Ketika Anak Masuk Emergency di Australia

by : Khadijah

Malam itu, dengan keringat dingin aku berlari tergopoh-gopoh sambil mendorong Fatiha di stroller menuju loket registrasi bagian Emergency RBWH (Royal Brisbane Women Hospital). “How can I help you? What is your emergency?”, sapa petugas di balik kaca. “Something stucks in my daughter’s nostril!! (sesuatu tersangkut di lubang hidung anak saya)”, jawab saya panik.

***

Hari Ahad pagi yang cerah, kami sekeluarga pergi mengunjungi Mt Coo-tha Botanical Garden. Sebuah tempat wisata yang berjarak cukup dekat dari tempat tinggal kami, hanya 15 menit driving kami sudah tiba di sana. Tidak kusangka tempat ini tidak hanya menyediakan wisata sekedar garden, namun juga ada bangunan planetarium di kompleks yang sama. Setelah melihat-lihat isinya sebentar, kami baru tahu namanya adalah Sir Thomas Brisbane Planetarium. Namun tujuan utama kami bukan ke planetarium hari itu, kami berencana piknik di dalam Mt Coo-tha Garden.

IMG_5071
Mt Cootha tropical garden

Kami pun melanjutkan perjalanan memasuki garden dan sibuk merekam seluruh pemandangan yang kami lalui di dalam garden dengan kamera kami. Setelah menikmati pemandangan bunga-bunga, Japanese Garden, Tropical Glass House, kami pun beristirahat di salah satu pohon dan menggelar tikar piknik. Kami menikmati bekal yang sudah kusiapkan dari rumah. Selagi kami makan, surprise! Kami mendapat pemandangan gratis dari burung-burung kakatua (caccatoo) berbulu putih dan berjambul kuning cantik yang sedang makan buah-buahan di atas pohon yang kami gunakan untuk berteduh. Suamiku pun berusaha mendekat untuk merekam burung-burung tersebut lebih jelas. Fatiha pun membuntuti bapaknya, melihat pertunjukan gratis itu.

Aku tetap duduk di tempat piknik untuk menjaga bekal kami sambil melihat ke sekitarku. Di bawah pohon ini, memang terdapat banyak buah-buahan jatuh, dan juga biji-bijian yang menjadi pakan unggas tersebut. Makanya tempat piknik kami sejak tadi ramai oleh beberapa unggas yang mendekat seperti kalkun, burung magpie, dan kakatua. Namun hal yang tidak kusadari, ternyata Fatiha memunguti biji-bijian itu dan terus menggenggamnya sampai pulang. Sebenarnya ini hal yang biasa untuk Fatiha yang selalu membawa ranting pohon, batu kerikil, dan daun-daunan setiap kali kami pergi bermain ke taman sehingga aku pun tidak pernah melarang dia melakukan ‘observasi’ pada benda-benda alam.

Hari yang menyenangkan dan juga melelahkan, menjelang sore kami pun segera pulang. Sesampainya di rumah, Fatiha dan bapaknya menonton TV di ruang depan sambil istirahat, sedangkan aku di kamar memakai headset karena ada acara seminar online yang sedang kuikuti sore itu. Tidak lama kemudian, bapak pamit keluar rumah karena ada urusan. Aku pun mengiyakan sambil terus melanjutkan menyimak acara onlineku. Sebentar aku melangkah ke ruang depan untuk menutup pintu dan melihat Fatiha masih menonton TV sambil makan buah blueberry yang berceceran di atas alas makannya. Tapi ada pemandangan yang aneh, kuperhatikan yang berceceran itu tidak hanya blueberry, tapi ada biji-bijian bulat besar yang berwarna hitam tercampur dan Fatiha sedang bermain biji itu dan ditekan-tekan ke lubang hidungnya. Melihat itu, aku pun langsung mencegah tangannya, “Stop it, Fatihaa! Berbahayaa!”, larangku beberapa kali. Akhirnya Fatiha pun melanjutkan memakan blueberry dengan benar. Aku kembali ke kamar untuk melanjutkan acara seminarku.

