Festival Bunga di Toowoomba QLD Australia

Hi sahabat semua, entah kenapa minggu ini saya lagi cukup bersemangat untuk posting tulisan di blog ini. Kemarin saya sudah posting ttg Keindahan Alam di Stanthorpe dan Pendaftaran Beasiswa LPDP 2019.

Kali ini juga latepost sih sebenernya, ini juga tahun lalu sekitar akhir bulan September 2018 yakni ketika di Australia spring atau musim semi. Jadi bagi sahabat semua yang mau jalan-jalan ke Australia, khususnya ke Brisbane di akhir bulan September jangan lupa untuk mampir ke Toowoomba melihat festival bunga atau flower festival.

Begini ceritanya:…

Saya bersama 4 orang teman, kita rental satu mobil kemudian sepakat untuk ke Toowoomba, sebenernya agak aneh sih, ini cowo semua eh datang ke festival bunga hahaa. Ya klo bapak2 ada anak sama istri mah okey, tapi ini cowo semua lhoo. Yah walaupun begitu kami cowo tapi penyuka buka kok heheee.

Okey kembali ke topik.

Queens Park Gardens, Toowoomba, Queensland

Kurang lebih perjalanannya 1,5 jam jaraknya 120 km. Kami berangkat pagi dari kelurahan kami di St. Lucia. Seperti yang sudah kami duga, yah parkiran penuh! Karena memang festival bunga ini di tanggal tertentu yakni 20 ‚Äď 29 September 2018, hanya 10 hari. Untuk tahun ini juga sepertinya ditanggal yang sama.

Langsung saja, ini oleh2 atau kenang2annya..

Toowoomba Carnival of Flowers
Laki laki pecinta Bunga hahahaha

Eehhh, setelah kita lihat festival bunga, kemudian beberapa acara di Queens Park Gardens kami juga tak lupa untuk mampir ke Japanese Garden di Toowoomba.

Padahal saya ya udah hidup 2 tahun di Korea, pernah ke Jepang juga tapi tetap penasaran juga, kaya apa sih Japanese Garden di Toowoomba, apa iya sakura bisa hidup di Australia? pikirku

Dan ternyata….

Pohon sakura di Japanese Garden di Toowoomba

Hahaha, sempet kaget sih aku, ternyata sakura bisa tumbuh di bumi Queensland dan itu penampakannya!

Japanese Garden di Toowoomba

Bagus juga pemandangannnya, worth it lah, hanya saja danaunya sedikit keruh, tapi ttp ramai pengunjung dan wildlifenya jg wild life khas australia hehe.

Setelah puas main dan jalan-jalan di Toowoomba akhirnya sore kita pulang dan namannya orang Indonesia ya, tingkahnya aneh2. Kami juga foto di icon kota Toowoomba, ini sebenernya lokasinya dipinggir jalan. Walaupun kami susah cari parkirnya tapi kalau gak foto kayaknya rugi deh. Ini hasilnya…

Toowoomba, The Garden City

Hahaha, gayanya kok kayak orang jadul sih padahal aku kan masih milenial wkwk.

Oke, sudah sampe disini dulu ya postingan kali ini, sampai ketemu di postingan berikutnya. Untuk membaca tulisan saya yang lain, baik yg serius atau yg ttg jalan-jalan di Australia bisa dibaca di sini https://mafrur.com/kuliah-di-australia/

Salam dari tepian sunga Brisbane

Rischan Mafrur

Keindahan Alam di Stanthorpe Australia

Sebenarnya ini postingan yang sangat terlambat, tapi bagaimana lagi memang kondisinya seperti ini. Menjadi mahasiswa S3 yang cukup sibuk dengan load risetnya ūüė¶ kadang sedih sih hehee. Saya cukup sedih karena sering tidak bisa menyempatkan waktu untuk nulis blog, padahal rencananya dulu saya mau nulis novel, ini benar-benar novel ya hehe, kalau buku sebelumnya saya “24 Purnama di Negeri Ginseng” kan genrenya ndak jelas, tapi banyak banget sih testinya yg bilang sangat bermanfaat. Haduh malah promo buku hahaha.

Oke deh kembali ke Stanthorpe….

Tahun lalu tepatnya bulan Agustus saya bersama teman-teman indonesia (rata-rata mereka sudah berkeluarga bahkan anaknya sudah 2 dan 3 udah gede2), saya sendiri yang jomblo hehe, jomblo local sih karena istri dan anak belum sy ajak ke Brisbane, kita bareng-bareng piknik dan camping sekitar 5 mobil ke Stanthorpe tepatnya ke Sommerville Valley.

