#IniUntukKita – Investasiku Bagi Indonesia Melalui Surat Berharga Negara

Pandemi Covid19 membawa dampak yang luar biasa tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia. Memang yang terlihat dengan jelas dampak dari covid ini adalah dampak negatifnya, seperti sektor pariwisata dan penerbangan yang benar-benar terpukul, banyak pekerja yang terkena PHK, dan tentunya banyak korban jiwa dari keganasan virus ini. Terlepas dari banyaknya dampak negatif covid19 ini, saya sendiri sebagai pribadi berusaha untuk mencari hikmah dari adanya covid ini, salah satu contohnya sebagai berikut:

Saya adalah salah seorang warga indonesia yang beruntung karena mendapatkan beasiswa dari pemerintah Indonesia untuk menempuh studi doktoral di Australia. Sebagai mahasiswa di Australia, saya sangat merasakan dampak dari covid19 ini. Sekarang bimbingan studi S3 saya harus online, ditambah harus work from home. Kemudian, dampak yang paling terasa adalah berkurangnya kuota tutor/teaching assistant sehingga semester ini saya tidak bisa mengajar/tutoring. Walaupun sudah mendapatkan beasiswa dari pemerintah Indonesia, saya membutuhkan penghasilan tambahan karena saya membawa keluarga ke Australia di studi S3 saya ini. Kali ini saya tidak mendapatkan kesempatan untuk menjadi tutor dikarenakan penurunan jumlah mahasiswa asing secara signifinkan di kampus saya. Hal itu cukup membuat saya sedih, namun saya termasuk mahasiswa yang masih beruntung meskipun tidak ada pekerjaan tambahan karena saya masih mendapatkan beasiswa. Ada banyak mahasiswa asing di Australia yang tadinya kuliah sambil bekerja part-time di restoran atau cafe mau tidak mau mereka harus pulang ke negaranya karena sumber penghasilannya benar-benar berhenti dikarenakan lockdown. Kejadian ini membuat saya berpikir banyak hal, membayangkan bagaimana rasanya kalau jadi mahasiswa tersebut, atau bagaimana rasanya terkena PHK karena covid ini apalagi kalau sudah punya keluarga dan tidak punya dana darurat.

Bagi saya, pelajaran yang paling berharga dari covid ini adalah saya jadi semakin peduli dengan kondisi keuangan saya dan keluarga. Sekarang saya jadi sadar harus menyiapkan dana darurat, menghitung semua tabungan yang saya punya, merencanakan biaya pendidikan untuk anak saya, merencanakan produk investasi untuk dana pensiun, dan lainnya. Apalagi setahun lagi saya harus kembali ke Indonesia karena studi saya sudah selesai. Sebelum covid, saya tidak begitu mengerti dan melek mengenai persoalan ekonomi, keuangan, tabungan, dan investasi karena memang notabennya saya adalah mahasiswa teknik.

Saya juga baru sadar, ketika membuka rekening tabungan rupiah maupun rekening bank saya di Australia, bunga/bagi hasilnya sekarang sangat kecil. Semua itu dikarenakan baik di Indonesia maupun di Australia, suku bunga diturunkan oleh pemerintah ke paling terendah selama 20 tahun terakhir yakni suku bunga BI turun menjadi 4.25% sedangkan di Australia suku bunganya 0.25%. Ini menjadi hal yang sangat tidak menguntungkan bagi banyak orang khususnya saya sendiri ketika ingin menyimpan uang di bank. Bisa dibayangkan dengan suku bunga 4.25% belum dipotong pajak dan belum dikurangi nilai inflasi, tentu hal ini cukup mengecewakan bagi yang mau menabung di bank. Tetapi apa boleh buat, kondisi ekonomi di semua negara di dunia saat ini serba susah.

