangan satupun.

Sebenernya ya rada2 nyasar dikit sih, misal pas nyari pantainya itu juga nyasar2 hehe. Terus kekhawatiran saya takut kalau tidak dapat tempat parkir yang deket dengan pantai alhamdulillah rejeki anak sholeh, walaupun parkir penuh pas kita datang, eh ada yg pergi jadinya dapat parkir bener2 di samping pantai hehe.

Al hasil fatiha seneng baget main di pantai, bahkan mau nyelup pingin renang dan pingin ke lautnya hehee.

Mungkin ada beberapa temen2 disini yang belum tau Gold Coast? Coba deh di googling. Jadi, Gold coast ini sebenernya malah lebih popular dari Brisbane sih. Soalnya memang surganya surfing. Jadi bagi pencinta surfing dan pantai pasti tahu dengan kota yang satu ini.

Pemandangannya luar biasa bagus, garis pantainya lurus panjang, sampingnya langsung kota Gold coast dengan bangunan pencakar langit. Udah gitu pasirnya putih lagi. Dan yang tak kalah penting seperti biasanya, 1 bungkus permen pun tak ada di pantai, ya begitulah. Kita harus belajar ya untuk peduli lingkungan, tidak boleh buang sampah sembarangan!

Nah, ini nih foto2nya …

Foto Keluarga di Surfer Paradise Gold Coast

Eh Fatiha malah merem hehehe
Saking senengnya dan saking bersihnya pantainya. Fatiha nyari2 kerang.
Silahkan saksikan VLOG kami di Surfers Paradise Gold Coast

Udah gitu aja ya, catatan minggu ini, sampai ketemu besok!

Salam dari Pinggir kali Brisbane
Rischan Mafrur

Belanja barang second hand di Sherwood Op Shop

Selasa, 18 Juni 2019 pagi2 istri menggigil kedinginan sambil selimutan, 2 pemanas didalam rumah semua dinyalakan, suhu di pagi itu sekitar 8 derajad celcius, beda sama Fatiha anak kami yang malah tidak mau pakai jaket, ya mungkin dia punya gen dari bapaknya dan kakek neneknya yang dari Temanggung Gunung Sumbing yang terbiasa dengan udara dingin.

Kami pernah berencana untuk beli jaket winter, tapi belum kesampaian krn seminggu di sini istri langsung sakit hehe, saya coba googling nyari di website Uniqlo Australia, eh harga winter jacket for women diatas 200an dolar semua. Hemm, kan sayang, bukan? Akhirnya saya inget, dulu pas pertama datang ke Korea thn 2013 September, setelah beberapa bulan saya mengalami winter dan waktu itu saya diajak sama senior (Mas Ardi) untuk belanja di second hand shop dan ternyata benar, harga sangat murah, dan klo beruntung bisa nemu barang bagus.

Akhirnya saya inget kata salah satu temen di Aussie yang sangat hobby mengumpulkan barang give away terus dijual lagi (Mas Susilo), hingga-hingga klo dia pakai barang baru saya tidak percaya klo dia beli, pasti give away wkwkw, dia pernah bilang di Sherwood ada Op Shop alias tempat beli barang second hand. Jadi Op Shop ini, kalau kita punya barang yg masih bagus dan pingin didonasikan utk pet bisa dibawa kesini. Nanti kita donasi dalam bentuk barang, kemudian hasil penjualannya 100 % utk animal care.

Opshop Sherwood

Akhirnya saya putuskan untuk pergi kesana sembari lihat2 kalau2 ada yg cocok, jam 10 kami berangkat dari rumah. Fatiha saat ini sudah seneng banget naik car seat, bahkan sekarang pingin naik sendiri dan selalu ingat harus pakai sabuk pengaman. Kami jalan lewat Indooroopilly, melewati warung Indonesia sendok garpu, kemudian melewati jembatan cinta Indooroopilly. Saya sendiri sih yg menamai itu jembatan cinta, soalnya bagus. Saya yakin klo jembatan ini ada di negeri seberang, disitu bakal banyak muda mudi nongkrong pakai motor di sebelah kanan dan kiri sambil panggil mama papa, tak lupa juga pasti banyak penjual gorengan, siomay, batagor, cilok dan cireng yang nempel di situ hehe. Tapi karena di sini jadi tak ada juga ABG labil yang berdiri ditengah jalan sambil foto selfie dengan background jembatan ini hehe.