Sommerville Valley, Stanthrope Queensland

Kalau sahabat lihat peta diatas, tempat saya di Brisbane yang biru itu sedang tujuannya di point merah, perjalanan kurang lebih 3 jam. Ya 3 jam kalau di Indonesia gak tau baru nyampe mana hehe, kalau disini karena tidak macet jadi ya hanya perlu 3 jam kurang lebih 270 KM an lah.

Rencana kita memang mau camping, kita gak bawa tenda tapi mau nyewa cabin di sana yang katanya sangat bagus. Kemudian malamnya mau melihat milky way, kalau ada yang belum tau tinggak clik aja.

Yuk simak perjalannya,…

Ini dia rombongannya

Rombongan tim piknik Indonesia Brisbane hehe (*tidak lengkap)

Ketika di perjalanan sampai sekitaran Warwick, kita lihat ada gereja bagus, akhirnya foto deh


St Mary’s Catholic Parish Warwick

Sebelum kita ke Cabin untuk nginap, kita piknik dulu di Girraween National Park, Stanthorpe Queensland Australia, kabarnya disitu ada batu besar menggantung, dan ternyata begini penampakannya.

Girraween National Park, Stanthorpe Queensland Australia 

Pas foto, eh ternyata saya dilihatin sama Kanguru liar…

Girraween National Park, Stanthorpe Queensland Australia 

Setelah puas piknik, makan-makan, bus walking di Girraween, kita akhirnya menuju ke Sommerville Valley untuk nginep di cabin disana.


Sommerville Valley Cabin

Satu Cabin atau rumah kecil itu muat berapa ya? lupa saya wkwkw. Intinya asik deh, karena fasilitas lengkap disitu ada wifi, microwave, dapur dkk, lengkap pokoknya.

Nah saat malam hari saatnya melihat milkiway, hanya saja tak ada kamera dari kita yang bisa menangkap keindahan langit dan bintang2 waktu itu. Entah karena kameranya atau yg motret yang gak bisa? hehee. Indah banget, tidak bisa diceritakan dg kata2 deh.

Al hasil selain lihat indahnya bintang, kita juga bikin perapian, baka2 berbeque dan tidak lupa bakar ubi ahhahaa.

Sommerville Valley, perapian sampai pagi

Foto bersama dulu buat kenang2an masa tua hehee

Ini dia formasi lengkap, foto sebelum pulang

Sommerville Valley Cabin

Ceritanya bagus sih kalau buat novel, semoga nanti waktuku cukup yah ahaha. Besok tinggal giliran ngajak anak istri pergi ke tempat2 yang lebih asik.

Untuk membaca tulisan saya yang lain, baik yg serius atau yg ttg jalan-jalan di Australia bisa dibaca di sini https://mafrur.com/kuliah-di-australia/

Selamat berpetualang di Australia…
Salam dingin dari Brisbane.

Mengurus SKCK atau Police Clearance di Australia

Hallo sahabat semuanya, saya mau nilis lagi nih. Jadi kebetulan kemaren saya baru saja mengurus police clearance atau kalau di Indonesia biasa disebut SKCK atau Surat Keterangan Catatan Kepolisian.

Di tulisan ini saya ingin berbagi tentang pengalaman mengurus SKCK di sini ya, dan tentu sebelumnya pembaca bisa membaca disclaimer saya di sini hehe. Tentu tak bisa apple to apple ya sama Indonesia tapi kita bisa belajar banyak dari hal ini. Atau pembaca juga bisa membaca tulisan sebelumnya tentang service perpustakaan di kampus saya The University of Queensland.

Minggu lalu saya ada satu lain hal yang akhirnya memerlukan SKCK atau kalau di sini biasa disebut police clearance. Saya kira ya seperti di Indonesia namanya saja police clearance pasti saya harus datang ke kantor polisi untuk mengurusnya atau minimal online lah. Tapi ternyata saya cukup kaget hehehe.

Saya coba Googling police clearance Queensland karena saya tinggal di state Queensland. Bagi teman-teman yang tinggal di Australia saya yakin hampir sama sistemnya hanya nanti apply nya ke state masing-masing. Hasil Googlingan saya tertuju pada website resmi Police Queensland di sini.