Di sela-sela waktu work form home, saya mencoba belajar mengenai perencanaan keuangan keluarga. Selain itu saya belajar mengenai produk-produk investasi di Indonesia mulai dari yang paling rendah resikonya seperti pasar uang, resiko sedang seperti obligasi pemerintah dan korporasi, resiko tinggi seperti saham dan P2P lending, dan saya juga belajar managemen risiko dalam berinvestasi yaitu dengan diversifikasi portofolio. Belajar di era digital seperti sekarang ini sangat mudah, ditambah dengan menjamurnya aplikasi-aplikasi fintech, saya dengan mudah belajar dan langsung praktek. Mulai dari yang mudah dulu seperti nabung reksadana, memilih reksadana dengan profil resiko yang rendah seperti reksadana pasar uang, kemudian mencoba reksadana saham yang resikonya cukup tinggi, atau bahkan mencoba untuk nabung saham sendiri. Tentu saya tidak cukup berani untuk mengambil resiko yang besar seperti membeli saham dalam jumlah banyak, walaupun harga saham saat ini cukup banyak yang diskon. Hal itu karena saya juga melihat kondisi ekonomi baik mikro maupun makro yang serba tidak menentu yang membuat saya cukup hati-hati dalam mengambil keputusan berinvestasi.

Imbal Hasil ORI17 di aplikasi Bareksa (salah satu mitra distribusi SBN)

Pertengahan Juni 2020, saya mendapatkan informasi dari akun instagram djppr tentang ORI17. Itu adalah pertama kalinya saya kenal dengan surat berharga negara ORI. Saya baru paham ternyata salah satu strategi pembiayan utang untuk APBN Indonesia adalah dengan menerbitkan SBN. SBN seperti ORI17 ini sebenarnya sangat menguntungkan baik untuk pemerintah maupun rakyat. Dari sisi pemerintah, utang diprioritaskan dalam Rupiah, tentu ini membuat utang pemerintah jadi tetap resilient terhadap gejolak nilai tukar jika dibandingan dengan berhutang dalam bentuk US dolar. Selain itu, SBN ini juga mengoptimalkan potensi investor domestik sekaligus mengendalikan kepemilikan asing. Di sisi kita sebagai rakyat, jika memilih SBN sebagai salah satu portofolio investasi kita, kita akan mendapatkan banyak keuntungan. Kupon dan pokok SBN dijamin oleh Undang-Undang dan negara, jadi resikonya sangat kecil mungkin hampir tidak ada resikonya. Kupon SBN dibayar tiap bulan ke investor, seperti terlihat di gambar di atas, itu adalah kupon bulan Agustus 2020 yang saya terima, lumayan bukan? SBN ORI17 sendiri mempunyai kupon flat 6.4% per tahun. Jadi sangat lumayan jika dibandingkan dengan bunga bank yang 4.25% dan dengan kondisi yang serba tidak pasti di tengah pandemi covid ini. Kita tidak tahu ke depan apakah suku bunga akan diturunkan lagi atau kapan suku bunga bisa lebih besar dari 6.4%.

Salah satu alasan yang paling kuat kenapa saya memilih ORI17 adalah karena jatuh temponya 2023 yakni 3 tahun setelah penerbitan. Tahun 2023, saya harus menyiapkan pendidikan SD untuk anak saya, jadi saya perlu tabungan untuk pendidikan anak dan ORI17 ini sangat cocok di kondisi yang serba tidak pasti ini. Bagi pembaca yang ingin membeli SBN, SBN ini juga diperdagangkan di pasar sekunder dan pemilik SBN juga bisa menjual SBNnya sebelum jatuh tempo di pasar sekunder.

Menurut saya, SBN ini adalah cara termudah untuk berkontribusi pada Indonesia, yakni membantu pemerintah dalam strategi pembiayan utang. Terlebih lagi, kita mendapatkan untung yang pasti di tengah kondisi yang tidak pasti, kurang enak apa coba? Cara belinya juga sangat mudah, yaitu beli online di mitra distribusi SBN yang resmi dan dapat dibeli kapan saja dan darimana saja selama masa penawaran SBN tersebut. Bagi yang belum mendapatkan kesempatan membeli ORI17, pemerintah Indonesia baru saja membuka masa penawaran produk investasi syariah yaitu Sukuk Ritel seri SR013 mulai tanggal 28 Agustus 2020. Ayo berinvestasi SBN Ritel sebagai wujud mencintai negeri ini dengan berinvestasi dan berkontribusi dalam masa pemulihan pandemi saat ini.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.