Beberapa saat kemudian, tiba-tiba Fatiha berlari masuk ke kamar sambil menunjuk hidungnya, “Ibuuu… sakiiiiit…..”, lirihnya dengan wajah merasa bersalah. Oh tidak!! Hal ini benar-benar terjadi! Aku pun panik dan segera menghentikan kegiatanku lalu membawa Fatiha ke depan wastafel. “Fatiha coba keluarkan bijinya seperti buang ingus!”, seruku setengah berteriak mencoba memberi arahan. Tapi bukannya mengeluarkan udara, Fatiha malah menghirup udara kencang-kencang dan akhirnya dia mulai menangis kesakitan. Haduuhh…

Aku pun mencari cara lain, aha! Kuambil jarum dari kotak sewing kit, dengan menggunakan senter kucoba menusuk-nusuk biji di dalam hidung Fatiha. Tapi setiap bijinya hampir keluar, Fatiha langsung menarik wajahnya dan mengucek-ngucek hidungnya. Kulihat keluar lendir berwarna ungu keluar dari hidung yang tersumbat. Aku pun menelpon suamiku mengabarkan hal ini, ia menyarankan untuk memandikan Fatiha, barangkali dia ingat cara mengeluarkan ingus ketika mandi karena tenang.

Tapi hasilnya nihil, setelah mandi Fatiha langsung tertidur, terdengar suara dengkuran karena hidungnya yang tersumbat. Malam pun tiba, akhirnya suami pulang juga. Kami pun coba cari cara lain. Aku coba mencari pinset dan menanyakan ke grup Whatsapp ibu-ibu. Mereka pun mengirim banyak foto-foto berbagai jenis pinset yang mereka punya di rumahnya. Namun tidak ada yang cukup kecil untuk masuk ke hidung kecil Fatiha. Beberapa ibu-ibu lain menyarankan untuk memanggil dokter ke rumah atau pergi ke UGD Rumah Sakit. Kami belum berpikir bahwa ini sedarurat itu untuk sampai harus pergi ke RS.

Setelah mencari informasi di internet, ternyata ratusan pasien anak-anak yang hidungnya tersumbat barang-barang kecil tiap tahunnya sudah biasa ditangani oleh UGD RS. Selain itu, metode yang dianjurkan adalah “Mother Kiss”. Tanpa membaca lengkap artikel di internet kami pun langsung sok mengerti bagaimana metode itu. Aku pun mencoba menyedot biji di hidung Fatiha dengan mulut. Tapi Fatiha yang sedang tidur memberontak karena tidak suka hidungnya disentuh. Kami pun putus asa, akhirnya diputuskan kami akan membawa Fatiha malam ini ke UGD RS terdekat, yaitu RBWH.

Kami segera meluncur dengan mobil menuju RBWH. Suami men-drop aku dan Fatiha untuk masuk UGD dulu selagi ia mencari parkiran gratis yang agak jauh. Aku berlari tergopoh-gopoh sambil mendorong Fatiha di stroller menuju loket registrasi bagian Emergency RBWH (Royal Brisbane Women Hospital). “How can I help you? What is your emergency?”, sapa petugas di balik kaca. “Something stucks in my daughter’s nostril!! (sesuatu tersangkut di lubang hidung anak saya)”, jawab saya panik. Suster kemudian datang untuk mengecek Fatiha, namun Fatiha menangis kencang karena takut dokter dan suster. Maklum ini trauma sejak ia di RS Jakarta untuk pengobatan TBC dulu.

Dokter pun datang dan kebingungan melihat Fatiha yang meraung-raung ingin pulang. Akhirnya dengan bantuan suster lain, Fatiha dibebat dengan selimut RS agar badannya tidak berontak. Dokter memandu kami melakukan metode “Mother Kiss” yang benar, yaitu dengan meniup udara ke mulut Fatiha (seperti CPR), agar Fatiha mengeluarkan udara lewat hidung. Namun keadaan tidak membaik karena Fatiha terus menangis dan berteriak. Dokter pun putus asa dan akhirnya memberikan surat rujukan ke Queensland Children Hospital (QCH).

Pukul 11 malam, kami pun akhirnya pulang dengan hampa. Tidak ada yang berubah keadaannya. Aku sudah lelah setelah seharian ini dan langsung ambil posisi tidur. Fatiha diantar ke toilet sebelum tidur oleh bapak, tiba-tiba Fatiha bersin keras sekali daan…. Surprise!! Bijinya keluar dengan sendirinya. Alhamdulillaah.. semua lega. Entah ingin tertawa atau sedih atas kejadian ini.