Di website tersebut sudah sangat jelas bagaimana cara untuk mengurus police clearance. Saya sih optimise pasti simple karena data di sini pasti sudah terintegrasi. Lha visa saya saja e-visa kok, jadi tidak ditempel di paspor kayak visa-visa jadul gitu. Dan ketika masuk ke Aussie juga sudah tidak ada cap-cap di paspor. Jadi pasti data nasional sudah terintegrasi. Dan ternyata benar, simple banget! tapi ada beberapa hal yang cukup mengagetkan saya hehe.

Untuk mengurusnya tinggal ikuti petunjuk di website saja yaitu submit application online, setelah itu nanti ada onlie digital verify. Kita tinggal masukin saja nomor paspor, udah langsung bisa. Benar kan terintegrasi. Habis itu langsung mengisi alamat email dan alamat rumah, udah deh langsung tergenerate document application summary dan bisa diprint. Tampilannya seperti di bawah ini.

Saya cukup kaget kalau ternyata untuk mengurus police clearance itu saya harus ke kantor post hehe. Jadi kita tidak ke kantor polisi karena alasannya mungkin efficiency ya, kantor polisi ya hanya fokus untuk urusan kiriminal bukan administrasi. Yang teman-teman perlu tau adalah kantor post disini sangat optimal dan menjamur dimana-mana karena memang apa-apa disini kan kulturnya langsung kirim ke rumah, post, surat, online shopping itu sangat luar biasa disini. Jadi mungkin ini juga salah satu alasannya karena sangat mudah menjumpai kantor post jadi akan lebih effisien jika orang datang ke kantor post saja daripada ke kantor polisi.

Pertanyaanya masa sih ngurus police clearance dikantor post? jadi gini, dokumen application summary yang diatas itu, kita bawa ke kantor post. Di sana petugas postnya akan melakukan verifikasi identitas ke kita sebagai applicant. Kita harus bawa paspor asli kita, dan dokumen tambahan sehingga pointnya bisa 100. Saat itu saya sama petugas post diminta Debit card dan student card, harus original ya bukan copy. Jadi disini petugas post berfungsi untuk verifikasi ID saja, melihat foto dipaspor sama orangnya apa tidak dan sebagainya.

Baru deh, aplikasi itu akan dikirimkan oleh petugas post ke kantor polisi setelah dilakukan verifikasi! Begitu broohh.

Selang hanya satu hari saya mendapatkan email dari Police Queensland, dan taraa sudah jadi.

Simple banget kan? beginilah kalau data sudah terintegrasi. Polisi pasti tinggal check aja online pakai nomor paspor kita, ada track record kejahatan tidak? kalau tidak ya langsung bisa diterbitin SKCKnya. Hal ini tentu sangat berbeda dengan pengalaman saya waktu ngurus SKCK di Indonesia, tapi saya kurang tau ya sekarang hehe, semoga saja sudah lebih baik. Intinya kelemahan utama kita itu pada integrasi data. Orang punya record kejahatan kriminal di Jakarta misalnya, tinggal pulang saja ke Semarang (rumahnya, * ini hanya contoh yaaa), kemudian buat SKCK di Semarang itu pasti akan sangat mudah karena data kita belum terintegrasi. Ya kecuali kalau orang tersebut punya catatan kriminal yang luar biasa tentu akan terendus oleh polisi.

Sebenarnya konsep e-KTP itu ya mau ngikut negara-negara maju seperti ini yaitu integrasi data, tapi ehhh ya Allah. Proyeknya malah buat bancakan koruptor. Sekarang juga saya tidak tahu apakah e-KTP Indonesia bakal berguna sebagai mestinya, seingat saya waktu sebelum ke sini kita tetap diminta fotocopy KTP untuk mengurus surat surat lain hahaha. Padahal tujuannya e-KTP itu adalah single data, jadi ketika mau urus BPJS, KK, akte anak itu tak perlu lagi kita foto-copy wong tinggal masukin aja nomor KTPnya udah keluar datanya.

Satu lagi concern saya, ya karena saya orang IT, yaitu tentang dimana ini penyimpanan data e-KTP? bagaimana keamanannya? itu personal data lengkap lho. Jangan sampai data seperti itu bisa diintip oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Yah mungkin ini saja dulu sekelumit cerita saya ngurus SKCK di Queensland Australia. Sampai jumpa ditulisan berikutnya

Belajar dari Guru Sejati

BELAJAR DARI GURU SEJATI

Menjadi #guru bukanlah perkara mudah, guru dalam konteks umum ya, baik itu guru sekolah, madrasah, guru agama, bahkan dosen pun sejatinya adalah seorang guru.