Setelah melewati jembatan cinta ini, saya mengalami hal aneh, yakni perut saya terasa tdk enak. Waduh jangan2 saya kena santet nih? tunggu!, tidak sepertinya, saya ingat beberapa hari yg lalu saya belanja ke Inala market (Asian Market) dan karena melihat cabe rawit yang sangat langka, akhirnya kami beli banyak, terus istri buatin tahu isi setelah itu, yang in the end membuat saya kalap makan tahu isi dengan cabe rawit gak tau habis berapa! Hmmm.. cabe rawit pasti pelakunya ini.

Waduh, semakin kesana semakin gak fokus, saya saat itu di Oxley Rd, perut tidak bisa diajak kompromi, toleh kanan kiri siapa tau ada mesjid mau numpang ke toilet, wah iya ini kan di Brisbane pasti gak ada pikir saya. Oya saya langsung teringat bahwa di Oxley Rd ini ada 2 pom bensin, yakni 7 eleven dan united. Ada harapan nih!!! Sambil nyetir gak fokus dan muka sudah mulai merah, akhirnya 7 eleven gas station terlihat di depan sebelah kiri jalan, langsung saja saya banting setir ke kiri masuk dan parkir di situ. Saya langsung lari masuk ke 7 elevennya dan tanya ke petugas, ”Sorry, is there any toilet available here?”, “I am so sorry , we don’t have toilet here,”, jawab mbk2 kasir berambut pirang di situ. “Matek aku !,”, batin saya dalam hati.

Streessssss, bener2 stress. Saya bilang ke istri, “tunggu di mobil ya, mas mau cari toilet di sekitar sini”. Saya jalan sambil tolah toleh kanan kiri, siapa tau ada kantor yg mungkin saya bisa masuk?, semak semak banyak sih, tp itu bad idea. Saya gak mau nanti muncul di ABC news ada berita CCTV footage pelaku BAB di semak2 kemudian dideportasi krn BAB di semak2 wkwkw. Ya karena di depan kantor biasanya ada semak2 tapi juga ada CCTV nya hahaha. Sambil masih liat2, eh ternyata saya melihat ada Gereja di seberang jalan, tidak jauh dari posisi saya. Graceville Uniting Church, wah harapan satu2 nya nih! Saya langsung nyeberang jalan tanpa ke tempat penyebrangan krn namanya juga emergency. Saya lari ke Gereja tadi kemudian lihat ada plang di depan tulisannya jam pelayanan: Minggu mulai jam 9am. “Wah kyknya tutup nih”, pikir saya. Saya coba tetap ke situ, eh saya melihat ada orang di halaman samping gereja. “Sorry Mam, may ask you question? is there any toilet available in this church?” tanya saya. “Sure, let me show you”, kata ibu2 udah agak sepuh itu sambil menunjuk sign toilet di samping gereja. Alhamdulillah, tak lupa saya ucapkan matur sembah nuwun pada ibu2 tadi, saya langsung bergegas ke toilet dan akhirnya….!

Setelah selesai dg hajat saya, sambil berjalan ke mobil yg saya parkirkan di 7-eleven saya sambil berpikir. Iya ya, saya 8 tahun hidup di Mesjid, numpang tidur, makan, dan smuanya disitu semenjak SMA sampai lulus S1. Hidup ditolong oleh rumah Allah, eh sekarang di kondisi darurat saya juga ditolong oleh rumah Allah lagi. Jadi terharu rasanya.

Perjalanan kami lanjutkan ke Op shop, dan sebenernya gak jauh sih, Op shop sherwood persis ada di perempatan Sherwood, depan sherwood state school yang dulu dipakai untuk tempat TPS Brisbane. Setelah menemukan tempat parkir, kami jalan ke situ dengan kondisi fatiha sudah tidur, ya mau tidak mau akhirnya kami gendong karena kami gak bawa stroler.