-selesai-

 

Pengalaman Hamil di Brisbane

Waktu menunjukkan pukul 11 malam ketika aku masih menyelesaikan cucian piringku. Tiba-tiba aku merasa pusing dan sesak nafas, belum selesai apa yang kukerjakan, aku segera merebahkan diri ke kasur. Suami yang melihatku jadi heran, “Ibu kenapa? Anemianya kambuh ya?”, tanyanya. Hmm.. tidak biasanya aku sepusing ini hanya karena berdiri lama untuk mencuci piring. Aku ingat mengalami perasaan ini ketika dulu hamil anak pertama kami, Fatiha. Aku dan suami mendadak saling pandang penuh arti, “Jangan jangan……”, pikiran kami sama.

Esoknya, aku mencoba menggunakan test pack dan… surprise! Aku positif hamil! Di bulan ketiga kedatanganku ke Brisbane, ternyata Allah sudah memberiku amanah baru, yaitu janin di dalam rahimku, calon adiknya Fatiha. Hal yang membuat kami cukup kaget karena kami tidak menyangka kehadirannya begitu awal. Segera kami membuat appointment untuk bertemu dengan GP (General Practitioner) atau dokter umum di klinik kampus untuk konsultasi kehamilan.

Di pertemuan pertama, saya pikir GP akan melakukan USG pada saya untuk melihat keberadaan kantung kehamilan dalam rahim seperti yang dilakukan oleh dokter spesialis kandungan atau SpOG di Indonesia. Namun ternyata cukup berbeda. GP maupun dokter spesialis di sini tidak berwenang untuk melakukan USG. Hal yang dilakukan pertama kali bersama GP adalah mengecek usia kehamilan berdasarkan kalender menstruasi, tes darah, dan tes urine. Hasil tes lab tersebut langsung diintegrasi secara online ke public hospital terdekat yang menerima OSHC (Overseas Student Health Cover) atau asuransi kesehatan mahasiswa, yaitu RBWH (Royal Brisbane Women Hospital). Asuransi OSHC ini sudah meng-cover seluruh biaya konsultasi dengan GP di klinik, tes-tes lab, hingga konsultasi dengan midwife (bidan) dan dokter spesialis di RS. Namun tidak meng-cover suplemen atau vitamin selama kehamilan.

Beberapa hari kemudian, hasil tes lab darah pun keluar dan menunjukkan bahwa saya mengalami defisiensi zat besi dan vitamin D. Hal inilah yang membuat saya sering merasa pusing dan mengantuk berat selama trimester pertama. Tapi yang kami heran adalah ternyata saya kekurangan vitamin D, artinya saya kurang banyak terpapar sinar matahari! Kabar baiknya, ternyata UQ Aquatic Center, kolam renang milik kampus suami memiliki program khusus ibu hamil untuk gratis berenang tiga kali sepekan selama 14 bulan! Surprisenya lagi adalah mereka menyediakan kursus renang untuk bayi usia 4 bulan nanti pasca melahirkan. Bahkan, untuk menjadi member program yang bernama “Bubble Club” ini semua gratis, padahal jika tidak hamil, untuk masuk kolam renang UQ satu kali saja bagi non-student, harga tiketnya sekitar $8. Akhirnya, dalam rangka meningkatkan vitamin D, saya pun rajin renang ke kampus setidaknya 1-2 kali sepekan bersama Fatiha yang masih bebas tiket karena usianya di bawah 3 tahun.

WhatsApp Image 2020-04-13 at 10.10.46 AM
Ibu dan Fatiha sedang berenang di UQ Aquatic Center  

Memasuki usia kehamilan 13 minggu, saatnya jadwal pertama untuk USG. Di sini, USG hanya dilakukan sebanyak dua kali selama masa kehamilan dan dilakukan oleh ultrasonographer di sebuah lembaga scan terdekat, saya melakukannya di Qscan Toowong. USG yang pertama ini bernama Nuchal Translucency yang berfungsi untuk mengukur ketebalan lipatan nuchal di belakang leher bayi yang menjadi indikator ada atau tidaknya kelainan kromosom atau kecacatan.