Dalam falsafah¬†#jawa¬†guru sering diartikan “digugu lan ditiru”, “digugu” berarti segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa bisa dipercaya dan “ditiru” bermakma seorang guru harus menjadi suri tauladan (panutan).

Beruntung rasanya sabtu lalu di acara halal bi halal IISB saya bisa duduk cukup lama di samping beliau Bapak Iman Partoredjo (sesepuh di Queensland yang sudah sejak tahun 1965 tinggal di Australia). Saya benar-benar mendengarkan cerita beliau dan belajar dari beliau, seorang Guru sejati yang patut untuk digugu dan ditiru.

Beliau bercerita tentang lika-liku jalan hidupnya selama di #Brisbane #Australiayang kurang lebih sudah lebih dari 50 tahun berada di sini dari mulai mengajar di Monash University di #Melbourne sampai kemudian mengajar bahasa #Indonesia di #Brisbane pun dilakoni oleh beliau yang merupakan lulusan dari Exeter University Inggris ini.

Beliau adalah orang pertama yang secara resmi mengajarkan #bahasa#Indonesia di Queensland bahkan mungkin di Australia karena pada akhirnya buku beliau dan kurikulum yang beliau susun dijadikan sebagai modul untuk pengajaran bahasa Indonesia di seluruh sekolah-sekolah di Australia.

Salah satu yang membuat saya sedih adalah jawabannya atas pertanyaan saya mengenai apakah semakin kesini bahasa Indonesia semakin diminati di sini atau sebaliknya.

Kata beliau, dulu masyarakat Australia sangat antusias belajar bahasa Indonesia karena mereka tau #Indonesia adalah bangsa yang besar dan merupakan negara tetangga, kemudian dulu Indonesia juga disebut-sebut akan menjadi macan #Asia . Sayang thn 98 Indonesia terkena krisis ditambah lagi ada konflik dg timor timur sehingga hubungan Australia dan Indonesia tdk sebaik sebelumnya. Hal tersebut jg sangat berdampak pada masa depan bahasa Indonesia di sini.

Tapi hal itu tidak memutuskan semangat Pak Iman utk tetap mengajarkan bahasa #Indonesia dan mencari jalan keluar agar semakin banyak masyarakat Australia yang mau belajar bahasa Indonesia.

Tidak hanya itu Pak Iman adalah generasi awal dan pendiri #IISB (Indonesian Islamic Society of Brisbane) dan sudah tidak menjadi rahasia lagi karena hampir seluruh masyarakat Indonesia di Brisbane tahu bagaimana pengorbanan beliau baik jiwa, raga, harta, dan waktunya demi tegaknya #islamdi sini dan demi Indonesia negara yang ia cintai.

“Walaupun saya sudah lama tinggal di sini tapi darah saya masih merah putih” kata beliau.

Entah kenapa tak sadar mata saya berkaca-kaca mendengar ucapan itu.

Semoga Allah selalu memberikan kesehatan, perlindungan, dan keberkahan pada Pak Iman dan keluarga

Salam dari Brisbane
Rischan Mafrur

Halal bi Halal di Brisbane

Beberapa hari lalu saya di kontak oleh Pak Kiyai Wibisono, pimpinan dari jamaah NU di Brisbane, begini kurang lebih:

Pak yai: “Ris, sebtu ngisi acara halal bi halal ya” (Ris, sabtu mengisi acara halal bi halal ya – translated by keyboard)

Saya: “Mboten ah Pak Yai, kathah tiyang ingkang luwih pantes tinimbang kulo” (Jangan ah Pak Yai, lebih banyak yang lebih pantas dari pada saya – translated by keyboard)

Pak yai: “Wis tak omongne panitiane, oke yo” (Sudah saya bilang ke panitianya, fix kamu ya, translated by keyboard)

Saya: “Njih, menawi kersanipun panjenengan mekaten, insyaAllah kulo siap” (Baik, jika Pak yai menginginkan demikian, saya siap, translated by keyboard)

Dan tiba-tiba poster ini muncul.. ūüôā

 

Seperti biasanya, saya sebenarnya sudah biasa diminta seperti ini. Ya namanya dulu juga 8 tahun tinggal jadi marbot masjid, siap jadi imam, khotib serep, dari bersihin WC masjid sampai jadi khotib jumat juga pernah. Hanya saja kadang saya merasa kurang pantas karena saya yakin masih banyak yang lebih baik dari diri ini. Tapi apa daya toh ini juga bagian dari dakwah, asal bisa meluruskan niat dan menyampaikan ilmu yang mungkin bisa bermanfaat, kenapa tidak?