Ternyata di Op Shop saya melihat ada celana bagus, dan saya juga perlu celana sih. Beberapa celana saya sudah rusak karena terkena cairan berbahaya sehabis kerja part time beberapa hari lalu, wkwkw. Akhirnya saya putuskan ambil 2 celana itu lha wong 1 celana harganya hanya 5$. Toh itung2 donasi buat animal care lah hehee. Istri lagi sibuk lihat2 jaket dan akhirnya nemu jaket bulu2 yg lumayan bagus lah, ya lumayan buat dipakai klo tidur hehe.

Setelah selesai kami ke kasir dan bayar kemudian jalan pulang. Sesampainya di rumah saya selalu ingat bahwa ketika beli barang harus selalu dicuci dulu sebelum dipakai. Seperti biasa kebiasaan saya sebelum memasukkan baju ke tempat baju kotor biasanya saya mengecheck kantong. Eh tak sadar saya juga ngecheck kantong 2 celana yang saya beli tadi. Eh, saya kaget, “apa ini”, pikir saya. Ternyata saya menemukan uang 10$ di kantong celana sebelah kanan, caya coba rogoh kantong yang lain, eh ternyata ada 20$ lagi di celana sebelah kiri. Ini niatnya mau beli dan donasi eh malah bathi (untung). Hadeh, “pye iki”, pikir saya. Saya menemukan 30$ didalam kantong celana yang saya beli. Jadi bingung nih, gimana ni hukumnya dan status uang ini? wkwkw. Oalah halah ada aja pengalaman hari itu.

Intinya hikmah dari semua ini adalah, selalu pastikan bila mau berkendara kemanapun, pastikan perut kondisi baik. Kedua, banyak kok Op Shop2 alias tempat penjualan barang second hand. Jadi klo kita butuh barang yg mungkin masih terlalu lama klo harus menunggu give away atau nyari barang buangan di kerbside, kita bisa kok ke opshop. Toh kita beli disitu juga sekalian donasi hehe dan harganya sangat murah, klo beruntung dapat barang bagus lagi. Begitulah kura kura!

Udah gini aja,
Salam dari Pinggir Sungai Brisbane

Rischan Mafrur

Proses Visa Keluarga ke Australia

Semenjak saya posting tulisan “Meninggalkan keluarga demi S3” sepertinya sudah 1 tahun 9 bulan mungkin kali ya, sampai pada akhirnya visa anak dan istri saya Granted.

Sungguh pengurusan visa keluarga saya ke Australia ini tidak seperti teman pada umumnya, saya harus menanti visa istri dan anak kurang lebih 9 bulan, udah kayak nungguin anak lahir saja hehe. Gimana ceritanya? dan apa sarannya? yuk simak tulisan saya berikut ini.

Saya masih ingat waktu submit aplikasi visa istri dan anak saya itu ditanggal 21 Agustus 2018, dan baru kemarin tanggal 20 Mei 2019 Granted. Silahkan lihat gambar berikut ini.

Submit Aplikasi Visa Australia (anak dan istri) tanggal 21 Agustus 2018
Visa anak dan istri baru granted tanggal 20 May 2019

Total 9 bulan lebih penantian akhirnya granted juga. Kenapa kok bisa begini? di postingan ini saya akan mencoba menjelaskan, semoga bagi pembaca semua bisa mengambil hikmahnya khususnya bagi teman-teman yang berencana studi ke Australia dan ingin membawa keluarga.

Beasiswa saya LPDP memberikan support family allowance (tunjangan keluarga) setelah saya menjalani kuliah 1 tahun, jadi baru bisa mengajukan tunjangan keluarga setelah bulan 13. Karena itulah saya memang berencana membawa keluarga setelah 1 tahun kuliah. Sandungan lainnya juga ada yakni membayar asuransi kesehatan yang cukup besar. Saya bulan Juli membayar asuransi kesehatan keluarga sebesar 10,000 AUD atau 100 jutaan agar bisa apply visa family. Ini ceritanya gimana? ya LPDP hanya cover asuransi single (student) jadi bila kita ingin bawa keluarga jadi harus upgrade asuransi kita ke tipe family dan itu harus bayar seluruh asuransi di awal (sebelum apply visa).