Sedangkan USG yang kedua bernama Morphology Test di bulan ke-5 untuk melihat seluruh organ tubuh bayi dan jenis kelamin. Scan ini cukup menjadi pengalaman unik bagi saya, di SMS, mereka meminta saya untuk minum air setidaknya 1 liter 1 jam sebelum scan dilakukan dan menahan pipis. Namun karena saya tidak hafal apakah saya sudah minum sebanyak 1 liter atau belum, saya terus saja minum air sebanyak-banyaknya yang membuat saya sangat kebelet pipis sesampai di ruang scan. Singkat cerita, there’s another surprise! Calon adiknya Fatiha adalah laki-laki, lengkaplah menjadi sepasang anak kami. Alhamdulillah.

Setelah scan kedua, kami dijadwalkan ke RS untuk bertemu midwife. Pertemuan pertama ini, kami diwawancara oleh satu midwife dan asistennya untuk mengisi data dan riwayat kesehatan. Selanjutnya, mereka meminta suami untuk keluar ruangan dan saya diminta mengerjakan beberapa soal terkait kondisi kesehatan mental diri dan keluarga. Ya, mereka sangat peduli dengan kesiapan mental calon ibu, apakah ibu bahagia atau merasa stress dengan kehamilannya, bagaimana sikap partner terhadap ibu, kemudian siapakah yang nantinya akan membantu mengurus bayi pasca persalinan, dsb. Pekan depannya, masih di RS yang sama, kami dijadwalkan untuk bertemu dokter spesialis kandungan untuk mendiskusikan beberapa isu terkait kondisi kehamilan dan riwayat kesehatan. Selain konsultasi, dokter juga mengecek detak jantung janin dan tensi. Di RS ini juga, saya diminta untuk tes urin dan hasil tes mengatakan bahwa urin saya mengandung leukosit dan akan ditindaklanjuti oleh GP di klinik UQ.

Masih di bulan ke-5, GP yang menangani saya meminta kembali tes urin, darah, dan Glucose Tolerance Test (GTT). Tes ini sebetulnya juga dulu ketika hamil Fatiha, tersedia di Puskesmas Indonesia, namun karena ketika tes darah gula saya normal, mereka tidak menyarankan melakukannya. GTT ini tes yang cukup menyiksa, karena sejak malam saya diminta berpuasa makan dan minum, kemudian pukul 9 pagi, petugas lab meminta saya meminum langsung sebotol sirup manis rasa lemon. Rasanya perut kosong dan tiba-tiba diisi air yang manis asam ini ternyata membuat saya pusing dan mual, apalagi setelah meminum sirup tadi saya diminta menunggu selama 1 jam untuk diambil darah dan tetap berpuasa. Kemudian diminta menunggu 1 jam lagi tapi boleh minum air putih. Darah yang diambil pun cukup banyak dibanding perkiraan saya, 1 tube! Saya kira saya akan dites glukosa darah hanya di ujung jari saja.

Memasuki akhir trimester kedua, kami mulai mencari perlengkapan bayi. Alhamdulillah, selama di Brisbane ini jarang kami harus membeli barang karena adanya giveaway dari teman-teman Indonesia. Carseat, box bayi, stroller bayi, clodi, tas bayi, hingga peralatan MPASI semua dapat gratis dari teman yang back for good (pulang karena telah selesai studi) ke Indonesia. Ini hal yang tidak dialami ketika hamil Fatiha dulu di Indonesia, dulu jika perlu peralatan yang agak besar seperti booster seat atau high chair, saya harus menyewanya bulanan jika tidak ingin membeli.

Beberapa hal yang membedakan dengan pengalaman hamil di Indonesia, semua dokter yang saya temui di sini tidak ada yang percaya bahwa minus mata yang tinggi berarti harus melahirkan dengan operasi caesarean. Mereka juga mempersilahkan ibu hamil untuk makan apa saja dan tidak ada pantangan, misal seperti durian, soda, mie instan, nanas, dsb. Ohya, terakhir di sini tidak ada susu ibu hamil seperti yang banyak diiklankan di Indonesia ya.. he he..

(selesai)

ditulis oleh Khadijah Hasim

Sekolah anak di Australia

Karena tahun ini anak kami sudah umur 3 tahun, jadi anak kami sudah eligible untuk masuk Kindy sebelah rumah. Lokasinya sangat dekat dengan rumah, jadi cukup jalan kaki.