Alhamdulillah acaranya berlangsung hari ini dan semuanya lancar dan ruame banget. Acara diselenggarakan di outdoor di IMCQ center. Bahkan panitia juga sampai nyewa playing ground buat anak-anak.

Ini salah satu penampakan saya waktu mengisi acara tadi: (Style seperti biasanya, peci hitam peci nasional, jas hitam, sarungan hehe ūüėÄ )

 

Berikut ringkasan dari apa yang tadi saya sampaikan:

Halal bi Halal adalah tradisi warisan para pendakwah nusantara yang luar biasa.

Bagi kita yang pernah kenal dengan orang timur tengah atau belajar bahasa #arab tentu kita tau bawah kata halalbihalal tak akan pernah ada di kamus bahasa arab, halal ada, bi ada artinya “dengan” tapi kalau halal bi halal itu tidak ada dalam bahasa arab. Itu adalah murni warisan dari bangsa ini.

Ada beberapa versi tentang halal bi halal ini, yang pertama kabarnya diinisiasi oleh pangeran adipati mangkunegara I di surakarta jaman VOC. Saat itu pangeran menyerukan pd seluruh anggota kerajaan dan masyarakat utk #sungkeman . Makanya sampai skrng ada tradisi sungkeman dan konon ini tak lepas dr pengaruh dakwah #walisongo.

Yang kedua dikatakan bahwa #halalbihalal dicetuskan oleh KH Wahab Chasbullah yg mana pd saat itu karena kegalauan Pak Karno habis masa kemerdekaan. Banyak pemerontakan dan friksi2 di kalangan elit #politik.

Diusulkanlah oleh KH Wahab Chasbullah utk kumpul2 para elit politik utk saling memaafkan di momen syawal dg tujuan #rekonsiliasi dan #silaturahmi para elit.

Dari mulai tradisi #mudik kemudian #sungkem #salamsalaman semunya adalah ajaran #islam apa buktinya?

Mudik sebenarnya adalah pengingat bahwa fitrah kita manusia itu kembali. Kita bukan makhluq di bumi, kita makhluq #surga dan ingin kembali ke sana.

Lihatlah surah Al Isra ttg birul walidain, kita diperintah oleh Allah untuk merendahkan diri di depan org tua baik ucapan dan adab, Bukankah itu sungkeman?

Lihatlah surah Al Imran setelah pengigat taqwa bahwa kita diharamkan utk berpecah belah dan haram memutus tali silaturahmi.

Itulah ajaran2 #dakwah dari para #wali nusantara yg sangat menjunjung kearifan lokal yg membuat bumi nusantara berislam

Ingat kita smua adl #dai dan bukan #hakim . Dai itu mengajak bukan memvonis.

Harus utamakan #persatuan dan tunjukkan bahwa #islam itu #rahmat bagi SELURUH ALAM

 

Semoga tulisan ini bermanfaat..

Salam

Rischan Mafrur

Membandingkan Indonesia dengan Negara Lain – haruskah?

Di negara A, B, C itu begini begitu, beda sama di Indonesia…

Pernah dengar ucapan-ucapan seperti di atas? Ada sebagian orang yang setelah melancong/ bepergian ke #luarnegeri atau setelah selesai #kuliah di luar negeri dia sering membandingkan kondisi di luar negeri dengan di #Indonesia

Misalnya seperti ini, di #Australia itu semuanya rapi, tertata, indah, bersih, tidak semrawut seperti di #Indonesia . Di #Korea itu transportasi umum sangat canggih, tepat waktu, rapi, walaupun kota metropolitan seperti #Seoul tapi tetap ada nuansa tradisional Korea yang tidak hilang.

Di negera ini, itu begini begitu beda sama di Indonesia… blablabla dan sebagainya…

Kalau orang yang bilang seperti itu adalah mereka yang baru pertama kali melancong ke luar negeri sih tak apa, bisa dimaklumi, tapi kalau mereka adalah #mahasiswa yaitu orang #Indonesia yang #studi di luar negeri, itu sungguh tak bisa dimaklumi.