Mungkin bagi teman-teman yg sudah bekerja lama di Indonesia, punya aset mobil misalnya, mereka bisa langsung berangkt bareng keluarga karena punya tabungan. Tapi apa daya saya yg baru lulus S2 dan baru nikah terus langsung punya anak hehe. Ya begitulah… tapi percaya Allah pasti ngasih jalan.

Singkat cerita, Oktober 2018 adalah bulan dimana saya akan genap 1 tahun di Australia, jadi saya berencana membawa keluarga bulan November sehingga saya bisa mengajukan tunjangan keluarga. Kalau hidup bersama keluarga dan tanpa tunjangan keluarga itu cukup berat disini karena tidak cukup living allowance yg diberikan untuk mengcover kebutuhan keluarga. Akhirnya ya itu Agustus 2018 saya apply visa dan sebelumnya Juli 2018 saya bayar asuransi 100jt rupiah hasil menabung selama 1 tahun. Cieeyyyee yang rajin menabung.

Setelah submit aplikasi VISA ke immi account, kita akan dapat HAP ID untuk dibawa ke rumah sakit yg punya kerjasama dg pemerintah australia (dulu saya dan istri/anak ke RS premier jatinegara). Setelah periksa kesehatan bisanya tinggal nunggu beberapa hari visa langsung keluar.

Buktinya? dulu saya hanya butuh 1 hari visa langsung granted. Saya masih inget, submit hari senin langsung dpt HAP ID, hari selasa periksa ke RS premier jatinegara, hari Rabu visa saya sudah granted.

Ehhh.. lah dalah, kok setelah submit aplikasi visa anak dan istri ini ditunggu 3 hari, 4 hari sampai 1 minggu kok statusnya gak ada perubahan. Saya sempat bingung, akhirnya setelah 1 minggu baru dapat telp dari RS Premier Jatinegara kalau istri saya suspect TBC.

Haduh, lansung pusing kepala saya, saya udah tau dan dengar2 dari teman-teman kalau Aussie memang sangat strict dg ini bahkan di saat mendarat di Aussie kita juga harus mengisi form declare termasuk disitu ada form ttg TBC. Saya langsung putus harapan rasanya saat itu.

Lha gimana, istri itu dulu sebelum periksa kesehatan ke RS premier jatinegara, dia udah pernah rongten di RSUD Bogor dan dinyatakan bebas TBC, saat itu istri rongten untuk persyaratan mendaftar beasiswa LPDP yg pd akhirnya gak lolos hhahaa, belum rejekinya. Ditambah istri gak ada gejala batuk, malah jarang sekali batuk dan sehat banget. Makanya saya benar2 shock. Saat itu saya langsung beli tiket dan memutuskan pulang. Kami langsung ke RS dan berdiskusi gmn kelanjutan visa istri ini. Ternyata ribetnya minta ampun.

  1. Istri harus tes sputum (dahak) kemudian nunggu 3 bulan utk melihat hasilnya (inget dulu perjuangan istri jadi sedih, karena istri sy sehat dan tdk bisa mengeluarkan dahak jadi harus diuap segala macam)
  2. Kalau hasil negatif bisa go, klo hasil positif harus treatment 6 bulan
  3. Gileee, total 9 bulan dums
  4. Belum lagi nanti processing timenya, ya Rabb.
  5. Dan yang lebih ribet dan bikin kami sedih adalah, karena kami punya anak dibawah 2 tahun. Fatiha negatif, tp karena tidak mungkin memisahkan fatiha sama ibunya. Maka ketika Ibunya nanti harus treatment, fatiha harus minum antibiotik pencegahan.
  6. Dan yang lebih repot lagi, untuk treatmentnya, setiap hari minum obatnya harus ke RS Premioer Jatinegara dan disaksikan oleh suster.
  7. Tiap 2 bulan nanti ada rongten dan sputum lagi

Ini kan rempongnya minta ampun, sampai saat itu saya sempat ingin memutuskan untuk drop out. Andai kata beasiswa saya itu dari pemerintah Australia, saya sepertinya akan out saja. Lha sudah 1 tahun ninggalin keluarga ya walaupun tiap 4 bln pulang, tp ttp saja tidak enak. Eh ini harus ditambah 9 bulan.