Hari ini hari pertama anak kami Fatiha masuk kindy, ibunya tadi pagi pusing karena nyiapin bekel. Soalnya bekelnya ada aturannya hehe

Bekal fatiha sekolah – morning tea + lunch + snack pack

Ini nih foto fatiha sebelum masuk ruangan tadi

Hari pertama Fatiha Sekolah

Pertanyaan yang muncul biasanya, terus itu sekolahnya bayar? hehee Oke jadi begini. Biar postingan ini ada faedahnya, jadi saya harus nyertain info penting lah

  1. Bagi student yang punya anak, jenis beasiswa yang didapat akan mempengaruhi bagaimana anak kita nanti sekolah. Perhatikan baik-baik.
  2. Jika anda mendapatkan beasiswa dari Australia baik itu ADS/Endovour/IPRS atau apapun itu. Udah lah santai, urusan anak sekolah semuanya enak.
  3. Bagi yang mendapatkan beasiswa dari Australia dan punya anak usia <5 tahun. Bisa langsung join ke childcare saja. Biayanya per hari 100 AUD. Muahal kan? tapi karena dapat beasiswa dari Australia jadinya dapet diskon 80% hehe. Enaknya childcare itu tiap hari.
  4. Bagi yang mendapatkan beasiswa dari Australia dan punya anak usia >5 tahun. Udah deh beres smua, dari mulai Prep 5 tahun, SD, SMP, SMA. Semuanya FREEE!!!

Terus pertanyaannya, bagaimana dengan kami yang dapat beasiswa BUKAN dari Australia? misalnya LPDP seperti saya?

  1. Jika anda PhD student atau master by research (MPhil) dan anak anda usia >5 tahun. Ya udah free semua!
  2. Jika anda master student (master by courses), sekolah anak harus bayar, berapapun usia anak.
  3. Kasus saya, saya PhD student tapi umur anak saya <5 tahun. Jadi gak bisa masuk prep kan? Solusinya adalah childcare hahaa. Biayanya ya tadi 100 AUD per hari dan TIDAK ADA DISKON!
  4. Karena saya tidak bisa ambil opsi 3, terlalu mahal. Ada opsi lain, yakni di Kindy! Seperti anak saya sekarang. Sekolahnya sebulan cuman 10 kali, hari kamis jumat dan minggu ke dua rabu, kamis, jumat. Biayanya per hari 35 AUD. Masih lumayan terjangkau lah 🙂
  5. Sekolahnya mulai 8:30 sampai 14:30.

Udah ya, sampai ketemu lagi ditulisan lainnya..

=============================

Bagi yg tertarik dengan tulisan saya mengenai

  1. Study di Australia [Silahkan akses ke halaman ini]
  2. Traveling alias jalan2 di Australia termasuk tempat-tempat yg harus dikunjungi [Silahkan akses ke halaman ini]
  3. Vlog tentang Kuliah/Beasiswa di Australia dan di Korea, ttg jalan-jalan kami baik di Australia dan Korea [Silahkan akses ke channel Youtube kami: Alkwangju]

Dua halaman diatas adalah kumpulan tulisan-tulisan saya ttg study dan traveling di Australia. Semoga bermanfaat!

Materi Seminar Sukses Beasiswa ke Korea dan Australia

Sore ini saya ada kul WA, acara ini lhoo… hehee berikut materinya

Kul WA Beasiswa di Korea dan Australia

Tulisan-tulisan saya terkait Beasiswa Korea Selatan:

Vlog tentang Serba-serbi Beasiswa dan Kuliah di Korea Selatan:

TULISAN-TULISAN SAYA TERKAIT BEASISWA AUSTRALIA:

  1. Study di Australia [Silahkan akses ke halaman ini]
  2. Traveling alias jalan2 di Australia termasuk tempat-tempat yg harus dikunjungi [Silahkan akses ke halaman ini]
  3. Vlog tentang Kuliah/Beasiswa di Australia dan di Korea, ttg jalan-jalan kami baik di Australia dan Korea [Silahkan akses ke channel Youtube kami: Alkwangju]

TULISAN-TULISAN SAYA TERKAIT BEASISWA LPDP:

Berikut tulisan-tulisan saya mengenai seleksi LPDP:

  1. S3 ku mau kemana? 
  2. Akhirnya The University of Queensland, Australia adalah kampus S3 saya.
  3. Essay sukses terbesar dalam hidupku LPDP
  4. Essay kontribusi bagi Indonesia LPDP
  5. Seleksi administrasi LPDP
  6. LGD dan Essay on the spot LPDP
  7. Pengalaman dan Tips lolos seleksi wawancara LPDP