Yang dibutuhkan #Indonesia itu bukan keluh kesahmu, protesmu, tapi kontribusimu..

Saya sangat sedih kalau ada mahasiswa yang sudah kuliah jauh-jauh ke luar negeri tapi hasilnya setelah pulang ke #Indonesia hanya bisa membandingkan ini itu. Tapi tak bisa berbuat apa-apa.

Tiap negara itu punya kondisi masing-masing yang itu harus dipahami, sebagai contoh, tak bisa kita membandingkan #Brisbane dengan #Jakarta, Brisbane kota terpadat no 3 di #Australia itu pendudukanya hanya 2jutaan sedangkan Jakarta itu lebih dari 10juta (5 kali lipat jumlah penduduk di Brisbane). Paham kan? tak bisa dibandingkan apple to apple.

Contoh lain, kalau di #Australia itu peraturan ditaati, semua teratur, tertata, hukum tegak. Yakin kalian mau seperti di #Aussie ? yangmana tiap mau bikin acara yang mengundang orang-orang harus ijin city council, mau motong pohon didepan rumah harus ijin city council, mau renovasi rumah harus ijin citi council?

Masyarakat Indonesia itu suka kumpul2, pengajian, tahlilan, dsb, yang mana pembangunan negaranya tentu harus dg pendekatan yang berbeda dg di sini yangmana masyarakatnya individualis.

Itu contoh saja ya hehe..
Hanya secuil curhat, karena ada yang seperti itu lhoo..

Ini repost dari postingan instagram saya.. maap jadi tulisannya kurang teratur dan banyak hashtag nya

Salam dari pinggir kali #Brisbane
Rischan Mafrur

Cara Mendaftar Universitas di Australia

Cara daftar kampus di Australia

Saya nulis ini karena kemaren ada email yang masuk dan selain itu juga baik di FB dan IG ada yang bertanya tentang langkah-langkah untuk mendaftar di kampus Australia.

Saya sebenarnya sudah menulis tulisan cukup lengkap tentang kuliah di Australia di sini . Tapi sepertinya beberapa informasi masih tersirat misal kemaren bertanya gimana sih cara enroll, terus ngurus visanya setelah enroll, syarat untuk enroll di kampus itu gmn, kapan bayar OSHC (Oversease Student Health Cover)/ Insurance dan sebagainya. Nah tulisan ini ingin menjawab pertanyaan tersebut sehingga nanti kalau ada yang tanya ke saya lagi tinggal kasih tulisan ini.

Baik, dalam tulisan ini, saya ingin membahasnya point to point dengan singkat dan jelas, jadi langkah-langkah mendaftar di kampus Australia adalah sebagai berikut:

    1. Bagi yang mau melanjutkan S2 by Courses itu cukup mudah karena kita tidak perlu mencari supervisor/advisor terlebih dahulu, bagi yang mau daftar S2 by research/ MPhil atau S3, step pertamanya adalah browsing supervisors dulu, nyari pembimbing riset yang cocok dengan penelitian/topik kita.
    2. Hampir semua kampus di Aussie sepertinya cukup enak dalam hal submit aplikasi, misalnya jika saya bandingan dengan di Korea, Jepang yang mana saya harus mengirim dokumen via post, dulu saya sempat apply juga di kampus saudi dan itu cukup enak karena semua online tapi application systemnya tidak sebagus di sini, yang paling enak pas kemarin apply UQ.
    3. Buka website kampus, dalam hal ini contohnya kampus saya, jadi buka website The University of Queensland UQ, tinggal saja apply as international student. Buat akun pakai email dan password. Di portal itu nanti kita bisa isi data diri, kualifiakasi pendidikan kita, dan informasi lainnya. Setelah itu tinggal apply deh, upload dokumen-dokumen yang diperlukan, semuanya bisa dibaca di guideline/ required documents.
    4. Catatan: di UQ untuk S2 ada application fee yaitu 100 AUD, sedang untuk S3 tidak ada application fee. Bagi kalian yang mau apply S2 kalian juga bisa datang ke pameran pendidikan, biasanya dipameran pendidikan mereka bisa ngasih application fee waiver, jadi kalian tak perlu bayar application fee.
    5. Bagi yang S3 biasanya di portal ada isian nama advisornya, atau bisa juga S3 tidak cari advisor dulu, nanti kampus yang nyariin.
    6. Setelah semua form diisi, semua dokumen lengkap, tinggal submit saja. Nah, nanti kampus akan menilai berkas aplikasi kita, waktu assessment nya tergantung ada yang cepet ada yang lama, tergantung sikon juga, tapi kita kasih waktu saja 4 weeks alias 4 minggu.
    7. Kalau semua persyaratan terpenuhi dan kualifikasi kita layak, maka kita nanti akan dapat offer letter atau istilahnya Unconditional Letter of Aceptance (LoA). Bagi yang masih ada kekurangan persyaratan misal skor IELTS kurang biasanya bisa dapat Conditional LoA, nanti akan jadi Unconditional jika syarat bahasanya sudah terpenuhi. (Contoh Unconditional LoA seperti di bawah ini)
    8. Sudah itu saja! Setelah kita dapat LoA, kita bisa cari scholarship. Ada beberapa scholarship yang mewajibkan pendaftarnya mempunyai Unconditional LoA seperti Endavour kalau tidak salah. Di sinilah kegunaan LoA, jadi LoA itu semacam dokumen yang menyatakan bahwa anda sudah diterima di kampus. Untuk beasiswa seperti LPDP tidak mempersyaratkan harus punya LoA kok, tapi biasanya klo udah punya lebih meyakinkan lah, gitu.
    9. Ketika kalian diterima beasiswanya, nanti dari scholarship provider akan menerbitkan letter of scholarship/letter of financial guarantee. Surat itulah nantinya yang kalian upload di portal pendaftaran tadi. Bagi yang mau kuliah dengan biaya sendiri, nanti bisa upload financial support statement dan bank statement punya orang tua. Setelah itu nanti pihak kampus akan menerbitkan CoE (Confirmation of Enrollment), dengan modal CoE inilah nanti kita bisa apply student visa. (Contoh CoE seperti di bawah ini)
    10. Setelah dapat CoE kita bisa apply visa, tapi masih ada yang harus diurus yaitu bayar OSHC, untuk yang dapat scholarship biasanya sudah langsung dibayarkan oleh pihak pemberi beasiswa jadi jangan khawatir, bagi yang mau biaya sendiri yang harus bayar sendiri, caranya tinggal kontak saja OSHC provider, atau langsung kontak pihak kampus untuk meminta tolong menguruskannya.
    11. Bila sudah ada CoE, pihak scholarship provider sudah membayar OSHC, maka kita bisa apply visa. Saya apply visa menggunakan jasa agen dan kurang dari 5 hari visa langsung terbit. Silahkan bisa baca detilnya di sini .
    12. Oya kalian juga bisa mengajukan defer maksimal 3 kai, jadi klo misal tadinya udah accept untuk offer commencement February (mulai kuliah February), kemudian mungkin karena dari scholarship provider belum mengijinkan berangkat atau ada satu lain hal, kalian bisa mengajukan defer/mengundurkan keberangkatan. Enak kan? tak perlu apply ulang lagi. Klo misal di Korea, ini tidak bisa, kita harus apply ulang dan kirim dokumen via post lagi.

Dan sebagai catatan, semua hal di atas, kita bisa menggunakan jasa agen. Gila!!! apa nggak gampang banget. Misal kita tinggal minta tolong agen, nyerahin transkrip S1 kita yang terlegalisir, IELTS, dan dokumen pendukung lainnya. Setelah itu udah tinggal nunggu Unconditional LoA aja dari agen. Habis itu appy scholarship, klo beruntung dapat scholarshipnya, habis itu serahin letter of sponsor ke agen beserta dokumen pendukung lainnya, udah tinggal terima jadi sampai ke pengurusan visa pun kita tinggal terima jadi.

Oya tapi kalau S3 dan harus nyari supervisor sepertinya lucu ya kalau pakai agen? hehe.

Tapi tentu kurang greget ketika semua dilakukan oleh agen hehe. Saya hampir tidak pernah mengurus apapun menggunakan agen, hanya satu itu yaitu mengurus visa kemaren, karena saya tidak punya credit card, jadi nanti report di payment nya. Akhirnya saya minta tolong agen heheh.

 

Okey mungkin ini saja ya, semoga bermanfaat, bagi yang mau apply sekarang sudah tidak bingung lagi kan?

Sampai ketemu lagi di postingan berikutnya.

Salam dari Pinggir Kali Brisbane

Rischan Mafrur