Saat itu saya bertnya ke dokternya terutama ttg point 1. Masa harus nunggu 3 bulan, apa tidak ada test yg cepet dan nanti bisa ketahuan status istri saya? Kata dokternya ada yakni test mantoux, jadi nanti disuntik, terus lihat efeknya klo bengkak berarti positif dan ada beberapa test lainnya semacam sputum yg cepet. Tapi semuanya harus bayar sendiri karena tidak tercover oleh biaya visa. Akhirnya kami memilih untuk itu. Dan ketika melihat hasilnya ternyata memang positif. Ya sudah berarti harus treatment 6 bulan, tapi at least kami tidak harus nunggu 3 bulan baru tau positif atau negatif.

Saya akhirnya putuskan untuk ngekosin anak dan istri di sebelah RS premier jatinegara, jalan kaki hanya 5 menitan. Karena walaupun rumah istri di Bogor, tp klo tiap hari harus ke RS premier jatinegara dan naik KRL kan yo kasihan anak. Benar-benar klo ingat masa-masa itu seakan2 kayak udah mau pulang saja, mau berhenti saja, ndak tega sih. Tapi bagaimana lagi.

Jadi ingat, ini bukan seberapa, nabi Ibrahim dulu diperintahkan oleh Allah untuk membawa istri dan anaknya yang masih bayi ke tempat tandus dan meninggalkan mereka ke situ. Cobaan sy ini masih belum sebanding rasanya.

kalau ingat cobaan ini rasanya benar2 gimana gitu, ngelihat teman2nya juga pada lancar2, eh kok ya saya dapat yang begini, tapi kadang saya mikir. Ketika saya dapat nikmat contohnya dpt beasiswa, kenapa saya jarang berpikir, eh kok saya yang dapat bukan teman sy? Nah itulah manusia mau enaknya sendiri, giliran diuji…. langsung bilang “kenapa saya” hehehe

Saya masih tidak tau apa hikmah dibalik semua ini, yang ada saya hanya yakin semua pasti ada hikmahnya, pandangan manusia terbatas sedangkan pandanganNya tak terbatas. Yang jelas dengan hidup yang naik turun hidup kita akan lebih terasa menantang dan hati akan digembleng. Coba klo hidupnya datar2 saja, semua keinginannya tercapai terus, tidak pernah mengalami kesulitan, kan yo nggak assyiiikk ta… bukankah Allah itu maha asik? hehe.

Nah untuk saran bagi teman-teman yang pingin studi di Aussie dan berencana membawa keluarga, berikut sarannya:

  1. Apply visa via agent saja, nanti tanya agent bisa gak yang test kesehatan dulu sebelum bayar asuransi? mungkin bisa kali ya silahkan bisa ditnyakan. At least ketika ada masalah seperti yg saya alami, masih bisa tanya2 agent. Lha kemaren saya gak bisa tanya siapa2, wong imigrasi aussie juga gak ada CSnya buat nanyain ini.
  2. kalau mau apply visa sendiri, korbankan beberapa rupiah untuk rongten periksa paru2 di RS Premier Jatinegara Jakarta dulu sebelum apply visa. Klo bersih, baru apply hehehe. Kalau ternyata ada suspek TB bisa nyari RS terdekat untuk treatment.
  3. Semoga teman2 tidak mengalami hal yang saya alami ini. Amiin..

Alhamdulillah setelah di granted tgl 20 Mei, hari ini Selasa 28 Mei anak dan istri saya sudah di Brisbane (tadi pagi saya jemput di Airport) hehehe, mohon doanya semoga Allah memudahkan perjalanan keluarga kami baik studinya maupun kehidupan kami disini.

Welcome to Brisbane …

Keindahan Alam di Stanthorpe Australia

Sebenarnya ini postingan yang sangat terlambat, tapi bagaimana lagi memang kondisinya seperti ini. Menjadi mahasiswa S3 yang cukup sibuk dengan load risetnya šŸ˜¦ kadang sedih sih hehee. Saya cukup sedih karena sering tidak bisa menyempatkan waktu untuk nulis blog, padahal rencananya dulu saya mau nulis novel, ini benar-benar novel ya hehe, kalau buku sebelumnya saya “24 Purnama di Negeri Ginseng” kan genrenya ndak jelas, tapi banyak banget sih testinya yg bilang sangat bermanfaat. Haduh malah promo buku hahaha.