Camping Keluarga di Kenilworth, QLD, Australia

Menikmati Australia

Beda negara beda cara menikmatinya. Bagi yg di belahan utara sana dengan bangunan-bangunan klasik tentu enak untuk dikunjungi dan dinikmati keindahannya
Cukup berbeda dg Australia khususnya ditempat kami. Tak banyak bangunan-bangunan semacam castil tapi jangan tanya kalau soal tempat untuk camping, off-road, pantai dan adventure lainnya

Salah satu cara menikmati Australia adalah dg camping 🙂 tak tanggung-tanggung camping keluarga bawa bayek lho saya hehe, ya ndak bayek-bayek amat sih. Tak tanggung tanggung pula, camping nya bareng-bareng lagi sekitar 20 an keluarga atau total 50an orang hehe

Foto ini contoh oleh-oleh camping kami dari hari Jumat 11 Oktober sampai Ahad 13 Oktober di Bluff Creek Campground di Kenilworth Queensland. Jarak sekitar 160 km dari rumah kami di Brisbane. Nyetir kurang lebih 3 jam. Jalanan disini lempeng, info ttg nyetir di australia pakai SIM indo bisa dibaca disini.

Intinya sih yang penting anak dan istri seneng 🙂

Tenda keluarga tanpa tenda central karena ambruk habis diterjang hujan dan angin semalam

Pengalaman Camping kami di Kenilworth ini memang tak mungkin bisa dilupakan, bikin ketagihan walaupun awal-awal udh sempat hopeless 🤣

Lha gmn tenda central yg didirikan bareng-bareng hari jumat siang, eh pas sabtu pagi2 mau dipakai sholat subuh tendanya sudah ancur alias roboh karena hujan deras semalaman.

Sabtu pagipun kabut sangat tebal angin dan gerimis, alhamdulillah mulai jam 10 pagi cuaca mulai cerah dan akhirnya bisa main bareng anak-anak di creek nya.

Paling asiik tentu malam ahadnya karena BBQ bakar lamb chops, beef steak, sosis, dan yang tak kalah asiik bakar jagung dan ubi 🤣

Tonton aja deh vlognya, ini oleh-oleh kami camping kami, buat kenang-kenangan apalagi bsk klo udh pulang ke indo pasti kangen. Monggo vlognya:

=============================

Bagi yg tertarik dengan tulisan saya mengenai

  1. Study di Australia [Silahkan akses ke halaman ini]
  2. Traveling alias jalan2 di Australia termasuk tempat-tempat yg harus dikunjungi [Silahkan akses ke halaman ini]
  3. Vlog tentang Kuliah/Beasiswa di Australia dan di Korea, ttg jalan-jalan kami baik di Australia dan Korea [Silahkan akses ke channel Youtube kami: Alkwangju]

Dua halaman diatas adalah kumpulan tulisan-tulisan saya ttg study dan traveling di Australia. Semoga bermanfaat!

Jalan Jalan ke Redcliffe

Kami ini cukup beruntung tinggal di Brisbane, kotanya tidak terlalu ramai bila dibandingkan dengan Sydney yg sudah sangat crowded spt jakarta, tapi juga tidak terlalu sepi seperti Adelaide misalnya. Jadi bener2 pas, secara suhu juga pas, gak terlalu panas seperti Darwin juga gak terlalu dingin seperti Melbourne.

Secara lokasipun sangat strategis, diapit oleh dua lokasi yg terkenal dan sangat indah yaitu kalau ke selatan ada Gold Coast dengan keindahan pantai Surfer Paradise nya dan kalau ke Utara ada Noosa di Sunshine Coast. Udah gitu kalau ke Barat ada Toowomba terus ke barat agak selatan itu ada Stanthorpe yg indah.

Ke utarapun untuk melihat pemandangan yg asoooy atau tempat yg enak buat main khususnya yg punya anak, gak harus jauh2 ke Noosa atau ke Shunshinecoast kok. Kita cukup ke Shorncliffe misalnya atau kali ini di postingan ini kami ke Redcliffe.

From Home to Redcliffe

Kalau dilihat dari potongan peta di atas tentu gak jauh bukan? kurang dari 1 jam driving dari rumah kami ke Redcliffe. Beda bukan dg misal road trip kami dari Brisbane ke Sydney yg memakan waktu 12 jam hahaha.