Oke deh kembali ke Stanthorpe….

Tahun lalu tepatnya bulan Agustus saya bersama teman-teman indonesia (rata-rata mereka sudah berkeluarga bahkan anaknya sudah 2 dan 3 udah gede2), saya sendiri yang jomblo hehe, jomblo local sih karena istri dan anak belum sy ajak ke Brisbane, kita bareng-bareng piknik dan camping sekitar 5 mobil ke Stanthorpe tepatnya ke Sommerville Valley.

Sommerville Valley, Stanthrope Queensland

Kalau sahabat lihat peta diatas, tempat saya di Brisbane yang biru itu sedang tujuannya di point merah, perjalanan kurang lebih 3 jam. Ya 3 jam kalau di Indonesia gak tau baru nyampe mana hehe, kalau disini karena tidak macet jadi ya hanya perlu 3 jam kurang lebih 270 KM an lah.

Rencana kita memang mau camping, kita gak bawa tenda tapi mau nyewa cabin di sana yang katanya sangat bagus. Kemudian malamnya mau melihat milky way, kalau ada yang belum tau tinggak clik aja.

Yuk simak perjalannya,…

Ini dia rombongannya

Rombongan tim piknik Indonesia Brisbane hehe (*tidak lengkap)

Ketika di perjalanan sampai sekitaran Warwick, kita lihat ada gereja bagus, akhirnya foto deh


St Mary’s Catholic Parish Warwick

Sebelum kita ke Cabin untuk nginap, kita piknik dulu di Girraween National Park, Stanthorpe Queensland Australia, kabarnya disitu ada batu besar menggantung, dan ternyata begini penampakannya.

Girraween National Park, Stanthorpe Queensland Australia 

Pas foto, eh ternyata saya dilihatin sama Kanguru liar…

Girraween National Park, Stanthorpe Queensland Australia 

Setelah puas piknik, makan-makan, bus walking di Girraween, kita akhirnya menuju ke Sommerville Valley untuk nginep di cabin disana.


Sommerville Valley Cabin

Satu Cabin atau rumah kecil itu muat berapa ya? lupa saya wkwkw. Intinya asik deh, karena fasilitas lengkap disitu ada wifi, microwave, dapur dkk, lengkap pokoknya.

Nah saat malam hari saatnya melihat milkiway, hanya saja tak ada kamera dari kita yang bisa menangkap keindahan langit dan bintang2 waktu itu. Entah karena kameranya atau yg motret yang gak bisa? hehee. Indah banget, tidak bisa diceritakan dg kata2 deh.

Al hasil selain lihat indahnya bintang, kita juga bikin perapian, baka2 berbeque dan tidak lupa bakar ubi ahhahaa.

Sommerville Valley, perapian sampai pagi

Foto bersama dulu buat kenang2an masa tua hehee

Ini dia formasi lengkap, foto sebelum pulang

Sommerville Valley Cabin

Ceritanya bagus sih kalau buat novel, semoga nanti waktuku cukup yah ahaha. Besok tinggal giliran ngajak anak istri pergi ke tempat2 yang lebih asik.

Untuk membaca tulisan saya yang lain, baik yg serius atau yg ttg jalan-jalan di Australia bisa dibaca di sini https://mafrur.com/kuliah-di-australia/

Selamat berpetualang di Australia…
Salam dingin dari Brisbane.

Serangan Teroris di Sri Lanka

Belum lama dari kejadian pembantaian biadab di Christchurch New Zealand, kini kita dengar serangan mengerikan ketika Easter di Sri Lanka.


Kalau di NZ yang diserang adalah Masjid dan Korbanya adalah Muslim, kini di Sri Lanka yang diserang adalah Gereja dan Korbannya adalah saudara2 kami kristiani (sedikitnya ada 310 yang meninggal)


Saya biasanya tidak mau menyebut pelaku siapapun dia apapun rasnya, atau agamannya, yg jelas yg mereka lakukan adalah biadab. Hanya saja ketika saya baca berita ini : https://news.detik.com/internasional/d-4522566/kakak-beradik-jadi-pelaku-bom-paskah-di-sri-lanka-ayahnya-kaya-raya


Saya cukup tergelitik untuk membahasnya.