Sesampainya di Redcliffe kita bisa ke pier nya, masuk jalan2 ke dalam untuk melihat luasnya laut, pier ini biasanya dipadati oleh orng2 yg lagi mancing. Tak lupa ketika ada kapal yg lagi datang kita bisa foto selfie dg background kapalnya hehehe. Tapi tentu bukan kapal cruise, klo mau lihat kapal cruise bisa ke mooloolaba atau klo lebih keren lagi pasti ada kapal cruise yg indah di sebelah opera house sydney.

Redcliffe lagoon disamping laut

Yang paling asiikd ari redcliffe adalah wahana bermainnya, jadi disatu block itu ada lagoon, playground anak, dan park buat BBQ. Dan yg bikin mantep lokasinya tepat di pinggir laut, jadi pemandangannya sangat asiik.

Inti dari ke Redcliffe ini adalah anterin Fatiha main air di lagoonnya haha. Dia kan suka sekali main air.

Udah gitu saja, nantikan dipostingan selanjutnya.

Salam dari Redcliffe.

Rischan Mafrur

=============================

Bagi yg tertarik dengan tulisan saya mengenai

  1. Study di Australia [Silahkan akses ke halaman ini]
  2. Traveling alias jalan2 di Australia termasuk tempat-tempat yg harus dikunjungi [Silahkan akses ke halaman ini]
  3. Vlog tentang Kuliah/Beasiswa di Australia dan di Korea, ttg jalan-jalan kami baik di Australia dan Korea [Silahkan akses ke channel Youtube kami: Alkwangju]

Dua halaman diatas adalah kumpulan tulisan-tulisan saya ttg study dan traveling di Australia. Semoga bermanfaat!

Tahun baru 2020 – Australia dikepung Api – Indonesia dikepung Air

Tahun baru dikepung #bushfire dan #banjir


Pemandangan di video tersebut adalah pemandangan yg kami lihat ketika perjalanan #roadtrip kemaren #BrisbaneToSydney .


Itu adalah rekaman ketika kita melewati kota Taree New South Wales, yakni kota diantara Port Maquarie dan Newcastle.


Bener buanyak dan puanjang banget yg kebakar, ndak bisa ngebayangin gimana wujud jalan itu ketika terbakar. Waktu kami #familyroadtrip kemaren juga kami melihat api masih mengepul ditengah hutan, dan ketika lihat sign, iya memang lagi ada yg kebakar juga tapi beruntung kita tidak lewat jalan itu.
Dan sekarang lagi ramai #bushfire di kota Mallacoota, Victoria, yakni kota di perbatasan Victoria dan NSW. Lihat berita kalau udara di #canberra juga udah hazardous air quality.


Tak lupa, negeri tercinta, khususnya #Jakarta dan sekitarnya yg sekarang lagi dikepung #banjir yg luar biasa, kabarnya curah hujan kemarin di jakarta adalah curah hujan tertinggi selama 24 tahun.


Yuk kita yg selamat sehat sentosa dimanapun berada bantu saudara2 kita baik yg di #Indonesia maupun di #Australia minimal dg doa atau dg support lain misal dalam bentuk dukungan moral ataupun material.

Andaikata Tuhan mau, pasti gampang bagi tuhan untuk memindahkan hujan yg ada dijakarta ke #NSW utk memadamkan api. Tapi tentu tidak demikian! Dengan smua cobaan ini tentu kita harus sadar kalau manusia itu tak berdaya, secanggih apapun yg manusia sudah upayakan semaju apapun negaranya, sesiap apapun manusianya. Manusia sebenernya ya tak berdaya.


Tugas kita tidak lain tidak bukan hanya 3, ikhtiar/berusaha, berdoa, dan tawakal.


Salam dari pinggir kali #Brisbane

Rischan Mafrur

=============================

Bagi yg tertarik dengan tulisan saya mengenai

  1. Study di Australia [Silahkan akses ke halaman ini]
  2. Traveling alias jalan2 di Australia termasuk tempat-tempat yg harus dikunjungi [Silahkan akses ke halaman ini]
  3. Vlog tentang Kuliah/Beasiswa di Australia dan di Korea, ttg jalan-jalan kami baik di Australia dan Korea [Silahkan akses ke channel Youtube kami: Alkwangju]

Dua halaman diatas adalah kumpulan tulisan-tulisan saya ttg study dan traveling di Australia. Semoga bermanfaat!