Pelaku diduga dari kelompok ekstremis Islamist National Thowheeth Jama’ath (NTJ), yang memang jelas mereka mengatasnamakan ideologi mereka dg ideologi islam tapi jelas islam tak pernah mengajarkan seperti itu.

Fenomena ini nyata, sebagai pemeluk agama islam dan saya punya teman yang sangat dekat (di SMA) yang dia melanjutkan kuliahnya ke salah satu kampus di solo dan memutuskan untuk berbaiat dengan Abu Bakar Al Bagdadi, dia berangkat ke Damaskus tahun 2014. Ini membuat saya sangat prihatin, dan saat itu saya tidak bisa mencegahnya. Dan saya paham bahwa orang2 islam yang punya pemahaman yg keras seperti ini memang betul adanya.

Dari berita itu saya juga cukup kaget karena dikatakan mereka dari keluarga kaya, bahkan dulu aksi bom di surabaya yang pelakunya satu keluarga mereka juga berkecukupan bahkan berinteraksi baik dengan tetangga. Begitu juga teman saya yg saya sebut di atas, dia juga lahir dan hidup dari keluarga yang berkecukupan. Hal ini membuat hipotesis saya tumbang, dulu saya berpikir bahwa “mungkin” keadilan dalam hal ekonomi/ kemiskinan bisa menjadi faktor orang melakukan aksi teror. Yg ini jelas sdh tumbang. Tapi hipotesis sy yg lainnya yakni, mungkin “keadilan” dalam konteks lain misalnya “keadilan global” dalam media masa, dalam pemberitaan mungkin hal ini bisa menjadi motif orang utk melakukan teror. Sebagai contoh islam selalu tersudutkan di media masa mainstream. Ini tentu perlu pembuktian.

Intinya, yg perlu kita pahami sebagai orang islam, orang-orang yg punya pemahaman keras seperti ini bahkan sudah ada sejak zaman sahabat nabi SAW. Mereka dikenal dg sebutan khawarij yang mana mereka membunuh sahabat Ali bin Abi Tholib (sepupu sekaligus Menantu dari Nabi SAW), dengan alasan karena Ali bin Abi Tholib tidak berhukum dg hukum Quran. Pd saat itu Ali bin Abi Tholib adalah khalifah (pemimpin umat islam). Bisa dibayangkan kan? kalau sepupu/menantu nabi bahkan dia adlh khalifah dan dibunuh oleh khawarij?

Yang jadi repot adalah ketika mereka para khawarij dan neo khawarij ini sangat lihai dalam berbicara mengenai agama atau bahkan quran pun ia hafalkan. Sehingga hal ini bisa menipu orang awam dan menjadikannya sebagai panutan, perkataannya diaminkan, dan pemahamannya diikuti.

Jadi mari yuk kita jaga diri kita, keluarga, saudara, anak-anak kita. Dengan adanya internet, anak kita bisa sangat mudah mengakses smua informasi yg ada di manapun dan kapanpun. Yang harus kita siapkan adalah fondasi yg kuat, pemahaman yg kuat, kaykinan yg kuat, bahwa Rosulullah SAW itu rahmah bukan hanya utk orang islam tp untuk seluruh alam. Di zaman Nabipun Nabi hidup berdambingan dg orang2 yg berbeda keyakinan baik itu kristiani, yahudi, majusi, dan lain sebagainya.

Apapun alasannya tak ada agama apapun yg membolehkan aksi teror.


Apapun alasannya tak ada agama apapun yg membolehkan aksi teror.
Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. (Al Maidah: 32).


Semoga Allah memberikan tempat yg terbaik utk semua korban teror dan melindungi kita dari kejatahan para pelaku teror dan semoga Allah jg melindungi kita semua dari pemahaman neo khawarij.
Salam dari Pinggir Kali Brisbane

Rischan Mafrur

*image source: bdnews24.com

24 Purnama di Negeri Ginseng

Tanggal 2 Mei 2016 ada pesan masuk keĀ Facebook saya, yaitu dari salah seorang editor di Penerbit Mizan Bandung.Ā  Intinya adalah Mas nya ini sering baca Blog saya dan Twittan saya dan dia tertarik untuk membukukannya. Pada waktu itu sebenarnya saya sudah membaca pesan ini tapi karena kesibukan, saya belum sempat untuk merespon tawaran ini. Barulah setelah selang 7 bulan hehe, yaitu di Bulan Desember 2016 saya membalas pesan ini.

 

Yang pada akhirnya, Alhamdulillah, sekarang bukunya sudah jadi dengan judul “24 Purnama di Negeri Ginseng“. Sebenarnya pada awalnya saya kurang Pede ketika berencana untuk menulis buku karena memang saya belum pernah menulis buku sebelumnya. Saya juga bingung, mau buat buku ber-genre apa, tapi karena Mas dari Mizan tadi mendorong, ya saya tulis saja. Jadi buku saya ini genrenya apa sih?
Ahh.. baca sendiri saja ya hehehehe..

Sebelum buku ini saya kirimkan ke editor, saya sudah meminta istri saya, kemudian beberapa teman saya di Korea, bahkan rektor UTS lho (Universitas Teknologi Sumbawa) sudah baca bukunya, beliau juga ngasih pengantar di buku ini, beberapa dosen saya untuk membacanya dan memberikan testimoninya, dan responnya bagus makanya saya berani untuk memasukkan buku ini ke penerbit.

Singkatnya buku ini sebenarnya lebih mirip seperti gado-gado dimana isinya adalah berdasarkan fakta yakni pengalaman dari penulis sendiri. Di dalamnya mengandung beberapa unsur dari mulai tips untuk mendapatkan beasiswa dan diterima di kampus luar negeri, langkah-langkahnya bagaimana, motivasi-motivasi, bagaimana rasanya kuliah di Korea, suka dukanya, bahkan sampai menyangkut tentang hal-hal religius semacam bagaimana kami sebagai orang islam menjalani hidup kami di Korea, tentang makna hidup, bahkan yang tidak kalah seru, di sana ada romansanya, karena memang tak bisa dipungkiri, Allah mempertemukan jodoh saya di Korea. hehe.

Yang jelas, dari beberapa yang baca, bilangnya sih seru, seperti sedang berpetualang dan ikut merasakan bagaimana keseruan petualangan di Korea.

Inti dari tulisan kali ini adalah satu, yaitu “Menulislah maka kamu Ada“, yang ngomong ini bukan saya tapiĀ Sokrates (filusuf Yunani). Apa yang dikatakan Sokrates itu memang benar, saat ini kita mengenal imam yang empat (Hanafi, Maliki, Syafie, Hambali) atau mungkin kita tahu Imam Nawawi, Ibn Hajar Al Askolani, Imam Ghozali dan sebagainya. Kita tahu mereka karena ada kitab-kita mereka, ada tulisan-tulisan mereka yang sampai saat ini abadi tidak tertelan zaman. Padahal pada zaman dahulu ulama-ulama sekaliber mereka itu tidak hanya mereka, tapi yang bisa survive terkenang sampai sekarang adalah mereka yang mempunyai kitab-kitab dan mempunyai murid yang rajin menuliskan pemikiran-pemikirannya.

Jadi hikmahnya, saya sebenarnya waktu itu belum ada rencana untuk menulis Buku, tapi karena saya sering nulis di Blog, eh ada orang yang membaca blog saya dan tertarik, kebetulan dia adalah editor dari peneribit, ya maka jadilah.

Jadi, yuk kita sama-sama berlatih menulis, sering-sering menulis, apalagi sekarang adalah era sosial media, dimana kita bisa menulis apapun dan dimanapun. Semoga tulisan-tulisan kita bisa bermanfaat bagi orang lain, dan bisa menjadi ladang amal jariah yang pahalanya tak putus walaupun kita sudah mati kelak.

Amiinnn..

Eh iya, yang mau beli Buku saya “24 Purnama di Negeri Ginseng” silahkan bisa isi form ini http://bit.ly/24PurnamaDiNegeriGinseng insyaAllah akhir minggu ini sudah bisa dikirim bukunya.

Salam dari Pinggir Kali Brisbane

Rischan Mafrur